BREN Keluar dari Indeks FTSE, Analis Sebut Pergerakan Saham Bakal Pulih
PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dikabarkan keluar indeks FTSE Global Equity Index karena dianggap tidak memenuhi persyaratan free float. Halaman all
(Kompas.com) 24/09/24 18:16 15493371
JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan pembangkit geotermal, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dikabarkan keluar indeks FTSE Global Equity Index karena dianggap tidak memenuhi persyaratan free float.
Direktur Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan, pada dasarnya keluarnya BREN dari indeks FTSE tidak memengaruhi kinerja secara fundamental, tapi sentimen tersebut tentu dianggap negatif secara pergerakan harga saham.
"Namun kami percaya, pergerakan saham akan pulih meskipun tekanan belum usai secara jangka pendek. Hal ini terlihat dari pergerakan saham BREN yang hari ini sempat naik hingga ke 7.925 (hari ini)," kata dia ketika dihubungi Kompas.com, Selasa (24/9/2024).
SHUTTERSTOCK/JIRAPONG MANUSTRONG Ilustrasi saham, pasar saham, transaksi saham.Ia menambahkan, FTSE merupakan indeks global yang menjadi tolok ukur bagi banyak fund manager global. Oleh sebab itu, keluarnya BREN akan memberikan dampak secara citra.
"Karena gagal masuk ke dalam indeks global," imbuh dia.
Menurut Nico, kinerja BREN masih sangat baik secara fundamental.
"Tetapi secara valuasi kami belum memberikan rekomendasi," tutup dia.
Sementara itu, Research Division MNC Sekuritas T Herditya Wicaksana mengatakan, koreksi saham BREN selama dua hari berturut-turut kemarin berpengaruh cukup besar bagi pergerakan IHSG. Hal tersebut tampak dari pergerakan IHSG pada Jumat (20/9/2024).
Pria yang karib disapa Didit itu menjelaskan, BREN memiliki kapitalisasi pasar (market cap) yang relatif besar.
SHUTTERSTOCK/THAPANA STUDIO Ilustrasi saham. Window dressing adalah strategi yang digunakan oleh manajer investasi atau perusahaan untuk mempercantik laporan kinerja mereka sebelum disajikan kepada klien atau pemegang saham."Saat ini market cap BREN menduduki peringkat dua setelah BBCA dan membawa dampak yang cukup besar apabila terkoreksi signifikan, terlebih hingga Auto Rejection Bawah (ARB)," kata dia.
"Untuk saat ini, BREN mampu menguat, jadi trading buy terlebih dahulu dengan support 7.050 dan resist di 7.925, untuk TP 8.275 sampai 8.625," timpal dia.
Sebagai informasi, perusahaan pembangkit geotermal, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) buka suara atas kabar keluarnya saham dari FTSE Global Equity Index karena dianggap tidak memenuhi persyaratan free float.
Direktur dari Corporate Secretary PT Barito Renewables Energy Tbk Merly mengatakan, pemegang saham mayoritas adalah PT Barito Pacific Tbk (BRPT), Green Era Energy Pte Ltd (GE), Jupiter Tiger Holdings, dan Prime Hill Funds, memegang 97 persen saham perseroan saat proses penerbitan saham perdana atau initial public offering (IPO) pada 2023.
Pada saat perdana melantai di bursa, Barito Pacific memegang 64,6 persen saham BREN, kemudian Green Era Energy Pte Ltd sebesar 23,6 persen, Jupiter Tiger Holdings 4,36 persen, dan Prime Hill Funds 4,36 persen.
Merly melanjutkan, informasi kepemilikan saham oleh 4 pemegang saham adalah untuk keperluan IPO.
"Namun demikian, setelah IPO sampai tanggal 19 September 2024, terdapat perubahan porsi dari empat pemegang saham tersebut menjadi 95,97 persen," tulis dia dalam keterbukaan informasi, dikutip Senin (23/9/2024).
Sebelumnya, BREN dinilai tidak memenuhi aturan free foat restriction alias restriksi batas minimal saham yang dimiliki oleh pemegang saham publik.
Hal itu terkait aturan konsentrasi pemegang saham tinggi dan kebijakan serta pedoman penghitungan ulang FTSE Russell. Aturan ini bertujuan untuk menghindari konsentrasi tinggi pemegang saham tertentu dalam saham yang menjadi konstituen indeks FTSE.
Dalam hal ini, FTSE melihat, ada empat pemegang saham yang mengendalikan 97 persen dari total saham yang diterbitkan. Oleh karena itu, BREN dikeluarkan dari Indeks FTSE Russel efektif mulai Rabu (25/9/2024).
"BREN efektif masuk pada pembukaan hari Senin, 23 September 2024, akan dihapus dari Indeks FTSE Russel mulai pembukaan hari Rabu, 25 September 2024. Ini akibat ada empat pemegang saham yang menguasai 97 persen dari total saham yang diterbitkan BREN," ujar FTSE dalam sebuah pengumuman.
Sebelumnya, BREN dijadwalkan masuk ke dalam indeks FTSE Global Equity Series - Large Cap yang akan berlaku per 20 September 2024 dan efektif pada 23 September 2024.
#pergerakan-saham #bren #barito-renewables-energy #saham-bren