Rangkaian Hari Raya Galungan, Ada Tradisi Jumpa Keluarga
Hari Suci Galungan melibatkan berbagai rangkaian kegiatan, bahkan sejak 25 hari sebelumnya. Simak selengkapnya. Halaman all
(Kompas.com) 25/09/24 13:00 15545704
KOMPAS.com – Hari Rabu (25/9/2024) ini, umat Hindu di Indonesia merayakan Hari Raya Galungan atau Hari Suci Galungan. Dalam kalender Bali, Hari Suci Galungan jatuh pada Rabu Kliwon Wuku Dungulan yang terjadi setiap enam bulan sekali.
Secara garis besar, umat Hindu menghaturkan syukur dan ucapan terima kasih kepada Ida Sang Hyang Widhi pada momen tersebut.
- 8 Rangkaian Acara Hari Raya Galungan Serta Maknanya
- 3 Perbedaan Hari Raya Galungan dan Kuningan, Ada Waktu Perayaan
“Hari Raya Galungan diperingati oleh umat Hindu Dharma Indonesia untuk menyatukan kekuatan rohani sehingga mendapatkan pikiran, perkataan, dan perbuatan yang benar, serta memiliki pendirian yang tenang dan bijaksana,” jelas Ketua Parisadha Hindu Indonesia (PHDI) Provinsi Banten, Ida Bagus Alit Wiratmaja kepada Kompas.com, Selasa (24/9/2024).
Hari Suci Galungan melibatkan berbagai rangkaian kegiatan, bahkan sejak 25 hari sebelumnya. Setiap kegiatan tersebut mengandung makna tersendiri, dilaporkan oleh Kompas.com, Rabu (4/1/2023).
Simak rangkaian Hari Suci Galungan dan maknanya berikut ini.
Rangkaian acara Hari Raya Galungan
1. Tumpek Wariga
setda.badungkab.go.id Pelaksanaan Tumpek Wariga di Bali.Dikutip dari laman Pemerintah Kabupaten Buleleng, Tumpek Wariga dikenal pula sebagai Tumpek Bubuh, Tumpek Pengatag, atau Tumpek Pengarah. Kegiatan ini diperingati 25 hari sebelum Hari Raya Galungan.
Pada hari ini, umat Hindu di Indonesia memuja Sang Hyang Sangkara sebagai Dewa Kemakmuran dan Keselamatan Tumbuh-tumbuhan.
Tumpek Wariga menjadi wujud cinta kasih manusia terhadap alam, utamanya tumbuh-tumbuhan.
2. Sugihan Jawa
Sugihan Jawa dirayakan seminggu sebelum Hari Suci Galungan, tepatnya Kamis Wage Wuku Sungsang. Pada hari ini, umat Hindu di Indonesia biasanya membersihkan merajan (tempat suci keluarga) dan rumah.
Mengutip dari laman Pemerintah Kabupaten Buleleng, kata "sugihan" berarti suci atau bersih, sedangkan kata "jawa" berasal dari kata "jaba" yang berarti luar.
Artinya, Sugihan Jawa adalah hari untuk membersihkan segala hal di luar diri manusia.
3. Sugihan Bali
Sugihan Bali jatuh setiap Jumat Kliwon Wuku Sungsang. Dilansir dari laman Pemerintah Kabupaten Buleleng, Sugihan Bali bermakna penyucian diri manusia menjelang Hari Suci Galungan.
Selain membersihkan diri secara fisik, umat Hindu di Indonesia biasanya memohon tirta gocara dari sulinggih (pemuka agama Hindu) sebagai simbol penyucian jiwa dan raga.
4. Hari Penyekaban
Hari Penyekeban jatuh setiap Minggu Pahing Wuku Dungulan, dan bermakna pengendalian diri dari melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan ajaran agama, dikutip dari laman Pemerintah Kabupaten Buleleng.
Momen ini menjadi waktu refleksi bagi umat Hindu di Indonesia untuk menjaga perilaku sebelum menyambut hari-hari suci berikutnya.
View this post on Instagram
5. Hari Penyajan
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar Pemuka agama Hindu memberikan air suci saat persembahyangan Hari Raya Galungan di Pura Aditya Jaya, Rawamangun, Jakarta, Rabu (28/2/2024). Hari Raya Galungan merupakan hari merayakan kemenangan kebaikan (Dharma) melawan kejahatan (Adharma). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc.Rangkaian kegiatan selanjutnya ada Hari Penyajan setiap Senin Pon Wuku Dungulan. Hari ini bermakna memantapkan diri dalam menyambut Hari Suci Galungan.
Dilansir dari laman Pemerintah Kabupaten Buleleng, secara spiritual, umat Hindu di Indonesia dipercaya akan diuji pengendalian dirinya dan kesiapannya oleh Sang Bhuta Dungulan pada hari ini.
6. Hari Penampahan
Dok. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ilustrasi penjor di Bali.Hari Penampahan pada Selasa Wage Wuku Dungulan dirayakan sehari sebelum Hari Suci Galungan.
Umat Hindu di Indonesia biasanya sibuk membuat penjor yang nantinya akan dipasang di depan rumah.
Ida Bagus menuturkan, tiang penjor dari bambu akan dihias dengan janur serta hiasan berwarna-warni. Penjor melambangkan hubungan antara bumi dan langit.
“Penjor juga menggambarkan keindahan alam semesta dan kemakmuran, menjadi simbol penting dalam merayakan keseimbangan dan harmoni kehidupan," tutur Ida Bagus.
7. Hari Suci Galungan
KOMPAS.com / AJI YK PUTRA Umat Hindu melaksanakan persembahyangan dalam perayaan Hari Raya Galungan yang berlangsung di Pura Agung Sriwijaya, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (14/4/2021).Hari Suci Galungan merupakan puncak dari rangkaian acara pada hari-hari sebelumnya.
Secara garis besar, pada hari ini, umat Hindu di Indonesia menghaturkan banten atau sesajen yang terbuat dari hasil bumi, kue, dan air suci
Mereka juga bersembahyang di pura, dengan mengenakan pakaian tradisional dan membawa sesajen dari tempat suci di rumah masing-masing,
“Pada Hari Raya Galungan, masyarakat Bali akan memadati tempat suci pura dengan mengenakan pakaian tradisional dan membawa persembahan. Selain itu, mereka juga melakukan persembahyangan di tempat suci rumah masing-masing," jelas Ida Bagus.
8. Hari Umanis Galungan
Selain melakukan persembahyangan di pura, ucap Ida Bagus, tradisi saling berkunjung antar keluarga yang disebut Simakrama atau Umanis Galungan pun menjadi momen penting.
Biasanya tradisi ini dilakukan satu hari setelah Hari Suci Galungan.
“Untuk Simakrama, ada waktu 11 hari sebelum perayaan Hari Raya Kuningan, dan umat Hindu bebas memilih waktu untuk melakukannya, namun umumnya dilakukan sehari setelah Hari Raya Galungan," jelasnya.
View this post on Instagram
#hari-raya-galungan-september-2024 #hari-raya-galungan-september-2024 #perayaan-hari-raya-galungan #hari-raya-galungan-2024 #rangkaian-hari-raya-galungan-2024 #hari-raya-galungan-25-september #perayaa