Saham Bumi Minerals (BRMS) Melejit, Antam (ANTM) Kok Begini?

Saham Bumi Minerals (BRMS) Melejit, Antam (ANTM) Kok Begini?

Saham Bumi Minerals (BRMS) sudah melejit 20% lebih dalam 1 pekan. Sedangkan saham Antam (ANTM) baru naik 4%. - Halaman all

(InvestorID) 25/09/24 11:21 15532435

JAKARTA, investor.id - Emiten seperti PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dan PT Aneka Tambang Tbk atau Antam (ANTM) tentu bisa diuntungkan dengan harga emas yang terus naik.

Harga emas melonjak 1% dan reli rekor tertinggi pada Selasa (24/9/2024). Hal itu didorong meningkatnya ketegangan di Timur Tengah serta ekspektasi pemangkasan suku bunga di Amerika Serikat (AS). Kondisi ini memperkuat daya tarik emas sebagai aset safe-haven bagi investor. Sepanjang 2024, harga emas tercatat telah naik hingga 28%.

Dikutip dari CNBC internasional, harga emas spot melonjak 1,1% menjadi US$ 2.656,38 per ons, setelah sebelumnya mencetak rekor di angka US$ 2.664 per ons. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS melejit 1% menjadi US$ 2.680 per ons.

Saham Bumi Resources Minerals atau Bumi Minerals (BRMS) sendiri pada sesi I perdagangan 25 September 2024, sekitar pukul 11.15 WIB ada di Rp 200 atau +3,09%. Dan dalam satu pekan terakhir saham BRMS sudah melejit 21,95%.

Sedangkan saham Antam (ANTM) pada sesi I hari ini, sekitar pukul 11.15 WIB ada di Rp 1.420 atau +0,71%. Dalam satu pekan terakhir saham Antam baru naik 4,03%.

Banyak pelaku pasar yang bertanya-tanya perbedaan kenaikan harga saham emiten itu di tengah lonjakan harga emas.

Rekomendasi

Samuel Sekuritas merekomendasikan buy saham Bumi Resources Minerals atau Bumi Minerals (BRMS). Target harga saham BRMS mencapai Rp 230.

Kenaikan produksi dan harga emas berpotensi meningkatkan performa secara keseluruhan alias menjadi penyelamat kinerja Bumi Resources Minerals. Hingga semester I-2024, emiten berkode saham BRMS tersebut mencetak pertumbuhan laba yang solid berkat kuatnya produksi emas pada kuartal II-2024 sebanyak 17,1 Koz atau melejit 78% qoq.

Selain itu, laba BRMS ditopang oleh kenaikan harga emas ke level US$ 2.336/oz atau meningkat 12%. “Kinerja yang kuat pada kuartal II-2024 membuka jalan bagi pencapaian EBIT sebesar US$ 16 juta sepanjang semester I-2024, melonjak 223,3% yoy, dengan produksi sebanyak 26,7 Koz atau melesat 251% yoy,” tulis analis Samuel Sekuritas, Farras Farhan dalam risetnya.

Namun, margin laba bersih (net profit margin/NPM) BRMS pada semester I-2024 turun menjadi 14,6%, terutama akibat biaya tunai yang lebih tinggi – tidak termasuk royalti – sebesar US$ 808,2/oz atau meningkat 42,6% yoy. Selain itu, beban bunga yang signifikan senilai US$ 1,5 juta dari peningkatan utang US$ 32 juta menjadi US$ 98 juta ytd ikut menggerus NPM.

Sedangkan untuk saham Antam (ANTM), Samuel Sekuritas merekomendasikan hold. Target harga saham ANTM dipatok sebesar Rp 1.400.

Farras mengungkapkan bahwa pertumbuhan laba Antam pada kuartal II-2024 didorong oleh peningkatan volume penjualan emas sebesar 24,6% qoq menjadi 8,86 juta ton dan lonjakan penjualan nikel hingga 136% qoq menjadi 2,36 juta wmt.

Selain itu, laba Antam disokong oleh kenaikan harga jual rata-rata (average selling price/ASP) emas sebesar 16% qoq dan nikel 7,2% qoq. “Ditambah, keuntungan dari selisih kurs sebesar Rp 316 miliar atau naik 22% qoq. Itu sekitar 20% dari laba sebelum pajak,” tulis Farras dalam risetnya.

Tetapi, menurut dia, margin EBITDA emiten berkode saham ANTM tersebut turun 880 bps yoy menjadi 5,6% pada semester I-2024. Penurunan itu akibat penjualan bijih nikel yang lebih rendah sebesar 3,4 juta wmt atau terpangkas 46% yoy. Selain itu, ASP ANTM tergerus 29,5% yoy menjadi US$ 36,3/wmt.

“Larangan ekspor bauksit dan kenaikan provisi sebesar Rp 244,3 miliar pada semester I-2024 juga semakin merugikan profitabilitas,” sebut Farras.

Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #bumi-minerals #brms #antam #antm #emas #bumi-resources-minerals #harga-emas #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/374528/saham-bumi-minerals-brms-melejit-antam-antm-kok-begini