Lebih dari 10 Korban Steward Alami Luka, Pasca Kerusuhan Brutal Laga Persib vs Persija
Pasca laga Persib vs Persija, kerusuhan brutal pecah. Oknum Bobotoh lakukan kekerasan brutal kepada steward.
(Kompas.com) 24/09/24 13:02 15485367
BANDUNG, KOMPAS.com - Kerusuhan pecah usai laga bergengsi Liga 1 2024-2025 antara Persib Bandung vs Persija Jakarta, Senin (23/9/2024) di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung.
Steward atau petugas keamanan menjadi bulan-bulanan kelompok Bobotoh yang turun ke lapangan. Mereka mengeroyok steward berbaju hitam-hitam rompi kuning.
Tindak kekerasan sangat jelas disaksikan lewat bukti video yang beredar di jagat maya media sosial dan viral.
Betapa menyedihkan dan teganya situasi yang terlihat, sampai bangku diperuntukkan untuk fotografer pertandingan menjadi alat melakukan kekerasan tersebut.
Sehari pasca-kerusuhan, didapati informasi yang dihimpun Kompas.com dari berbagai sumber, ada lebih dari 10 korban steward yang mengalami luka-luka. Lebih dari lima orang di antaranya dirujuk ke rumah sakit.
Mereka yang dirujuk, telah dipulangkan dan akan dipantau kondisinya kemudian. Mayoritas mengalami luka pada bagian wajah dan kepala.
Informasi ini akan terus dipantau hingga pihak Ship Security Officer (SSO) atau pihak bersangkutan dalam pelaksana pertandingan, mengeluarkan informasi resmi yang lebih valid dan bisa dipertanggung jawabkan.
KOMPAS.com/ADIL NURSALAM Kerusuhan terjadi usai laga Persib Bandung vs Persija Jakarta dalam pekan keenam Liga 1 2024-2025, Senin (23/9/2024) di Stadion Si Jalak Harupat (SJH) Soreang, Kabupaten Bandung.Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Arya Sinulingga mengungkapkan, klub tuan rumah tidak bisa lepas tangan soal kerusuhan pasca-laga Persib vs Persija.
“Ini yang memang masuk ranah hukum harus masuk ranah hukum, tapi di sisi lain klub harus bertanggung jawab juga terhadap kondisi ini, tidak boleh lepas tangan,” kata Arya.
“Jadi kita harap klub secepatnya juga menyelesaikan masalah ini, masalah mereka dengan suporter, di sisi lain juga diharapkan kalau ada tindakan kriminal diselesaikan secara hukum,” jelasnya
Ia kembali menegaskan tidak ada kata toleransi dalam kekerasan di dalam lapangan.
“Tidak ada kata tolerir untuk kekerasan di dalam lapangan, alasan apa pun tidak dipakai untuk itu. Jadi itu harus ditegaskan,” tegasnya.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir merespons tegas persoalan kerusuhan yang pecah dalam duel panas Persib vs Persija. Ia menyesalkan kericuhan tersebut bisa terjadi.
Baginya ini harus menjadi tanggung jawab dan evaluasi total dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan meminta untuk mengusut kejadian yang melibatkan suporter Persib, manajemen pertandingan, dan steward.
"Di tengah upaya menjaga agar kompetisi berjalan lancar dan damai, saya sungguh menyesalkan mengapa masih terjadi keributan suporter. Memang bukan di tengah laga, yang saya dapati laporan berjalan lancar. Tapi kejadian setelah pertandingan.”
“Ini yang harus menjadi tanggung jawab dan evaluasi total LIB serta mengusut kejadian ini baik supporter, manajemen pertandingan termasuk steward-nya,” begitu isi rilis yang didapat awak media.
Erick Thohir akan tunggu laporan dari LIB, sungguh hal yang keji bagaimana suporter bisa mengintimidasi petugas di lapangan secara brutal hingga kursi pun melayang kepada korban.
"Saya tunggu laporan dari LIB. Tapi melihat dari tayangan video yang beredar di medsos, tampak bagaimana suporter bisa turun ke lapangan setelah laga, lalu mengintimidasi para petugas di lapangan, ini yang perlu ditelusuri oleh LIB. Mengapa bisa terjadi?,” ungkap Erick.
“Bagaimana manajemen pertandingan saat itu dijalankan LIB? Kita tidak boleh toleransi pada kekerasan, dalam bentuk apa pun,” tegasnya.
#persib #persib-bandung #erick-thohir #persija #arya-sinulingga #persib-vs-persija #liga-1-2024-2025