Saham Sampoerna (HMSP) Loncat, Potensi Cuannya Masih Gede?
Saham Sampoerna (HMSP) loncat pada awal sesi I hari ini. Padahal pada Jumat pekan lalu, saham HMSP tiba-tiba ambruk. - Halaman all
(InvestorID) 23/09/24 09:38 15431290
JAKARTA, investor.id - Saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) loncat pada awal sesi I perdaganga 23 September 2024. Di sekitar pukul 09.31 WIB, saham HMSP ada di Rp 720 atau plus 7,46%.
Saham Sampoerna sempat bikin heran jagat pasar modal pada 20 September pekan lalu. Saham Sampoerna (HMSP) tiba-tiba longsor 10,07% ke Rp 670 pada pukul 16.00 WIB tanggal 20 September. Padahal sebelum itu saham HMSP minusnya paling dalam 2,01% ke Rp 730.
Sebanyak 390,64 juta saham HMSP ditransaksikan, frekuensi 3.763 kali, dan nilai transaksi Rp 262,85 miliar.
Asing mencatatkan net sell saham Sampoerna berkode HMSP pada 20 September mencapai Rp 95,2 miliar.
Adapun broker Maybank Sekuritas Indonesia membukukan net sell saham HMSP hingga sebesar Rp 218,8 miliar.
Sementara itu, saham HMSP dikeluarkan dari perhitungan FTSE Global Equity Index kategori large cap. “Remove from Large/Board Change to Ineligible Board,” sebut pengumuman FTSE terkait saham Sampoerna.
Hal tersebut efektif mulai 23 September 2024 ini. “Perubahan ini akan efektif pada 23 September 2024,” jelas pengumuman FTSE dikutip, Senin (23/9/2024).
Di sisi lain, beberapa perusahaan rokok, termasuk PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), telah menaikkan harga produknya pada September. Namun, kenaikan harga masih terbatas guna memulihkan volume penjualan. Lantas, bagaimana arahnya dan prospek saham HMSP?
Menurut RHB Sekuritas, HM Sampoerna menaikkan harga A Ultra Mild sebesar 2,8% mom pada September. Sebelumnya, pada Agustus, HM Sampoerna menaikkan harga A Mild dan Sampoerna Kretek sebesar 3,1-3,2% mom.
“Ke depan, kami perkirakan HM Sampoerna (HMSP) dan Gudang Garam (GGRM) bakal mempertahankan harga untuk memulihkan volume penjualan,” tulis RHB dalam risetnya.
Kenaikan harga meski terbatas diperkirakan dapat mendukung ekspansi margin kotor (gross profit margin/GPM) HMSP. Pada kuartal II-2024, GPM HMSP menjadi 13,7% akibat penerapan cukai yang lebih tinggi, sehingga GPM sepanjang semester I-2024 mencapai 15%.
“Kami memprediksi kenaikan harga pada Agustus dan September, serta potensi kenaikan harga lainnya pada kuartal IV-2024, akan mendukung pemulihan GPM HMSP menjadi 17%,” ungkap RHB.
Emiten rokok lainnya, Gudang Garam (GGRM) enggan menaikkan harga sejak Juli setelah performanya pada kuartal II-2024 kembali menunjukkan penurunan volume penjualan.
Tanpa kenaikan harga dari Juli hingga September, GPM GGRM pada kuartal III-2024 diperkirakan tetap sama seperti kuartal II-2024 sebesar 9,6%. Alhasil, GPM GGRM selama Januari-September 2024 ditaksir mencapai 9,9% atau terkikis 20 bps dari 10,1% pada semester I-2024.
Mengingat harga GGRM lebih tinggi dibandingkan pesaing di segmen sigaret kretek mesin full flavour (SKM FF) dan menjadi pilihan kedua setelah A Mild HMSP di segmen low tar low nicotine (LTLN), GGRM diprediksi bakal mempertahankan harga pada kuartal IV-2024 untuk mengurangi penurunan volume penjualan lebih lanjut. GPM GGRM tahun ini diestimasi sebesar 9,8%, di bawah perkiraan RHB yang mencapai 12,6%.
Rekomendasi dan Target Harga Saham
RHB lebih menyukai saham Sampoerna (HMSP) karena eksposur yang lebih besar pada segmen sigaret kretek tangan (SKT) dan yield dividen lebih tinggi. “Kami melihat HMSP masih merupakan pilihan yang lebih baik saat ini, mengingat eksposurnya yang lebih besar pada segmen SKT sekitar 30% terhadap total pendapatannya dibandingkan GGRM yang kurang dari 10%,” jelas broker efek tersebut.
Selain itu, HMSP secara konsisten membayar dividen yang stabil, sedangkan GGRM absen memberikan dividen untuk tahun 2023, meskipun pendapatan bersih lebih tinggi dari tahun 2022.
RHB merekomendasikan buy saham HMSP dengan target harga Rp 970. Sebaliknya, rekomendasi sell untuk saham GGRM dengan target harga Rp 13.700. Adapun rating untuk sektor tembakau dipertahankan netral.
Risiko utamanya jika daya beli lebih lemah dari perkiraan, perdagangan rokok ilegal di kota tier 2 marak, dan terjadi kenaikan harga tembakau.
Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #sampoerna #hmsp #hm-sampoerna #saham-hmsp #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/374257/saham-sampoerna-hmsp-loncat-potensi-cuannya-masih-gede