Jepang Kekurangan Stok Beras

Jepang Kekurangan Stok Beras

Jepang dilaporkan menghadapi kekurangan persediaan beras dalam beberapa dekade terakhir, akibat cuaca buruk dan peningkatan wisatawan. - Halaman all

(InvestorID) 25/09/24 15:20 15538214

WASHINGTON, Investor.id – Jepang dilaporkan menghadapi kekurangan persediaan beras dalam beberapa dekade terakhir. Kondisi ini makin parah dalam beberapa bulan terakhir seiring stok yang terus menurun akibat cuaca buruk dan peningkatan jumlah wisatawan, juga kebijakan beras ketat.

“Sepanjang musim panas 2024, Jepang telah bergulat dengan kekurangan beras yang mengakibatkan supermarket-supermarket kosong, karena jumlah permintaan melebihi produksi selama tiga tahun terakhir dan menyebabkan stok menipis ke level terendah dalam lebih dari 20 tahun terakhir,” demikian bunyi laporan Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) yang diterbitkan minggu lalu, yang dilansir CNBC.  

Laporan juga menyebutkan, para konsumen menimbun lebih banyak beras sebagai persiapan musim topan Jepang dan peringatan gempa bumi besar. Bahkan pada Agustus, supermarket-supermarket kerap melaporkan kehabisan beras putih, dan banyak toko yang membatasi pembelian hingga satu kantong per orang.

Media lokal NHK pun mengaitkan kelangkaan ini dengan meningkatnya jumlah turis, yang mendorong permintaan akan sushi dan makanan berbahan dasar beras lainnya, seperti onigiri dan yakitori don.

Harga beras di Jepang dilaporkan mencapai 16.133 yen (US$ 112,67) per 60 kg pada Agustus 2024. Angka ini naik 3% dari bulan sebelumnya dan 5% lebih tinggi sejak awal tahun.

Data dari Kementerian Pertanian, Kehutanan dan Perikanan (Ministry of Agriculture, Forestry and Fisheries/MAFF) menunjukkan persediaan beras swasta Jepang mencapai 1,56 juta ton pada Juni, yang mana ini menjadi angka terendah dalam beberapa tahun terakhir.

Selain persiapan Jepang untuk menghadapi potensi bencana alam, MAFF juga mengaitkan peningkatan permintaan beras dengan masuknya wisatawan, yang meningkatkan permintaan layanan makanan.

“Konsumsi beras oleh para wisatawan diprediksi bertambah dari 19.000 ton antara Juli 2022 dan Juni 2023, menjadi 51.000 ton dari Juli 2023 hingga Juni 2024,” tutur Oscar Tjakra, analis senior di bank pangan dan pertanian global Rabobank.

Meskipun konsumsi wisatawan meningkat lebih dari dua kali lipat, lanjut Tjakra, angka tersebut masih relatif kecil dibandingkan dengan konsumsi beras domestik tahunan Jepang yang mencapai lebih dari 7 juta ton.

Sebagai informasi, Jepang menerima kedatangan 17,8 juta pengunjung di semester pertama tahun ini, jauh di atas tingkat sebelum pandemi. Tren tersebut diklaim masih berlanjut dengan kedatangan 3,3 juta wisatawan pada Juli, dan menjadi yang tertinggi yang pernah tercatat statistik pariwisata Jepang.

Di sisi lain, kondisi para petani yang sudah lanjut usia dan pensiun, serta makin sedikit generasi muda yang melanjutkan profesi petani turut mendorong penurunan produksi beras di Negeri Matahari Terbit itu.

“Serangkaian gelombang panas dan kekeringan di semester kedua tahun lalu juga mengganggu panen,” tambah Tjakra.  

Sedangkan Joseph Glauber, peneliti senior di International Food Policy Research Institute, memiliki pandangan meskipun panen beras lebih kecil dan selera orang asing terhadap sushi turut berperan, kebijakan beras di Jepang masih menjadi  faktor utama yang berkontribusi terhadap penurunan pasokan secara keseluruhan.

“Ekonomi beras Jepang sebagian besar masih terisolasi dari pasar dunia,” kata Glauber kepada CNBC.

Jepang diketahui menerapkan kebijakan tarif 778% untuk beras impor guna melindungi para petani padi. Meskipun Jepang berkomitmen mengimpor minimal sekitar 682.000 ton beras per tahun di bawah kewajiban kepada Organisasi Perdagangan Dunia, beras sebagian besar terisolasi dari konsumen Jepang dan sebagian besar digunakan untuk pengolahan dan pakan.

Ekspor beras dari Jepang juga telah melonjak enam kali lipat dari 2014 hingga 2022 menjadi hampir 30.000 ton. Demikian menurut pengamatan Tjakra dari Rabobank.

Harga beras yang lebih tinggi disebut-sebut mendorong inflasi utama Jepang lebih tinggi pada Agustus. Angkanya naik 2,8% year-on-year (yoy) karena biaya energi dan makanan yang lebih tinggi. Harga beras dan cokelat pun menjadi salah satu pendorong terbesar dalam kelompok makanan.

Editor: Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #jepang-kekurangan-stok-beras #persediaan-beras #cuaca-buruk #peningkatan-wisatawan-di-jepang #kebijakan-tarif-beras-jepang #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/international/374558/jepang-kekurangan-stok-beras