WN Rusia Diduga Hilang di Gunung Rinjani, Ini Kronologinya

WN Rusia Diduga Hilang di Gunung Rinjani, Ini Kronologinya

Kasus hilangnya pelaku perjalanan yang belum bisa dipastikan apakah ia benar-benar mendaki Gunung Rinjani belum pernah terjadi. Ini kronologinya. Halaman all

(Kompas.com) 25/09/24 19:36 15547189

KOMPAS.com - Seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Rusia bernama Mordovina Alexandra (44) diduga hilang di Gunung Rinjani, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.

Namun, setelah dilakukan operasi pencarian selama 10 hari, tidak ada tanda-tanda ditemukannya Alexandra. Maka dari itu, pada Minggu (22/9/2024) operasi pencarian Alexandra dihentikan.

"Terakumulasi 10 hari pencarian, jadi karena tidak ada bukti-bukti lain atau tanda-tanda yang menunjukkan bahwa Alexandra ada di Gunung Rinjani, jadi Tim Gabungan sepakat untuk menghentikan operasi pencarian," kata Penanggung Jawab Evakuasi Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, I Gusti Ketut Suartha saat Kompas.com konfirmasi melalui sambungan telepon, Rabu (25/9/2024).

Meskipun demikian, lanjut Gusti, apabila nanti ditemukan ada petunjuk atau informasi baru mengenai keberadaan Alexandra, maka akan dilakukan pencarian lanjutan.

Kronologi hilangnya WN Rusia di Gunung Rinjani

Informasi mengenai hilangnya sosok Alexandra yang diterima oleh pihak Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) ini mulanya berasal dari surat Kedutaan Besar Federasi Rusia Nomor Y83/ko pada Senin (9/9/2024) tentang kehilangan Warga Negara Rusia atas nama Ms. Mordovina Alexadra.

"Surat tersebut tujuannya ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram, ditembuskan ke kami, ke BTN Rinjani. Bahwa, dia (kedutaan besar Rusia) kehilangan warganya yang mendaki Gunung Rinjani, begitu bunyi suratnya," kata Gusti.

Padahal, lanjutnya, setelah dilakukan pengecekkan pengunjung secara daring melalui aplikasi e-Rinjani pada Jumat (30/8/2024), tidak ditemukan nama Alexandra sebagai salah satu pendaki Gunung Rinjani.

dok. polsek Bsyan Inilah foto selfie Mordovina Alexandra (44) yang dikirim ke rekan rekannya di dwoan penginapan sebelum mengabari naik Gunung Rinjani melalui pesan WhatsApp. Karena itu informasi Alexandra benar benar naik Rinjani masih belum akurat, namun tim pencarian melakukan tugasnya dengan sungguh sungguh hingga 5 hari ini.

Berdasarkan informasi dari rekan Alexandra sesama WNA asal Rusia, informasi terakhir dari Alexandra yaitu dirinya melakukan swafoto di depan penginapan, serta memberikan pesan suara.

"Ya (benar) memang dipercakapannya (antara Alexandra dan temannya) ada terlihat dia (Alexandra) berswafoto di tempat dia menginap, tidak di Rinjani. Setelah itu tidak ada yang tau dia perginya kemana," jelas Gusti.

Sementara itu, untuk pesan suara yang diberikan Alexandra, pesan tersebut dikirimkan kepada temannya menggunakan bahasa Rusia.

Adapun isi pesan suara tersebut kurang lebih Alexandra memberitahu bahwa ia sedang berada di gunung api, dan dirinya sudah mendaki selama kurang lebih 6,5 jam.

Namun, kata Gusti, itu hanyalah pesan suara yang tidak didukung dengan bukti foto yang menunjukkan bahwa Alexandra memang berada di gunung.

"Sama halnya kita berbicara ini (via telepon), mengatakan bahwa sedang berada di kantor, tetapi belum tentu demikian. Analoginya seperti itu," jelas Gusti.

Upaya pencarian

dok. SAR Mataram inilah salah satu titik pencarian di jalur pendakkan Senaru, Lombok Utara, hingga Rabu (18/9/2024). keberadaan WNA Rusia masih misterius.

Setelah dilaporkan hilang, operasi pencarian selama tujuh hari pun mulai dilakukan. Kata Gusti, periode tersebut ditetapkan sesuai dengan prosedur operasional standar pencarian dan petolongan yang mengacu kepada aturan yang berlaku di Basarnas.

"Jadi aturan Basarnas itu tujuh hari untuk melakukan pencarian, kemudian ada permintaan dari pihak terkait, dalam hal ini dari kedutaan Rusia, (melakukan) perpanjangan untuk pencarian. Jadi terakumulasi 10 hari pencarian," katanya.

Pada tujuh hari pertama proses pencarian dilakukan mulai Jumat (13/9/2024) sampai Kamis (19/9/2024) depannya. Kemudian, diperpanjang selama tiga hari, dari Jumat (20/9/2024) sampai Minggu (22/9/2024).

