Bank Sentral China Luncurkan Stimulus, Simak Dampaknya

Bank Sentral China Luncurkan Stimulus, Simak Dampaknya

Bank sentral China, People's Bank of China (PBOC) resmi menurunkan tingkat suku bunga pinjaman satu tahun.

(Bisnis.Com) 25/09/24 22:58 15544245

Bisnis.com, JAKARTA - Bank sentral China, People\'s Bank of China (PBOC) resmi menurunkan tingkat suku bunga pinjaman satu tahun dalam upaya besar-besaran untuk menghidupkan kembali perekonomian China yang tengah menghadapi tantangan.

Pemangkasan suku bunga fasilitas pinjaman jangka menengah (medium-term lending facility/MLF) sebesar 30 basis poin, dari 2,3% menjadi 2%, menjadi langkah terbesar sejak PBOC mulai menggunakan alat moneter ini pada tahun 2016.

Langkah ini diumumkan setelah pernyataan Gubernur PBOC, Pan Gongsheng, yang mengungkapkan paket stimulus besar-besaran untuk mendukung perekonomian yang terancam spiral deflasi.

“Pemotongan adalah bagian dari paket kebijakan. Pasar terus mencermati kekuatan, frekuensi, dan sinergi langkah-langkah yang harus diambil seiring upaya China untuk mencapai hal ini target pertumbuhan sekitar 5% tahun ini," jelas Bruce Pang, Chief Economist for Greater China di Jones Lang LaSalle Inc dikutip dari Bloomberg, Rabu (25/9/2024).

Pengumuman ini juga memicu penguatan mata uang yuan, yang melampaui angka 7 yuan per dolar AS untuk pertama kalinya dalam 16 bulan. Indeks saham China, CSI 300, juga naik tajam, sementara imbal hasil obligasi 10 tahun China turun 1 basis poin menjadi 2,05%.

Langkah PBOC ini diperkirakan akan diikuti oleh pemangkasan suku bunga reverse repo tujuh hari sebesar 20 basis poin menjadi 1,5%, seperti yang diisyaratkan oleh Pan. David Qu, Ekonom di Bloomberg Economics, memperkirakan bahwa PBOC mungkin akan melanjutkan pemotongan ini dengan menurunkan suku bunga reverse repo lebih lanjut sebesar 10 basis poin.

Selain memangkas suku bunga, PBOC menarik dana sebesar 291 miliar yuan (sekitar US$41,4 miliar) melalui MLF, penarikan terbesar sejak Desember 2021. Bank sentral China juga mengungkapkan rencana untuk menyalurkan 1 triliun yuan likuiditas jangka panjang dengan memangkas rasio cadangan wajib (Reserve Requirement Ratio/RRR) sebesar 50 basis poin, guna mengurangi tekanan likuiditas pasar.

Frances Cheung, ahli strategi dari Oversea-Chinese Banking Corp, menilai bahwa langkah-langkah ini dapat menggantikan likuiditas yang hilang akibat penarikan MLF. "Penurunan suku bunga ini akan membuat biaya pendanaan lebih selaras dengan pasar antarbank," katanya.

Kebijakan penurunan suku bunga repo ini diperkirakan mulai berlaku setelah libur Hari Nasional China pada 1 Oktober mendatang, dengan PBOC sudah menyiapkan reverse repo 14 hari sebagai langkah antisipatif.

Dengan strategi ini, PBOC memberi bank lebih banyak fleksibilitas untuk menawar pinjaman berdasarkan suku bunga, berbeda dari pendekatan masa lalu yang lebih kaku.
4o
Anda bilang:
kalimatnya terlalu panjang, seharusnya satu kalimat maksimal 64 kata dan antar paragraf terdapat keterhubungan cerita
ChatGPT bilang:
ChatGPT
Bank Sentral China Pangkas Suku Bunga untuk Dorong Ekonomi

Beijing – People\'s Bank of China (PBOC) menurunkan suku bunga pinjaman satu tahun untuk menghidupkan kembali perekonomian yang tengah lesu. Suku bunga fasilitas pinjaman jangka menengah (medium-term lending facility/MLF) dipangkas sebesar 30 basis poin menjadi 2%, pemotongan terbesar sejak 2016.

Keputusan ini diumumkan setelah Gubernur PBOC, Pan Gongsheng, menyampaikan paket stimulus besar untuk menghindari spiral deflasi. Langkah ini dipandang penting untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi China sebesar 5% tahun ini. Bruce Pang, Kepala Ekonom di Jones Lang LaSalle Inc., menyebutkan bahwa kebijakan ini menjadi bagian dari upaya menyeluruh untuk menjaga momentum ekonomi.

Pengumuman ini langsung berdampak pada nilai tukar yuan, yang menguat di atas 7 yuan per dolar AS untuk pertama kalinya dalam 16 bulan. Selain itu, indeks saham CSI 300 juga menunjukkan kenaikan signifikan, sementara imbal hasil obligasi 10 tahun turun 1 basis poin menjadi 2,05%.

Selanjutnya, PBOC berencana menurunkan suku bunga reverse repo tujuh hari sebesar 20 basis poin menjadi 1,5%. David Qu, Ekonom dari Bloomberg Economics, memperkirakan PBOC masih memiliki ruang untuk menurunkan suku bunga lebih lanjut sebesar 10 basis poin dalam waktu dekat.

Selain menurunkan suku bunga, PBOC juga menarik 291 miliar yuan (sekitar US$41,4 miliar) melalui MLF, penarikan terbesar sejak Desember 2021. Bank sentral China juga berencana menyalurkan 1 triliun yuan likuiditas jangka panjang dengan memangkas rasio cadangan wajib (Reserve Requirement Ratio/RRR) sebesar 50 basis poin.

Frances Cheung, Strategi dari Oversea-Chinese Banking Corp, mengatakan langkah-langkah ini akan membantu menggantikan likuiditas yang hilang akibat penarikan MLF. "Penurunan suku bunga akan membuat biaya pendanaan lebih sesuai dengan pasar antarbank," ujarnya. Kebijakan ini diperkirakan mulai berlaku setelah libur Hari Nasional China pada 1 Oktober.

Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat memberikan kelonggaran bagi bank-bank China untuk menyesuaikan harga pinjaman, dengan PBOC memberi mereka fleksibilitas dalam menawar suku bunga.

#china #ekonomi-china #bank-sentral-china

https://ekonomi.bisnis.com/read/20240925/620/1802385/bank-sentral-china-luncurkan-stimulus-simak-dampaknya