Muncul Rekomendasi Sell Saham PTBA, Bagaimana dengan ADRO dan ITMG?

Muncul Rekomendasi Sell Saham PTBA, Bagaimana dengan ADRO dan ITMG?

Curah hujan tinggi memperlambat produksi batu bara. Lalu, bagaimana prospek saham PTBA, ADRO, & ITMG? Simak target harga PTBA, ADRO, & ITMG. - Halaman all

(InvestorID) 23/09/24 15:01 15442646

JAKARTA, investor.id – Curah hujan yang lebih tinggi dari perkiraan di Sumatra dan Kalimantan menyebabkan perlambatan produksi batu bara Indonesia pada Agustus 2024. Lantas, bagaimana prospek sektor batu bara, termasuk saham-sahamnya seperti PTBA, ADRO, dan ITMG?

Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rizkia Darmawan dan Akbar Hidayat menyebutkan bahwa produksi batu bara Indonesia turun 15% mom pada Agustus 2024 menjadi 62 juta ton. Alhasil, total produksi batu bara secara year to date (ytd) mencapai 540 juta ton atau naik 3,4% yoy.

“Itu meleset dari perkiraan kami. Kini, kami memperkirakan sedikit kekurangan produksi pada kuartal III-2024. Namun, kami tetap mempertahankan estimasi tahunan sebanyak 780-830 juta ton atau naik 1,5-7,4% yoy, dengan kecenderungan pada kisaran bawah karena hujan yang terus berlanjut,” tulis Rizkia dan Akbar dalam risetnya.

Sementara itu, konsumsi domestik turun 4,2% mom menjadi 31,2 juta ton, namun tumbuh 19,9% yoy. Sedangkan ekspor naik 3% mom menjadi 38 juta ton. Mirae mempertahankan perkiraan konsumsi domestik tahun ini sebanyak 387 juta ton atau meningkat 12% yoy, dengan permintaan ekspor yang berkelanjutan dari China dan India.

Di sisi lain, menurut Rizkia, harga batu bara sesuai dengan perkiraan Mirae. Harga batu bara Newcastle rata-rata sebesar US$ 134/ton ytd. Harga batu bara naik 8% mom pada Agustus menjadi US$ 146/ton, karena permintaan yang lebih tinggi untuk persiapan musim dingin.

“Kami mempertahankan perkiraan harga batu bara tahun 2024 di kisaran US$ 130-140/ton,” sebut dia.

Rekomendasi dan Target Harga Saham 

Dengan berbagai faktor yang ada, Mirae tetap netral terhadap sektor batu bara, tetapi melihat Adaro Energy (ADRO) menarik untuk dividen. ADRO diperkirakan bakal membagikan dividen tunai sebesar Rp 305-380 per saham untuk tahun buku 2024, dengan potensi peningkatan dari dividen spesial.

Mirae merekomendasikan hold saham Adaro (ADRO). Target harga saham ADRO dipatok sebesar Rp 3.650. Begitu juga dengan saham Indo Tambangraya Megah (ITMG), rekomendasinya hold. Target harga saham ITMG sebesar Rp 25.500.

Sedangkan rekomendasi untuk saham Bukit Asam (PTBA) adalah sell. Target harga saham PTBA ditetapkan sebesar Rp 2.500.

Sebelumnya, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PTBA, Farida Thamrin meminta investor saham tak perlu khawatir atas kelangsungan usaha perseroan ke depan. Pasalnya, PTBA memiliki cadangan batu bara yang masih sangat banyak, yakni 2,98 miliar ton.

“Dari area operasi Bukit Asam sekarang sebagian besar area operasi ada di area Sumatra Selatan. Kepada teman-teman investor semua jangan khawatir karena cadangan batu bara yang ada di Bukit Asam masih sangat banyak,” ungkap dia, baru-baru ini.

Menurut Farida, dengan asumsi produksi batu bara saat ini sekitar 40 juta ton/tahun, PTBA berarti masih bisa mengeksplor batu bara hingga 90-100 tahun ke depan.

“Kalau sumber daya batu bara yang masih perlu kami eksplor lagi masih 5,81 miliar ton. Jadi, masih panjang sekali cadangan yang masih kami miliki,” ujarnya.

Editor: Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #ptba #adro #itmg #adaro #bukit-asam #indo-tambangraya-megah #harga-batubara #mirae-asset-sekuritas #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/374297/muncul-rekomendasi-sell-saham-ptba-bagaimana-dengan-adro-dan-itmg