Adapun lokasi pencarian yang ditelusuri meliputi Jalur Senaru-Plawangan Senaru, Plawangan Senaru-Jalur Sangkareang, Plawangan Senaru-Jalur Batu Ceper, dan Plawangan Senaru-Jalur Santong.

Upaya pencarian Alexandra dilakukan oleh Tim Gabungan, berkoordinasi dengan Tim Pencarian dan Pertolongan Mataram, Kepolisian Sektor Bayan, Koramil Bayan, Kepala Desa Senaru, dan Green Rinjani.

Proses pencarian dilakukann secara reguler, menggunakan alat komunikasi, peralatan medis, satu unit kamera tanpa awak (drone) DJI Thermal, dan satu unit kamera digital.

"Kita sudah menyebarkan foto Alexandra, kita juga melakukan pengecekkan di aplikasi, di CCTV (kamera pemantau), kemudian mendalami informasi di masyarakat sekitar," kata Gusti.

jasling.menlhk.go.id Pesona Danau Segara Anak dan Gunung Baru Jari di Gunung Rinjani.

Ia melanjutkan, dengan disebarkan foto Alexandra di berbagai tempat hingga di pintu-pintu masuk pendakian, diharapkan sosok Alexandra dapat dikenali oleh para pendaki atau pemandu yang sedang melakukan pendakian di Gunung Rinjani.

Pencarian Alexandra melalui kamera pemantau juga dilakukan melalui CCTV yang ada di Danau Segara Anak.

"Kalau dia melalui Senaru, itu pasti akan tertangkap kamera kalau siang hari ataupun sampai sore hari. Kami sudah melakukan pengecekkan CCTV tanggal 30 dan 31 Agustus. Tidak tertangkap kamera si Alexandra ini," terang Gusti.

Gusti menuturkan bahwa kasus hilangnya pelaku perjalanan yang masih belum bisa dipastikan apakah ia benar-benar mendaki gunung, belum pernah terjadi sebelumnya di Gunung Rinjani.

"Kalau yang seperti ini, mungkin boleh dikatakan yang pertama kali kami hadapi," ujar Gusti.

Belum ditemukan

Melalui siaran resmi BTN Gunung Rinjani pada Senin (23/9/2024), berdasarkan pengumpulan informasi dari masyarakat sekitar, pemiliki penginapan Bukit Senaru, dan pelaku wisata yang dalam hal ini terdiri dari pemandu, porter, dan trekking organizer, terdapat beberapa temuan selama operasi pencarian Alexandra.

Pertama, adanya temuan sebuah sepeda motor di penginapan Bukit Senaru, dan saat ini sepeda motor tersebut telah diamankan di Polsek Bayan.

Kedua, adanya informasi dari dua porter bernama Muliadi dan Juardi, serta seorang pemandu bernama Toni, mereka melihat searang perempuan di jalur pendakian Senaru dengan membawa ransel, tenda, dan matras tanpa disampingi pemandu atau porter.

Namun, dalam hal ini belum dipastikan bahwa orang tersebut ialah Alexandra.

Kemudian, berdasarkan informasi dari porter, ada tercium aroma tidak sedap di sekitar daerah Batu Ceper.

Imbauan pendaki harus taat peraturan

Dok. Tim Pencarian inilah foto pantauan udara di salah satu jurang Pelawangan Senaru, Lombok Utara (kawsan Gunjng Rinjani) , pantauan udara mengunakan drone pada Jum\'at (13/9/2024) sangat membantu tim pencari WNA Rusia yang lost kontak.

Berkaca dari kejadian ini, Gusti berpesan kepada calon pendaki yang hendak mendaki, khususnya di Gunung Rinjani, agar melakukan pemesanan tiket melalui aplikasi e-Rinjani terlebih dahulu.

Serta, wajib mematuhi standar prosedur operasional yang berlaku di Rinjani demi keamanan dan keselamatan pendakian.

"Selalu patuhi aturan pendakian, (sebelum) melakukan pendakian harus (mendaftar) melalui aplikasi e-Rinjani untuk pesan tiket," katanya.

Tidak lupa, lanjutnya, penting untuk melapor kepada petugas pada saat memulai mendaki dan setelah turun dari gunung.

Pasalnya, kata Gusti, pendaki yang melebihi batas waktu pendakian yang ditentukan, akan otomatis masuk ke dalam daftar hitam atau blacklist selama dua tahun.

Artinya, mereka tidak boleh melakukan pendakian di Gunung Rinjani selama rentang waktu dua tahun lamanya.

#wisata-gunung-rinjani #wn-rusia-hilang-di-rinjani #wn-rusia-hilang-di-gunung-rinjani #pencarian-wn-rusia-di-gunung-rinjani #wn-rusia-hilang-di-gunung-rinjani #pencarian-wn-rusia-di-gunung-rinjani

https://travel.kompas.com/read/2024/09/25/193637927/wn-rusia-diduga-hilang-di-gunung-rinjani-ini-kronologinya