Dua Kemitraan Strategis Pertamina Geothermal (PGEO) Bernilai Rp 5 Triliun
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) menandatangani sejumlah kemitraan strategis. Dua di antaranya bernilai investasi Rp 5,54 triliun. - Halaman all
(InvestorID) 24/09/24 12:43 15492806
JAKARTA, investor.id – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) menandatangani sejumlah kemitraan strategis. Dua di antaranya memiliki nilai investasi total mencapai US$ 365 juta atau setara Rp 5,54 triliun.
Total investasi tersebut masing-masing berasal dari kerja sama antara PGEO dan PLN Indonesia Power (PLN IP) dengan investasi tahap awal sebesar US$ 165 juta, serta kesepakatan nota kesepahaman antara PGEO dan Badan Usaha Milik Pemerintah Kenya, Geothermal Development Company (GDC), senilai US$ 200 juta.
Direktur Utama Pertamina Geothermal Energy (PGEO), Julfi Hadi menyampaikan, kerja sama strategis PGEO dan PLN IP bertujuan untuk meningkatkan kapasitas di beberapa pembangkit listrik panas bumi milik PGEO melalui proses co-generation, yang berpotensi menambah kapasitas sebesar 230 MW.
“Tahap awal kerja sama co-generation akan menambah kapasitas 45 MW, yaitu di PLTP Lahendong Binary Unit (15 MW) dan PLTP Ulubelu Binary Unit (30 MW) dengan investasi US$ 165 juta,” ungkap Julfi dalam keterangan resminya dikutip, Selasa (24/9/2024).
Sedangkan, kolaborasi PGEO dan GDC bertujuan untuk menjajaki pengembangan lapangan panas bumi Suswa. Proyek yang berlokasi di Kenya ini diklaim mempunyai potensi kapasitas untuk dikembangkan hingga mencapai 100 MW.
Di luar dua kemitraan tersebut, anak usaha Grup Pertamina ini juga menandatangani sejumlah kerja sama lain dengan beberapa perusahaan afiliasi untuk menciptakan ekosistem manufaktur, jasa, dan teknologi terdepan di industri panas bumi.
Perusahaan-perusahaan afiliasi itu meliputi penandatangaan joint development agreement (JDA) PGEO dan PT Elnusa Tbk (ELSA) serta Multifab untuk pengembangan dan manufaktur komponen heat exchanger.
Kemudian, PGEO dan Pertamina Maintenance and Construction meneken Joint Development Agreement/JDA terkait jasa operation and maintenance. Selain itu, JDA antara PGEO dan PT PGAS Solution, anak usaha PGAS, yang berfokus pada jasa EPCC sektor panas bumi. Perjanjian lisensi teknologi Flow2max antara PGEO dan PT Sigma Cipta Utama.
Julfi mengapresiasi, antusiasme para mitra dalam bekerja sama dengan PGE. Menurutnya, kemitraan strategis tersebut dapat terlaksana bukan hanya karena kemampuan dan kredibilitas PGE dalam memimpin pengembangan panas bumi, tetapi juga karena kesadaran seluruh pihak terhadap pentingnya kolaborasi lintas sektor.
“Pelaku industri kini membuka pintu berkolaborasi untuk menciptakan ekosistem panas bumi yang ideal dan mengatasi tantangan yang ada. Kolaborasi adalah kunci mempercepat pengembangan energi panas bumi untuk mendukung agenda transisi energi nasional dan pencapaian target net zero emission (NZE) pada 2060,” tutup Julfi.
Editor: Muawwan Daelami (muawwandaelami@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #pgeo #saham-pgro #pertamina-geothermal-energy-pgeo #grup-pertamina #pge #pltp #panas-bumi #berita-ekonomi-terkini