Hari Raya Galungan 2024: Kapan, Makna, dan Rangkaian

Hari Raya Galungan 2024: Kapan, Makna, dan Rangkaian

Hari Suci Galungan atau Hari Raya Galungan jatuh pada Rabu (25/9/2024). Simak makna dan rangka Hari Raya Galungan berikut ini. Halaman all

(Kompas.com) 25/09/24 08:04 15531933

KOMPAS.com – Hari Suci Galungan menjadi salah satu hari suci yang penting bagi umat Hindu di Indonesia.

Kerap dikenal sebagai Hari Raya Galungan, hari suci tersebut dikaitkan dengan kemenangan dharma (kebaikan) melawan adharma (keburukan).

Kapan Hari Suci Galungan 2024?

Hari Raya Galungan dirayakan dua kali dalam setahun, tepatnya setiap 210 hari sekali atau enam bulan sekali, mengikuti kalender Bali yang disebut wuku.

"Wuku adalah kalender Bali yang mana perhitungannya satu wuku sama dengan tujuh hari dan satu tahun kalender wuku terdapat 420 hari," tutur Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Banten, Ida Bagus Alit Wiratmaja kepada Kompas.com, Selasa (24/9/2024).

Pada tahun 2024, Hari Suci Galungan pertama dirayakan pada Rabu (28/2/2024), dan yang kedua jatuh pada Rabu (25/9/2024) esok.

Galungan selalu diperingati pada hari Rabu Kliwon karena mengikuti wuku Dungulan dalam penanggalan Bali.

Makna Hari Suci Galungan

KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Umat Hindu bersembahyang saat Hari Raya Galungan, Rabu (14/4/2021). Hari raya Galungan merupakan Hari Raya Suci Agama Hindu yang jatuh setiap 6 bulan sekal.

Menurut Ida Bagus, pada Hari Suci Galungan, umat Hindu menghaturkan syukur serta ucapan terima kasih kepada Ida Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa).

Inti dari hari suci ini, lanjutnya, adalah menyatukan kekuatan rohani agar mendapat pikiran dan pendirian yang terang.

Bersatunya rohani dan pikiran yang terang ini menjadi wujud dharma dalam diri, sedangkan kekacauan pikiran itu (byaparaning idep) adalah wujud adharma.

Rangkaian Hari Suci Galungan

KOMPAS/I GUSTI NGURAH DHARMA YUDHA Penjor yang dihiasi oleh hasil bumi pada perayaan Galungan di Bali

Perayaan Hari Suci Galungan tidak dilaksanakan sendiri. Sebab, sebelum dan setelah hari suci tersebut terdapat perayaan lain.

Dilaporkan oleh Kompas.com, Rabu (4/1/2023), sebelum Hari Suci Galungan ada Tumpek Wariga, Sugihan Jawa, Sugihan Bali, Hari Penyekeban, Hari Penyajan, dan Hari Penampahan.

Masing-masing acara tersebut memiliki makna tersendiri. Hari Penampahan, misalnya, terjadi sehari sebelum Hari Suci Galungan.

Biasanya umat Hindu sibuk membuat penjor dan melakukan persiapan lain sebelum Hari Suci Galungan

Secara garis besar, pada Hari Suci Galungan, umat Hindu menghaturkan banten atau sesajen yang terbuat dari hasil bumi, kue, dan air suci.

Mereka juga bersembahyang di pura, dengan mengenakan pakaian tradisional dan membawa sesajen dari tempat suci di rumah masing-masing,

Ida Bagus menuturkan, umat Hindu juga umumnya memasang penjor di depan rumah. Penjor merupakan tiang bambu yang dihiasi janur dan berbagai hiasan warna-warni guna melambangkan hubungan antara bumi dan langit, serta menggambarkan keindahan alam semesta dan kemakmuran.

Selain persembahyangan di pura, tradisi saling berkunjung antar keluarga, atau simakrama, menjadi momen penting. Biasanya tradisi ini dilakukan satu hari setelah Hari Suci Galungan, yang biasa disebut Manis Galungan.

#makna-hari-raya-galungan #hari-raya-galungan-25-september #hari-raya-galungan-kapan #hari-raya-galungan-tahun-2024 #hari-raya-galungan-2024 #hari-raya-galungan-september-2024 #perayaan-hari-raya-galu

https://travel.kompas.com/read/2024/09/25/080400727/hari-raya-galungan-2024--kapan-makna-dan-rangkaian