Apa Itu Simakrama, Tradisi Sehari Setelah Hari Raya Galungan?
Satu hari setelah Hari Suci Galungan, terdapat tradisi bernama Simakrama atau Umanis Galungan. Apa itu? Halaman all
(Kompas.com) 25/09/24 15:03 15537265
KOMPAS.com – Hari Raya Galungan (Hari Suci Galungan) termasuk perayaan sakral yang diperingati umat Hindu di Indonesia, terutama di Bali, yang jatuh pada Rabu (25/9/2024) ini.
Hari Raya Galungan kerap dikaitkan dengan kemenangan dharma (kebaikan) melawan adharma (keburukan).
“Hari Raya Galungan diperingati oleh umat Hindu Dharma Indonesia untuk menyatukan kekuatan rohani sehingga mendapatkan pikiran, perkataan, dan perbuatan yang benar, serta memiliki pendirian yang tenang dan bijaksana," terang Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Banten, Ida Bagus Alit Wiratmaja kepada Kompas.com, Selasa (24/9/2024).
Dalam perayaan Hari Raya Galungan, terdapat berbagai rangkaian acara dari sebelum sampai setelah perayaan. Salah satunya adalah Simakrama atau Umanis Galungan.
- 3 Perbedaan Hari Raya Galungan dan Kuningan, Ada Waktu Perayaan
- Ucapan Hari Raya Galungan dan Kuningan: Bagaimana dan Kapan?
Apa itu Simakrama?
KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Umat Hindu bersembahyang saat Hari Raya Galungan di Pura Aditya Jaya, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (14/4/2021). Hari raya Galungan merupakan Hari Raya Suci Agama Hindu yang jatuh setiap 6 bulan sekali, persembahyangan hari raya galungan disalah satu pura terbesar di Jakarta ini tetap berjalan dengan khidmat dengan protokol kesehatan yang ketat.Ida Bagus menyampaikan, salah satu tradisi yang dilakukan sehari setelah Hari Raya Galungan adalah tradisi saling berkunjung antar keluarga atau sahabat, yang dikenal sebagai Simakrama atau Umanis Galungan.
“Untuk Simakrama, ada waktu 11 hari sebelum perayaan Hari Raya Kuningan, dan umat Hindu bebas memilih waktu untuk melakukannya, namun umumnya dilakukan sehari setelah Hari Raya Galungan," kata Ida Bagus.
Adapun dilansir dari laman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tabanan, Rabu (25/9/2024), Simakrama merupakan pertemuan dua belah pihak atau lebih, yang lahir dari keinginan untuk berbicara secara langsung dan mendalam satu dengan lainnya.
Dengan demikian, dari proses tersebut, terbangun pengetahuan, pemahaman, pengertian yang sama menuju relasi kehidupan serta kemanusiaan yang lebih baik.
Sementara itu, dikutip dari laman Pemerintah Kabupaten Buleleng, pada Umanis Galungan, umat Hindu di Indonesia akan melaksanakan persembahyangan, lalu dilanjutkan dengan Dharma Santi dan saling mengunjungi sanak saudara atau tempat rekreasi.
“Dalam rangkaian acara pada perayaan Hari Raya Galungan tidak hanya identik dengan perayaan keagamaan, tetapi juga mencerminkan makna sosial dan budaya dalam kehidupan masyarakat Bali," terang Ida Bagus.
- 6 Tradisi Hari Raya Galungan di Bali, Ada Mengarak Barong
- 7 Tempat Melihat Perayaan Galungan di Bali
View this post on Instagram
#galungan-kuningan-2024 #rangkaian-hari-raya-galungan-2024 #hari-raya-galungan-25-september #hari-raya-galungan-2024 #selamat-hari-raya-galungan-2024 #perayaan-hari-raya-galungan #hari-raya-galungan-b