Kerusuhan Persib Vs Persija, Saat Pilar Maung Merasa Tak Aman di Kandang Sendiri...
Nick Kuipers, bersuara tentang kerusuhan usai laga Persib vs Persija. Ia mengatakan seharusnya klub dan suporter bersatu dalam warna biru.
(Kompas.com) 24/09/24 09:30 15476685
KOMPAS.com - Nick Kuipers, bersuara tentang kerusuhan usai laga Persib vs Persija. Ia mengatakan seharusnya klub dan suporter bersatu dalam warna biru.
Kerusuhan terjadi usai pertandingan pekan keenam Liga 1 2024-2025 antara Persib vs Persija di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kab. Bandung, Senin (23/9/2024).
Tuan rumah Persib menang 2-0 berkat gol Dimas Drajad (38\') dan Dyan Kurnia (82\').
Setelah wasit meniup panjang peluit sebagai tanda laga usai, terjadi invasi penonton ke dalam lapangan Si Jalak Harupat.
Penonton turun dari Tribune Selatan dan Utara, lalu menyerang steward pertandingan yang sedang bertugas.
Momen penyerangan terhadap steward itu memuat aksi pelemparan kursi yang dilakukan oleh oknum.
“Setelah membawa gelar juara ke Bandung dan menang atas Persija, kenapa kita tidak aman bahkan di stadion kita sendiri?,” ujar bek Persib, Nick Kuipers.
Kuipers menyatakan kegelisahannya itu melalui fitur Instagram Story.
Ia menyayangkan kemenangan 2-0 Persib atas Persija harus dinodai oleh aksi kurang terpuji suporter yang menyerang steward.
“Sepak bola adalah permainan yang paling indah di dunia ini dimaksudkan untuk membawa kegembiraan, menyatukan teman, keluarga, dan orang-orang!” tulis bek asal Belanda itu.
Nick Kuipers merasa kesempatan ini sebagai momen untuk berefleksi bagi semua yang terkait dengan Persib, baik itu manajemen, pemain, staf, maupun suporter.
“Pekan ini merupakan kehilangan besar bagi kita semua. Inilah saatnya untuk menyadari bahwa kita semua memiliki tujuan yang sama. Kita seharusnya menjadi satu klub, satu tim, bersatu dalam warna biru," ujar Nick Kuipers menjelaskan.
Menurut pengamat sepak bola nasional, Akmal Marhali, kerusuhan usai duel melawan Persija berkaitan dengan kejadian usai laga Persib vs Port FC di ajang AFC Champions League 2 2024-2025 tengah pekan silam.
Usai laga AFC Champions League 2 itu, diduga terjadi tindak intimidasi kepada suporter oleh oknum pemain Persib.
“Kejadian yang sangat tidak patut dilakukan. Tapi kejadian ini sebenarnya ini imbas dari sebelumnya, di mana ketika Persib menjamu Port FC ada suporter yang dibawa ke ruang ganti yang disebut-sebut katanya dipukul oleh para pemain Persib.”
“Kemudian suporter melakukan demo di kantor Persib tapi tidak direspons. Mungkin ini imbas dari kejadian itu. Kemudian ada beberapa suporter yang meluapkan emosinya dalam lapangan,” kata Akmal Marhali menjelaskan pandangannya.
Manajemen Persib sudah mengeluarkan pernyataan resmi terkait kerusuhan yang terjadi usai partai melawan Persija.
Maung Bandung terus berkomitmen untuk menciptakan iklim sepak bola yang kondusif buat semua kalangan.
“Persib tidak dapat menoleransi dan mengecam keras oknum-oknum penonton yang melakukan pemukulan dan main hakim sendiri terhadap steward-steward yang sedang bertugas,” tulis Persib pada Selasa (24/9/2024) dini hari.
"Atas kejadian ini, Persib dan panitia pertandingan meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada para Bobotoh yang sudah tertib atas gangguan keamanan yang menodai hasil pertandingan malam hari ini. Persib juga meminta maaf kepada PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) atas kejadian tersebut."
"Oknum-oknum yang tidak mendukung hal ini dipastikan tidak akan dapat lagi membeli tiket untuk menonton pertandingan-pertandingan Persib secara langsung di stadion di masa datang," demikian bunyi petikan dari pernyataan resmi Persib.
#persib-vs-persija #liga-1-2024-2025 #kerusuhan-persib-vs-persija