7 Remaja yang Menceburkan Diri di Kali Bekasi Sempat Teriak Minta Tolong

7 Remaja yang Menceburkan Diri di Kali Bekasi Sempat Teriak Minta Tolong

Polisi mengatakan, tujuh remaja yang ditemukan tewas mengapung di Kali Bekasi sempat berteriak meminta tolong ke rekan-rekannya. Halaman all

(Kompas.com) 24/09/24 16:42 15492002

BEKASI, KOMPAS.com - Kapolsek Rawalumbu Kompol Sukadi mengatakan, tujuh remaja yang ditemukan tewas mengapung di Kali Bekasi, Jatiasih, Kota Bekasi, sempat berteriak meminta tolong ke rekan-rekannya yang berada di daratan.

Karena mendengar permintaan tolong itu, teman-temannya yang semula hendak ikut menyusul menceburkan diri ke sungai akhirnya memilih pasrah ditangkap tim Perintis Presisi.

"Memang ada korban yang sudah nyebur ke kali, karena ada temannya yang minta tolong akhirnya dia mundur lagi, akhirnya dia menyerahkan diri ke Tim Presisi tersebut," ujar Sukadi, Selasa (24/9/2024).

Sukadi menduga, penyebab mereka menceburkan diri ke sungai karena merasa bersalah.

Mengingat, pada saat tim Perintis Presisi menggerebek sebuah gubuk yang menjadi lokasi mereka berkumpul, terdapat berapa senjata tajam.

"Karena mungkin merasa bersalah karena mungkin ada yang membawa senjata tajam akhirnya membubarkan diri, mencari penyelamatan diri, sehingga banyak yang terjun ke kali," katanya.

Dalam penggerebekan ini, tim Perintis Presisi mendapati banyak senjata tajam yang tergeletak di sekitar gubuk. Bahkan, tim Presisi Perintis menangkap tiga remaja yang kedapatan membawa senjata tajam.

"Yang ditemukan di TKP banyak senjata tajam, tapi yang kedapatan membawa senjata tajam tiga orang," imbuh dia.

Sebelumnya diberitakan, kasus penemuan tujuh jasad remaja yang mengapung di Kali Bekasi, Jatiasih, Minggu (22/9/2024) pagi, perlahan mulai terungkap.

Mereka adalah remaja yang semula hendak melakukan aksi tawuran, tetapi kocar-kacir melarikan diri lantaran digerebek Patroli Perintis Presisi.

Kasat Reskrim Polres Metro Kota Bekasi Komisaris Audy Joize Oroh mengungkapkan ketujuh remaja itu merupakan bagian dari sekitar 60 remaja yang sedang berkumpul di gubuk di Jalan Cipendawa pada Sabtu (21/9/2024) pukul 03.00 WIB.

Gubuk atau bedeng itu terletak di Jalan Cipendawa, tepatnya di depan PT Gudang Semen Merah Putih, Bojong Menteng, Rawalumbu. Mereka menggunakan sekitar 30 unit motor yang diparkir di dekat gubuk.

"Berdasarkan keterangan saksi, diperoleh fakta bahwa di tempat tersebut mereka ini melakukan aktivitas minum-minuman keras beralkohol," ujar Audy dalam konferensi pers di kantornya, Senin.

Diduga, aktivitas itu dilakukan sebelum aksi tawuran. Sebab, mereka juga membawa aneka jenis senjata tajam.

Sekitar pukul 03.30 WIB, tim Patroli Perintis Presisi melintasi jalan itu.

Melihat kehadiran polisi, para remaja takut serta melarikan diri ke berbagai arah. Ada yang berlarian ke perumahan warga. Ada pula yang kabur ke arah Kali Bekasi.

"Dari keterangan para saksi, ada beberapa orang yang meloncat ke Kali bekasi dan ada beberapa yang memang tidak berani untuk meloncat karena melihat kondisi tempat yang tidak memungkinkan dan gelap," ungkap Audy.

Polisi hanya bisa meringkus para remaja yang tidak berani menceburkan diri ke Kali Bekasi dan beberapa remaja yang kabur ke perumahan warga. Sementara itu, para remaja yang nekat terjun ke Kali Bekasi tidak dihiraukan lagi.

Total, polisi mengamankan 22 remaja pada dini hari itu. Tiga orang remaja di antaranya kedapatan membawa aneka senjata tajam.

Barang bukti yang diperoleh, yakni 21 bilah senjata tajam, 30 unit sepeda motor, dan 8 unit telepon genggam.

Rupanya, nasib nahas menimpa para remaja yang nekat melarikan diri dengan cara menceburkan diri ke kali. Pada Minggu pagi, warga menemukan tujuh jasad remaja mengapung di Kali Bekasi.

#7-mayat-di-kali-bekasi-pelaku-tawuran #7-jasad-remaja-di-kali-bekasi #penemuan-7-mayat-di-kali-bekasi

https://megapolitan.kompas.com/read/2024/09/24/16424381/7-remaja-yang-menceburkan-diri-di-kali-bekasi-sempat-teriak-minta-tolong