Penggalangan Dana, Kamala Harris Kumpulkan US$ $27 Juta

Penggalangan Dana, Kamala Harris Kumpulkan US$ $27 Juta

Wapres Kamala Harris mengumpulkan US$ 27 juta dalam acara penggalangan dana di New York City, sekaligus mencatatkan perolehan terbesarnya. - Halaman all

(InvestorID) 23/09/24 23:47 15462567

NEW YORK, Investor.id – Wakil Presiden Amerika Serikat (Wapres AS) Kamala Harris berhasil mengumpulkan US$ 27 juta dalam sebuah acara penggalangan dana di New York City pada Minggu (22/09/2024). Ini tercatat menjadi penggalangan dana terbesarnya sejak ia mengambil alih pencalonan kembali Presiden Joe Biden dalam pemilihan presiden mendatang.

“Meskipun Harris memiliki lebih banyak uang daripada mantan presiden Donald Trump, uang tersebut bakal dimanfaatkan untuk bersaing dengan iklan-iklan mahal buatan kelompok luar berkantong tebal yang mendukung Trump,” ujar pembantu tim kampanye Harris, yang dilansir AP pada Senin (23/09/2024).

Sebagai informasi, acara penggalangan dana blockbuster ini diadakan di Cipriani Wall Street, sebuah ballroom bertema Kebangkitan Yunani dengan hiasan pilar-pilar yang sangat besar. Ruangan itu dipadati para tamu yang mendengarkan sindiran terhadap Trump, karena menolak untuk berdebat dengannya lagi.

“Lawan saya sepertinya mencari-cari alasan. Saya merasa sangat yakin bahwa kita berhutang kepada rakyat Amerika, kepada para pemilih, untuk bertemu sekali lagi sebelum Hari Pemilihan,” kata Harris kepada para hadirin.

Ia kembali menegaskan hal itu saat menemui awak media setelah pesawatnya mendarat di luar Washington. “Masih banyak yang harus kita diskusikan,” tuturnya.

Sementara itu Trump telah menolak untuk berdebat lagi, dan mengatakan” sudah terlambat.”

“Pemungutan suara sudah dimulai,” kata Trump saat berkampanye di Wilmington, North Carolina, pada Sabtu (21/09/2024).

Di sisi lain, para pemilih telah melakukan pemungutan suara secara langsung di Minnesota, South Dakota dan Virginia pada minggu lalu. Ini adalah negara-negara bagian yang pertama kali memberikan suara secara langsung. Sedangkan puluhan negara bagian lainnya akan menyusul pada pertengahan Oktober.

Tidak Ada Isu Ekonomi Unggulan

Hasil jajak pendapat terbaru dari The Associated Press-NORC Center for Public Affairs Research menunjukkan bahwa baik Harris maupun Trump tidak memiliki isu ekonomi unggulan yang bakal menentukan pilihan publik. Menurut survey, Harris mendapatkan kekuatan dalam isu yang dulunya merupakan kekuatan Trump.

Harris sendiri mengatakan akan berpidato pada Rabu (24/09/2024) untuk menguraikan visi-visi ekonominya. Menurut pandangannya, masih banyak yang dapat dilakukan untuk berinvestasi pada aspirasi dan ambisi rakyat Amerika sembari mengatasi tantangan-tantangan yang mereka hadapi.

Ia mencontohkan tingginya biaya kepemilikan rumah dan tagihan belanjaan yang sangat tinggi. “Saya dibesarkan sebagai anak kelas menengah dan saya tidak akan pernah lupa dari mana saya berasal,” ujarnya.

Dengan menyempurnakan agenda ekonominya secara lebih rinci, Harris mengklaim dapat mengatasi masalah yang menjadi perhatian utama para pemilih setelah harga-harga melambung tinggi selama masa kepresidenan Biden, sekaligus menjauhkan dirinya dari rekam jejak ekonomi presiden. Apalagi Trump telah mengkritiknya sebagai sosok lamban dalam mengeluarkan proposal kebijakannya sendiri sejak ia naik ke posisi teratas.

Harris berjanji bakal mendesak pengurangan pajak kelas menengah, juga menaikkan pajak bagi orang kaya dan perusahaan. Ia akan mengadopsi proposal Trump untuk mengakhiri pajak atas upah yang dibayarkan, meskipun akan membatasi rencananya untuk pembayar pajak berpenghasilan rendah dan menengah.

Harris pun  mengkritik rencana Trump untuk memberlakukan tarif besar terhadap sebagian besar barang impor, yang menurutnya akan menaikkan harga barang secara drastis.

Mengutip dari jajak pendapat, sekitar 4 dari 10 pemilih yang terdaftar mengatakan bahwa Trump dari Partai Republik akan melakukan pekerjaan yang lebih baik dalam menangani ekonomi, sementara jumlah yang sama mengatakan hal yang sama tentang wakil presiden dari Partai Demokrat.

Sementara itu, ada sekitar 1 dari 10 pemilih tidak mempercayai salah satu kandidat. Jumlah responden yang sama memiliki keyakinan serupa.

Jajak pendapat baru menemukan bahwa ekonomi adalah salah satu isu terpenting bagi sekitar 8 dari 10 pemilih, di saat mempertimbangkan kandidat mana yang akan didukung, dibandingkan isu-isu utama lainnya seperti perawatan kesehatan dan kejahatan.

Editor: Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #penggalangan-dana #kamala-harris #harris-kumpulkan-us-27-juta #pilpres-as #debat-calon-presiden-as #donald-trump #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/international/374356/penggalangan-dana-kamala-harris-kumpulkan-us-27-juta