Banyak Data Penting Rilis, Tiga Saham Masuk Daftar Trading Pekan Ini

Banyak Data Penting Rilis, Tiga Saham Masuk Daftar Trading Pekan Ini

Pemodal wajib memantau banyak data penting yang akan dirilis dalam sepekan. Tiga saham masuk daftar trading pekan ini, salah satu LSIP - Halaman all

(InvestorID) 23/09/24 04:46 15419231

JAKARTA, investor.id – Indo Premier Sekuritas (IPOT) mengatakan, pemodal wajib memantau banyak data penting yang akan dirilis dalam sepekan. Untuk itu, tiga saham masuk daftar trading pekan ini, salah satunya LSIP.

Equity Analyst Indo Premier Sekuritas (IPOT) David Kurniawan mengatakan, Indeks harga saham gabungan (IHSG) melemah 0,83% dalam seminggu pada akhir perdagangan Jumat (20/9/2024). Meskipun melemah, IHSG sempat membentuk level tertinggi baru di area 7.900 pada 19 September 2024.

“Apabila level 7.700 dapat dipertahankan sebagai area support maka IHSG berpotensi melanjutkan penguatan hingga level all time high-nya," tegas Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas, David Kurniawan di Jakarta.

Di pekan ini, lanjut David, pemodal wajib memantau rilis data-data penting. Dimulai dari data-data Price Consumption Expenditure (PCE) Amerika Serikat (AS), baik indeks harga PCE utama maupun inti yang diperkirakan naik sebesar 0,2% atau sama dengan bulan sebelumnya.

David menegaskan, data-data lainnya yang perlu diperhatikan pemodal pada 23-27 September 2024, adalah angka pertumbuhan PDB final untuk kuartal II, pesanan barang tahan lama, keyakinan Konsumen CB, PMI regional termasuk Indeks Aktivitas Nasional Fed Chicago, Indeks Manufaktur Fed Richmond, Indeks Manufaktur Fed Kansas.

“Tak kalah penting data Indeks Perumahan FHFA dan Indeks Harga Rumah S&P/Case-Shiller, penjualan rumah baru dan yang tertunda serta angka final untuk sentimen konsumen Michigan,” ucapnya.

Dari Asia, David mengatakan, pemodal perlu mencermati PMI di Jepang untuk September dan risalah dari keputusan kebijakan terakhir BoJ untuk potensi kenaikan suku bunga.

Sedangkan dari dalam negeri, David menilai pemangkasan suku bunga oleh Bank Indonesia (BI) sebesar 25 basis poin tentunya akan mendukung banyak pelaku usaha dan membuat Rupiah semakin menguat.

Menurut David, sentimen tersebut direspon baik investor asing yang membukukan pembelian bersih di pasar reguler sebesar Rp 4,2 triliun di minggu lalu. Pembelian asing didominasi oleh big banks, TLKM dan ASII.

“Di sisi lain, meskipun data PMI Indonesia terkontraksi sedikit di bawah area 50, dengan kebijakan moneter yang diambil oleh BI, sepertinya tidak akan butuh waktu lama untuk industri ini kembali bergairah," paparnya.

Berkaca pada data-data ekonomi dan sejumlah sentimen tersebut, Indo Premier Sekuritas merekomendasikan tiga saham masuk daftar trading pekan ini, yaitu:

1. LSIP

- Buy on Breakout

- Support 980

- Resistance 1.090

- Pemerintah melalui Peraturan Menteri Keuangan No. 62 Tahun 2024 resmi menurunkan tarif pungutan ekspor produk kelapa sawit. Tarif pungutan ekspor yang lebih rendah akan meningkatkan daya saing CPO dibandingkan minyak–minyak nabati lainnya, sehingga berpotensi meningkatkan permintaan dan memberikan dukungan (support) pada harga CPO. Hal ini akan berdampak positif terhadap emiten-emiten sawit.

-Secara teknikal, terlihat ada semacam flag pattern dimana pattern ini adalah pola dari bullish continuation.

-Jika LSIP mampu menembus area resistance minor di level 1.035, ada potensi untuk LSIP terus melanjutkan kenaikan di level 1.080 – 1.100.

2. TLKM

- Buy

- Support 3.050

- Resistance 3.400

- Secara teknikal jangka pendek terlihat TLKM sudah mengkonfirmasi area 2.700 sebagai area support yang cukup dan sudah diuji berkali-kali. Jika dilihat lebih detail menggunakan beberapa indikator seperti moving average dan MACD, terkonfirmasi bahwa 2 indikator ini memberikan indikasi yang baik dimana saat ini harga bergerak di atas MA5 dan line MACD masih mengarah ke atas yang ditopang dengan histogram positif.

- Disisi lain, di hari perdagangan terakhir Jumat lalu, terlihat ada kenaikan volume yang menandakan banyak tekanan beli tersengat sentimen pemangkasan suku bunga.

3. AUTO

- Buy

- Support 2.250

- Resistance 2.500

- Secara teknikal AUTO yang sebelumnya bergerak downtrend, secara perlahan mulai membentuk trend baru. Secara pergerakan harga, AUTO saat ini bergerak di atas indikator MA5 & MA20. Selama fase kenaikan ini juga terlihat dari sisi volume perdagangan AUTO yang naik di atas rata-rata ketika dalam fase turun.

- Sedangkan jika dilihat melalui indikator MACD, garis line baru saja golden cross dan histogram mulai positif yang mana ini adalah indikasi dari awal mula kenaikan suatu saham.

Editor: Indah Handayani (handayani@b-universe.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #ihsg #indeks-harga-saham-gabungan #rekomendasi-saham #trading-saham-pekan-ini #indo-premier-sekuritas #ipot #lsip #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/374234/banyak-data-penting-rilis-tiga-saham-masuk-daftar-trading-pekan-ini