Polisi Sebut 7 Remaja Menceburkan Diri ke Kali Bekasi karena Takut Hadapi Tim Presisi

Polisi Sebut 7 Remaja Menceburkan Diri ke Kali Bekasi karena Takut Hadapi Tim Presisi

Polisi pastikan tujuh remaja yang tewas di Kali Bekasi menceburkan diri ke kali. Mereka diduga takut menghadapi polisi. Halaman all

(Kompas.com) 24/09/24 16:39 15492003

BEKASI, KOMPAS.com - Kapolsek Rawalumbu Kompol Sukadi memastikan, tujuh remaja yang ditemukan tewas di Kali Bekasi, Jatiasih, Kota Bekasi, menceburkan diri.

Sukadi menduga, ketujuh remaja ini meloncat ke sungai karena takut Tim Perintis Presisi mengetahui adanya senjata tajam di lokasi mereka berkumpul.

"Karena mungkin merasa bersalah karena mungkin ada yang membawa senjata tajam akhirnya membubarkan diri, mencari penyelamatan diri, sehingga banyak yang terjun ke kali," ujar Sukadi Selasa (24/9/2024).

Setelah menceburkan diri, Sukadi mengatakan, mereka yang menceburkan diri sempat berteriak meminta tolong ke rekan-rekannya yang belum sempat menceburkan diri.

Sementara, rekan-rekannya yang semula hendak menyusul meloncat ke sungai akhirnya memilih untuk ditangkap Tim Perintis Presisi.

"Memang ada korban yang sudah nyebur ke kali karena ada temannya yang minta tolong akhirnya dia mundur lagi, akhirnya dia menyerahkan diri ke Tim Presisi tersebut," ungkap Sukadi.

Sukadi juga mengatakan bahwa tim Perintis Presisi mengetahui adanya sebagian remaja yang meloncat ke sungai.

"Tahu, tahu," katanya.

Diberitakan, kasus penemuan tujuh jasad remaja yang mengapung di Kali Bekasi, Jatiasih, Minggu (22/9/2024) pagi, perlahan mulai terungkap.

Mereka adalah remaja yang semula hendak melakukan aksi tawuran, tetapi kocar-kacir melarikan diri lantaran digerebek Patroli Perintis Presisi.

Kasat Reskrim Polres Metro Kota Bekasi Komisaris Audy Joize Oroh mengungkapkan ketujuh remaja itu merupakan bagian dari sekitar 60 remaja yang sedang berkumpul di gubuk di Jalan Cipendawa pada Sabtu (21/9/2024) pukul 03.00 WIB.

Gubuk atau bedeng itu terletak di Jalan Cipendawa, tepatnya di depan PT Gudang Semen Merah Putih, Jatiasih.

Mereka menggunakan sekitar 30 unit motor yang diparkir di dekat gubuk.

"Berdasarkan keterangan saksi, diperoleh fakta bahwa di tempat tersebut mereka ini melakukan aktivitas minum-minuman keras beralkohol," ujar Audy dalam konferensi pers di kantornya, Senin.

Diduga, aktivitas itu dilakukan sebelum aksi tawuran. Sebab, mereka juga membawa aneka jenis senjata tajam.

Sekitar pukul 03.30 WIB, tim Patroli Perintis Presisi melintasi jalan itu.

Melihat kehadiran polisi, para remaja takut serta melarikan diri ke berbagai arah. Ada yang berlarian ke perumahan warga. Ada pula yang kabur ke arah Kali Bekasi.

"Dari keterangan para saksi, ada beberapa orang yang meloncat ke Kali bekasi dan ada beberapa yang memang tidak berani untuk meloncat karena melihat kondisi tempat yang tidak memungkinkan dan gelap," ungkap Audy.

Polisi pun hanya bisa meringkus para remaja yang tidak berani menceburkan diri ke Kali Bekasi dan beberapa remaja yang kabur ke perumahan warga. Sementara itu, para remaja yang nekat terjun ke Kali Bekasi tidak dihiraukan lagi.

Total, polisi mengamankan 22 remaja pada dini hari itu. Tiga orang remaja di antaranya kedapatan membawa aneka senjata tajam.

Barang bukti yang diperoleh, yakni 21 bilah senjata tajam, 30 unit sepeda motor, dan 8 unit telepon genggam.

Rupanya, nasib nahas menimpa para remaja yang nekat melarikan diri dengan cara menceburkan diri ke kali. Pada Minggu pagi, warga menemukan tujuh jasad remaja mengapun di Kali Bekasi.

Ketujuh jasad remaja itu kini masih disimpan di RS Bhayangkara Kramat Jati, Jakarta Timur. Perwakilan keluarga yang kehilangan anggotanya berdatangan untuk mengecek apakah salah satu di antaranya adalah anggota keluarganya atau bukan.

#7-jasad-di-kali-bekasi-membusuk #7-orang-meninggal-di-kali-bekasi #penemuan-7-mayat-di-kali-bekasi #mayat-di-kali-bekasi #tersangka-kasus-penemuan-7-mayat-di-kali-bekasi

https://megapolitan.kompas.com/read/2024/09/24/16392521/polisi-sebut-7-remaja-menceburkan-diri-ke-kali-bekasi-karena-takut-hadapi