Mengenal Sejarah Hari Raya Galungan, Rayakan Kemenangan Dharma
Umat Hindu di Indonesia, termasuk Bali, akan merayakan Hari Suci Galungan pada Rabu (25/9/2024) esok. Lantas, bagaimana sejarah dan maknanya? Halaman all
(Kompas.com) 24/09/24 20:48 15505724
KOMPAS.com – Hari Suci Galungan, atau kerap disebut sebagai Hari Raya Galungan, termasuk hari yang penting bagi umat Hindu di Indonesia, termasuk di Bali.
Perayaan hari suci ini dilakukan dalam 210 hari sekali, dihitung berdasarkan wuku. Tahun ini, Hari Suci Galungan jatuh pada Rabu (25/9/2024) esok.
Lantas, bagaimana dengan sejarah Hari Suci Galungan?
- 6 Tradisi Hari Raya Galungan di Bali, Ada Mengarak Barong
- 7 Tempat Melihat Perayaan Galungan di Bali
Sejarah Hari Suci Galungan
Dilaporkan oleh Kompas.com, Senin (6/6/2022), Hari Suci Galungan tidak bisa dipastikan sejarah perayaannya. Khususnya tentang siapa yang merayakan pertama kali dan kapan.
Namun, berdasarkan lontar Purana Bali Dwipa, Hari Suci Galungan pertama kali dirayakan pada Purnama Sasih Kapat (hitungan bulan keempat), pada Budha Kliwon (wuku) Dungulan tahun 882 Masehi atau tahun Saka 804.
“Galungan berasal dari bahasa Jawa Kuno yang artinya bertarung atau disebut juga \'dungulan\' yang artinya menang,” kata Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Banten, Ida Bagus Alit Wiratmaja kepada Kompas.com, Selasa (24/9/2024).
Ida Bagus menjelaskan, sebenarnya perbedaannya hanya terdapat dalam penyebutan yakni Wuku Galungan (di Jawa) dan Wuku Dungulan (di Bali), tapi artinya sama yaitu wuku yang kesebelas.
KOMPAS/I GUSTI NGURAH DHARMA YUDHA Penjor yang dihiasi oleh hasil bumi pada perayaan Galungan di Bali"Wuku adalah kalender Bali yang mana perhitungannya satu wuku sama dengan tujuh hari dan satu tahun kalender wuku terdapat 420 hari," tutur Ida Bagus.
"Hari raya Galungan diperingati oleh umat Hindu Dharma Indonesia untuk menyatukan kekuatan rohani supaya mendapat pikiran, perkataan dan perbuatan yang benar, serta memiliki pendirian yang tenang dan bijaksana," tambah dia.
Adapun Hari Suci Galungan dirayakan sebanyak dua kali dalam setahun kalender Masehi, tepatnya setiap hari Rabu pada wuku Dungulan.
"Perayaan Galungan merupakan tradisi Bali, karena Hindu yang ada di India tidak mengenal hari Raya Galungan," ucapnya.
Ia menambahkan, banyak orang menilai bahwa tradisi Bali dijiwai oleh ajaran Hindu. Namun, pada praktiknya, agama Hindu yang datang disesuaikan dengan praktik tradisi dan budaya atau kearifan lokal yang sudah ada sebelum agama-agama datang ke Indonesia.
View this post on Instagram
Makna dan tujuan Hari Suci Galungan
ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF Umat Hindu bersembahyang bersama saat Hari Raya Galungan di Pura Jagatnatha, Denpasar, Bali, Rabu (28/2/2024). Umat Hindu melakukan persembahyangan di tiap-tiap pura yang ada di Bali untuk merayakan Hari Galungan yang merupakan hari kemenangan kebenaran (Dharma) atas kejahatan (Adharma). ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/nym.Hari Suci Galungan dimaknai sebagai peringatan hari suci kemenangan dharma (kebaikan) melawan adharma (keburukan).
Pada hari tersebut, para umat Hindu merayakan dan menghaturkan puja dan puji syukur serta ucapan terima kasih kepada Ida Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa).
Makna Hari Suci Galungan tertuang dalam lontar Sunarigama yang berbunyi, "Budha Kliwon Dungulan Ngaran Galungan patitis ikang janyana samadhi, galang apadang maryakena sarwa byapaning idep".
Artinya, Rabu Kliwon Dungulan namanya Galungan, arahkan bersatunya rohani supaya mendapatkan pandangan yang terang untuk melenyapkan segala kekacauan pikiran.
Wikimedia Commons Mapeed, salah satu tradisi Hari Raya Galungan di BaliMenurut Ida Bagus, inti Hari Suci Galungan adalah menyatukan kekuatan rohani agar mendapat pikiran dan pendirian yang terang.
Bersatunya rohani dan pikiran yang terang inilah wujud dharma dalam diri, sedangkan segala kekacauan pikiran itu (byaparaning idep) adalah wujud adharma.
Ia melanjutkan, PHDI menyimpulkan, Hari Suci Galungan mempunyai arti pawedalan jagat atau oton gumi.
Hal tersebut bukan berarti gumi atau jagat lahir pada hari Budha Kliwon (wuku) Dungulan, melainkan hari tersebut ditetapkan agar umat Hindu di Bali bersembahyang dan menghaturkan terima kasih kepada Ida Sang Hyang Widhi atas terciptanya dunia, beserta isinya.
View this post on Instagram
#hari-raya-galungan-september-2024 #sejarah-hari-raya-galungan #perayaan-hari-raya-galungan #galungan-kuningan-2024 #hari-raya-galungan-2024 #hari-raya-galungan-kapan