23 Negara Resmi Daftar Anggota BRICS, Tetangga Indonesia Ikut Antre
23 negara secara resmi mengajukan permohonan untuk bergabung dengan aliansi BRICS sebelum Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) 2024 di Kazan, Rusia. 23 negara secara... | Halaman Lengkap
(SINDOnews Ekbis) 23/09/24 07:45 15428049
JAKARTA - 23 negara secara resmi mengajukan permohonan untuk bergabung dengan aliansi BRICS sebelum Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) 2024 di Kazan, Rusia. Negara-negara ini berasal dari Asia, Afrika dan Amerika Selatan semuanya merupakan negara berkembang, yang ingin menggunakan mata uang lokal untuk perdagangan bukan dolar AS.Perkembangan ini mengindikasikan bahwa blok ini menguntungkan bagi negara-negara berkembang karena memberikan solusi membantu mata uang lokal mereka berkembang. Aliansi BRICS berada di garis depan dalam agenda dedolarisasi dan negara-negara berkembang menemukan bahwa inisiatif ini sangat produktif.
BRICS menarik perhatian negara-negara Asia Tenggara seperti Thailand dan Malaysia menyatakan keinginan mereka bergabung dengan blok ini. Thailand negara yang pertama mengajukan permohonan keanggotaan dengan memulai prosedur-prosedur formal.
"Menjadi anggota BRICS akan membuka peluang perdagangan dan investasi, jadi pertanyaannya adalah, mengapa tidak?" ujar Direktur Eksekutif ASEAN Foundation, Piti Srisangam mengatakan kepada DW, belum lama ini.
Baca Juga: China Kuasai Harta Karun Super Langka Dunia, AS dan Sekutu Tak Terima
Sementara, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Vietnam Pham Thu Hang, mengatakan, "Seperti banyak negara di seluruh dunia, kami memantau dengan seksama proses perluasan keanggotaan BRICS."
Pada KTT BRICS di Afrika Selatan tahun lalu memunculkan spekulasi bahwa Indonesia satu-satunya negara G20 di Asia Tenggara yang berharap dapat menyelesaikan proses aksesi dengan OECD dalam waktu tiga tahun bisa menjadi anggota BRICS.
(nng)
#brics #dedolarisasi #sanksi-barat #perang-rusia-ukraina #china