Pemanfaatan EBT Membutuhkan Investasi Jumbo
PT Barito Renewables Energy Tbk berkomitmen dukung pemanfaatan EBT dengan meningkatkan kapasitas terpasang.
(Kontan-Industri) 25/09/24 23:29 15554880
Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Potensi energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia belum sepenuhnya dieksekusi. Oleh karena itu, perlu adanya investasi yang berkualitas agar pemanfaatan EBT ini dapat direalisasikan secara lebih baik.
Hal itu disampiakan Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Eniya Listiani Dewi . Ia menyebut pemanfaatan EBT yang dilakukan dari total potensi energi yang ada baru 0,3%. “EBT saat ini baru dipakai 0,3 persen diantara 3,4 TeraWatt potensinya,” ujarnya Eniya, belum lama ini.
Menurutnya, potensi EBT yang besar ini seharusnya dapat digunakan sebaik mungkin untuk dapat menjaga ketahanan energi nasional serta memenuhi target pencapaian bauran EBT.
Untuk itu, ia mendorong agara investasi di sektor ini ditingkatkan. Ia melihat, investasi di sektor energi terbarukan masih tertinggal jauh dibanding sektor-sektor lainnya. Padahal kebutuhan investasi hingga tahun 2030 diperkirakan mencapai US$ 15,9 miliar.
Sebagai pengembang EBT, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melalui anak usahanya Star Energy Geothermal berkomitmen mendukung pemanfaatan EBT dengan meningkatkan kapasitas terpasang.
Inisiatif strategis tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Star Energy Geothermal melalui proyek retrofitting dan penambahan kapasitas baru, yang tidak hanya akan meningkatkan kapasitas berbagai unit geothermal yang dioperasikan oleh Star Energy, tetapi juga mendukung upaya Indonesia dalam mencapai target net zero emission.
Hendra Tan, CEO BREN, mengatakan, sekarang merupkan momentum yang tepat untuk memajukan infrastruktur energi terbarukan Indonesia. “Dengan melakukan retrofit dan menambah kapasitas pembangkit eksisting, kami memastikan masa depan yang berkelanjutan dan efisien untuk energi bersih di negara ini,” kata dia dalam keterangannya, Rabu (25/9).
Secara total, kapasitas terpasang Star Energy Geothermal akan meningkat sebesar 102,6 MW, sehingga memperkuat posisinya sebagai salah satu perusahaan energi geothermal terkemuka di dunia. Total investasi diperkirakan mencapai US$ 346 juta.
#berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi #n-a
https://industri.kontan.co.id/news/pemanfaatan-ebt-membutuhkan-investasi-jumbo