Tempat Nongkrong Remaja yang Jasadnya Ditemukan di Kali Bekasi Minim Penerangan

Tempat Nongkrong Remaja yang Jasadnya Ditemukan di Kali Bekasi Minim Penerangan

Sepanjang Jalan Satopati, RW 04, Bojong Menteng, Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat, minim penerangan. Halaman all

(Kompas.com) 24/09/24 17:21 15491986

BEKASI, KOMPAS.com - Sepanjang Jalan Satopati, RW 04, Bojong Menteng, Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat, minim penerangan.

Berdasarkan pantauan Kompas.com pada Selasa (24/9/2024), ada tujuh penerangan jalan umum (PJU) dari pertigaan Jalan Cipendawa Baru menuju Jalan Satopati.

Rinciannya, enam pada sisi kanan Jalan Satopati dan satu pada sisi kiri Jalan Satopati. Semua PJU tersebut letaknya tak jauh dari mulut Jalan Satopati atau pertigaan Jalan Cipendawa Baru.

Pada sisi kanan Jalan Satopati atau tepat di depan Gudang Semen Merah Putih Jatiasih, berdiri sebuah gubuk atau warung kopi yang sempat dijadikan tempat 60 remaja berkumpul.

“Penerangan jarang, paling dari sana (pabrik-pabrik) doang. (PJU) enggak ada,” kata seorang pemulung sekaligus warga RT 04/RW 04, Bojong Menteng, Rawalumbu, Kota Bekasi, saat ditemui Kompas.com, Selasa (24/9/2024).

Pada sisi kiri jalan, terdapat sejumlah pabrik-pabrik industri yang salah satunya adalah Gudang Semen Merah Putih Jatiasih.

Pada sisi kanan Jalan Satopati ada kurang dari 10 gubuk atau warung kopi. Di sana juga tumbuh tanaman liar dan pepohonan.

Jarak antara pertigaan Jalan Cipendawa Baru ke gubuk ini berkisar 900 meter. Jalan tersebut sangat rusak dan banyak lubang dengan kedalaman tiga sampai lima sentimeter dan lebar hingga 10 sentimeter.

Ketua RW 04 Kelurahan Bojong Menteng, Hasan (51), membenarkan bahwa Jalan Satopati terbilang gelap jika matahari mulai terbenam.

Penerangan sepanjang Jalan Satopati hanya mengandalkan pencahayaan dari sinar lampu pabrik-pabrik tersebut.

“Secara visual kita, kan hanya ini (pabrik). Kalau lampu jalan mah enggak ada. Kita belum ada PJU nih (untuk) ke sana (ujung Jalan Satopati),” ungkap Hasan saat ditemui dalam kesempatan yang sama.

Sebagai pemangku wilayah, Hasan mengaku belum pernah ada permintaan dari warga untuk memasang PJU di sepanjang Jalan Satopati ini.

“Belum ada. Karena kan kalau menurut saya, aktivitas (di Jalan Satopati ini) bukan untuk warga juga, bukan jalan umum. Memang kawasan mini industri,” pungkas Hasan.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak tujuh jasad pria ditemukan di Kali Bekasi, belakang perumahan Pondok Gede Permai, Jatirasa, Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu (24/9/2024) pagi.

Ketujuh jenazah itu diduga merupakan bagian dari sekelompok remaja yang sebelumnya dibubarkan oleh Tim Patroli Perintis Presisi Polres Metro Bekasi Kota, Sabtu (23/9/2024) dini hari.

Berdasarkan patroli siber Tim Patroli Perintis Presisi Polres Metro Bekasi Kota dari siaran langsung sebuah akun Instagram, sebanyak 60 remaja diduga hendak tawuran.

Setelah mendatangi sebuah gubuk tepat di depan Gudang Semen Merah Putih Jatiasih, mereka melarikan diri ke arah Jalan Satopati dan ada juga ke arah Kali Bekasi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengatakan, remaja yang berkumpul di gubuk tersebut diduga sedang minum minuman keras.

Hal tersebut diketahui polisi berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap remaja yang ditangkap Tim Patroli Perintis Presisi.

“Berdasarkan informasi dari Kasat dan hasil pemeriksaan, itu diduga sedang minum minuman keras yang dikemas dalam plastik,” ujar Ade di Polda Metro Jaya, Senin (23/9/2024).

Sementara, sebanyak sembilan anggota Tim Patroli Perintis Presisi Polres Metro Bekasi Kota yang membubarkan remaja tersebut menjalani pemeriksaan oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Metro Jaya.

#7-mayat-kali-bekasi #7-jasad-di-kali-bekasi-membusuk #penemuan-7-mayat-di-kali-bekasi #mayat-di-kali-bekasi #warung-cipendawa-tempat-nongkrong-remaja

https://megapolitan.kompas.com/read/2024/09/24/17211101/tempat-nongkrong-remaja-yang-jasadnya-ditemukan-di-kali-bekasi-minim