Momen Haru Jokowi Pamit di Pasar Mawar Pontianak, Bahlil dan Erick Thohir Sedih
Jokowi pamit kepada warga Pontianak di Pasar Mawar, momen haru menjelang purnatugas. Halaman all
(Kompas.com) 24/09/24 11:58 15481021
JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berpamitan jelang purnatugasnya kepada warga di Pasar Mawar, Pontianak, Kalimantan Barat, pada Selasa (23/9/2024).
Kunjungan ini dilakukan untuk meninjau langsung harga dan ketersediaan sejumlah bahan pokok menjelang akhir masa jabatannya.
“Karena sebulan lagi saya akan purna tugas, saya mohon maaf dan keikhlasan kepada bapak/ibu sekalian apabila dalam 10 tahun saya memimpin negara ini ada hal-hal yang kurang berkenan, ada kesalahan, kekhilafan, dan kekurangan,” ujar Jokowi kepada warga, seperti dikutip dari siaran pers Sekretariat Presiden.
Kegiatan pamit ini merupakan tradisi yang dilakukan oleh Kepala Negara menjelang akhir masa kepemimpinannya, khususnya di pasar-pasar yang dikunjungi.
Jokowi menekankan bahwa kegiatan ini penting sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan kepada masyarakat yang selama ini mendukung pemerintahannya.
“Ya kan penting lah, datang dengan muka, purna tugas juga dengan pamit dan minta maaf,” tambahnya.
Dalam kunjungannya, Jokowi juga menyampaikan bahwa harga-harga di Pasar Mawar relatif stabil, bahkan beberapa komoditas mengalami penurunan.
“Misalnya bawang merah yang biasanya di atas Rp 30.000, sekarang sudah turun menjadi Rp 26.000. Bawang putih juga Rp 34.000, dan cabai rawit Rp 60.000. Dibandingkan dengan pasar-pasar lain di Jawa, saya kira hampir sama,” jelasnya.
Presiden juga menekankan bahwa pemerintah akan terus memastikan ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi untuk menjaga stabilitas harga di pasar.
“Kita akan mengatur pasokannya saja, pasokan selalu ada, distribusi tidak terhambat, transportasi tidak terhambat, saya kira semuanya akan baik,” ungkapnya.
Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia yang turut mendampingi Jokowi dalam kegiatan tersebut, mengaku merasa sedih dengan momen pamitan itu.
“Sedih, sedih. Sedih enggak?” tanya Erick kepada Bahlil di pasar.
“Sedih,” jawab Bahlil singkat.
“Pamitan beliau,” kata Erick lagi.
“Pamit ke rakyat,” tambah Bahlil.