Pembangunan IJD di Lereng Merapi Permudah Aktivitas dan Konektivitas Warga

Pembangunan IJD di Lereng Merapi Permudah Aktivitas dan Konektivitas Warga

IJD merupakan salah satu program yang digenjot pemerintahan Jokowi untuk konektivitas daerah dan jalur evakuasi bencana - Halaman all

(InvestorID) 23/09/24 21:35 15465565

MAGELANG, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) punya perhatian besar dalam pembangunan infrastruktur jalan selama sepuluh tahun memimpin Indonesia. Tidak hanya jalan tol yang menghubungkan kota-kota besar di Jawa dan luar Jawa, Jokowi pun memberi perhatian terhadap infrastruktur jalan desa. Hal ini untuk konektivitas antar desa dan jalur evakuasi di daerah rawan.

Jokowi bahkan menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2023 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah. Lebih dari setahun berjalan, telah membentang 3.300 kilometer (km) jalan daerah baru di Tanah Air.  Diharapkan dengan pembangunan jalan desa ersebut dapat mempercepat mobilitas orang maupun logistik dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. 

Salah satu pembangunan tersebut adalah ruas inpres jalan daerah (IJD) yang  berada di kabupaten Magelang Jawa Tengah yang diresmikan Jokowi pada 22 Januari 2024 lalu. Jalan ini memiliki panjang 18,9 kilometer dan terbagi dalam empat ruas jalan dengan menelan anggaran pembangunan sebesar 31,9 miliar rupiah.

Empat ruas jalan tersebut ialah, jalan Muntilan-Keningar, Jalur evakuasi Merapi di Desa Kradenan, Kecamatan Srumbung, jalan Inpres di Desa Sukomakmur, Kecamatan Kajoran dan jalan Petung-Pakis.

Pembangunan IJD di Jalan Muntilan-Keningar ini membentang dengan panjang 11,9 km dibangun dengan dengan rigid beton, sehingga jalur ini lebih awet atau tahan lama. Selain difungsikan sebagai jalur evakuasi Merapi. Rigid beton dipilih dalam pembangunannya karena akses jalan ini sering dilalui kendaraan logistik tambang dan digunakan untuk aktivitas sehari-hari warga. 

Sekertaris Desa Dukun, Kecamatan Dukun Magelang, Zayid Aiman mengatakan, pembangunan jalan inpres ini membawa dampak positif bagi masyarakat, di antaranya lebih mudah dan nyaman dalam melakukan aktivitas.

"Sebelum dibangun jalan tersebut bergelombang dan berlubang, sehingga sangat mengganggu orang saat melintas. Kegiatan yang terganggu adalah masyarakat yang membawa hasil panen ke pasar dan kegiatan lainnya," katanya saat ditemui di kantornya pada Senin (23/9/2024).

Zayid menambahkan, sebelum dibangun kondisi jalan ini memprihatinkan yakni banyak yang berlubang, bergelombang dan sempit terlebih saat hujan memperparah kondisi jalan. Sehingga selain mengganggu aktivitas warga, juga mempersulit proses evakuasi warga disaat Gunung Merapi erupsi. 

"Proses evakuasi lebih lama karena jalan rusak dan sempit, disaat berpapasan mobil dan adanya kerusakan jalan membuat kemacetan, sehingga harus antri untuk melewati jalan," tambahnya.

Setelah dilakukan pembangunan jalan inpres yang lebih lebar ini, saat ini desa Dukun dan sekitarnya dapat merasakan kenyamanan dan lebih terjamin keselamatannya dalam beraktivitas sehari-hari. Selain itu adanya jalan baru ini transportasi kendaraan yang melintas lebih lancar.

Editor: Maswin (maswin.investorID@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #program-jokowi-10-tahun #inpres-jalan-daerah-ijd #konektivitas-desa #evakuasi-bencana #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/infrastructure/374343/pembangunan-ijd-di-lereng-merapi-permudah-aktivitas-dan-konektivitas-warga