KRI Bima Suci Berlayar dari Rusia ke Jepang, Lanjutkan Misi Diplomasi Muhibah Duta Bangsa
KRI Bima Suci lanjutkan misi diplomasi muhibah duta bangsa dan latihan praktik Kartika Jala Krida 2024 ke Jepang, setelah sandar 4 hari di Rusia Halaman all
(Kompas.com) 24/09/24 13:32 15485360
JAKARTA, KOMPAS.com - Kapal layar latih tiang tinggi kebanggaan TNI Angkatan Laut (AL), KRI Bima Suci melanjutkan pelayaran misi diplomasi muhibah duta bangsa dan latihan praktik (Lattek) Kartika Jala Krida 2024 (KJK 2024) ke Kota Yokosuka, Jepang pada Selasa (24/9/2024).
KRI Bima Suci berlayar menuju Jepang pasca singgah di Rusia selama empat hari.
Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan, pelayaran tersebut merupakan implementasi dari cita-cita bangsa, yakni menciptakan persahabatan dan memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat dunia.
“Maka dari itu, para prajurit yang ditugaskan harus bangga karena merupakan bagian dari kepercayaan yang diberikan oleh negara," kata Ali dalam keterangannya, Selasa.
Adapun KRI Bima Suci dikomandani oleh Letkol Laut (P) Hastaria Dwi Prakoso.
Keberangkatan KRI Bima Suci dilepas langsung oleh Commander Officer of Varyag 011 1st rank Captain Konstantin Petrov, Athal, Kolonel Laut (T) Febri Yakob Paruntu dan para prajurit Russian Navy.
KRI Bima Suci rencananya berlayar selama tujuh hari pada etape kedelapan dan dijadwalkan tiba di Jepang pada 1 Oktober 2024.
KRI Bima Suci membawa 98 personel KRI dan 189 Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) yang dibagi menjadi empat gelombang. Sebelumnya, kapal telah singgah di kota Vladivostok sejak 21 sampai 24 September 2024.
Dalam persinggahannya, KRI Bima Suci telah melaksanakan berbagai kegiatan seperti Open Ship, Cocktail Party, Sport Activity, dan Cultural Visit.
Untuk diketahui, Yokosuka akan menjadi kota kedelapan yang disinggahi KRI Bima Suci pada misi pelayaran 2024.
Rencananya, KRI Bima Suci akan melaksanakan pelayarannya selama 90 hari dengan menempuh jarak 10.715 kilometer.
Rute yang ditempuh mulai dari Surabaya-Jakarta-Singapura-Kamboja-Vietnam-China-Korea Selatan-Rusia-Jepang-Filipina-Balikpapan dan kembali lagi ke Pangkalan Surabaya pada Oktober mendatang.