Pencarian WN Rusia yang Diduga Hilang di Gunung Rinjani Dihentikan

Pencarian WN Rusia yang Diduga Hilang di Gunung Rinjani Dihentikan

Operasi pencarian terhadap WN Rusia yang diduga hilang saat mendaki di Gunung Rinjani, NTB, resmi dihentikan. Mengapa? Halaman all

(Kompas.com) 25/09/24 18:16 15562974

KOMPAS.com - Operasi pencarian dan pertolongan terhadap salah satu warga negara asing (WNA) asal Rusia, Mordovina Alexandra, yang diduga hilang saat mendaki Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB), resmi dihentikan per Minggu (22/9/2024).

Kebijakan tersebut diambil setelah Tim Gabungan melakukan pencarian selama 10 hari, tapi hasilnya nihil. Namun, diketahui Alexandra diketahui sempat mengirim pesan suara kepada temannya.

"Rekan-rekannya (teman Alexandra) ini ada mengirim (pesan suara), tidak langsung ke kami (BTN Rinjani). Temannya di Senaru menyampaikan ke kami ada pesan suara yang dikirimkan (oleh Alexandra)," kata Penanggung Jawab Evakuasi Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, I Gusti Ketut Suartha saat Kompas.com konfirmasi melalui sambungan telepon, Rabu (25/9/2024).

Gusti melanjutkan, pesan yang dikirim oleh Alexandra kepada temanya tersebut menggunakan bahasa Rusia, berisi pemberitahuan dari Alexandra bahwa ia sedang berada di gunung api, dan dirinya sudah mendaki selama kurang lebih 6,5 jam.

Namun, kata Gusti, itu hanyalah pesan suara yang tidak didukung dengan bukti foto yang menunjukkan bahwa Alexandra memang berada di gunung.

"Sama halnya kita berbicara ini (via telepon), mengatakan bahwa sedang berada di kantor, tetapi belum tentu demikian. Analoginya seperti itu," jelas Gusti.

Selain itu, diberitakan Kompas.com, Jumat (13/9/2024) Kapolsek Bayan, Iptu I Wayan Cipta Naya menyampaikan bahwa Alexandra empat melakukan swafoto atau selfie di depan penginapannya.

"Benar, (Alexandra melakukan swafoto di) penginapan tempat dia menginap, tapi setelah itu tidak ada yang tau dia perginya kemana," kata Gusti.

Upaya pencarian oleh Tim Gabungan

dok. Polsek Bayan Tim pencari WNA Rusia sebelum mwlakukan pendakian melalui pintu masuk Senaru, Kecamatan Bayan Lombok Utara, Kamis (12/9/2024). Mereka akan mencari WNA Rusia yang hilang dan diketahui, mendaki secara ilegal ke Ghnjng Rinjani

Sebagai upaya dalam operasi pencarian Alexandra, langkah-langkah yang dilakukan oleh Tim Gabungan yakni melakukan pengecekan pengunjung yang teregistrasi di aplikasi e-Rinjani pada Jumat (30/8/2024) atas nama Mordovina Alexandra.

Hasilnya, tidak ditemukan nama tersebut teregistrasi pada aplikasi e-Rinjani.

Kemudian, Tim Gabungan juga melakukan koordinasi dengan Tim Pencarian dan Pertolongan Mataram, Kepolisian Sektor Bayan, Koramil Bayan, Kepala Desa Senaru, dan Green Rinjani.

"Kita sudah menyebarkan foto Alexandra, kita juga melakukan pengecekkan di aplikasi, di CCTV (kamera pemantau), kemudian mendalami informasi di masyarakat sekitar," kata Gusti.

Ia melanjutkan, dengan disebarkan foto Alexandra di berbagai tempat hingga di pintu-pintu masuk pendakian, diharapkan sosok Alexandra dapat dikenali oleh para pendaki atau pemandu yang sedang melakukan pendakian di Gunung Rinjani.

Pencarian Alexandra melalui kamera pemantau juga dilakukan melalui CCTV yang ada di Danau Segara Anak.

"Kalau dia melalui Senaru, itu pasti akan tertangkap kamera kalau siang hari ataupun sampai sore hari. Kami sudah melakukan pengecekkan CCTV tanggal 30 dan 31 Agustus. Tidak tertangkap kamera si Alexandra ini," terang Gusti.

Temuan selama operasi pencarian

KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Salah satu titik jalur pendakian Rinjani via Torean, Jumat (1/9/2023).

Melalui siaran resmi BTN Gunung Rinjani, Senin (23/9/2024), berdasarkan pengumpulan informasi dari masyarakat sekitar, pemilik penginapan Bukit Senaru, dan pelaku wisata yang dalam hal ini terdiri dari pemandu, porter, dan trekking organizer, terdapat beberapa temuan selama operasi pencarian Alexandra.

Pertama, adanya temuan sebuah sepeda motor di penginapan Bukit Senaru, dan saat ini sepeda motor tersebut telah diamankan di Polsek Bayan.

Kedua, adanya informasi dari dua porter bernama Muliadi dan Juardi, serta seorang pemandu bernama Toni.

Mereka melihat seorang perempuan di jalur pendakian Senaru dengan membawa ransel, tenda, dan matras tanpa disampingi pemandu atau porter. Namun, dalam hal ini belum dipastikan bahwa orang tersebut ialah Alexandra.

Kemudian, berdasarkan informasi dari porter, ada tercium aroma tidak sedap di sekitar daerah Batu Ceper.

Berkaca dari kejadian ini, Gusti berpesan kepada calon pendaki yang hendak mendaki, khususnya di Gunung Rinjani, agar melakukan pemesanan tiket melalui aplikasi e-Rinjani terlebih dahulu.

KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Jalur pendakian Gunung Rinjani dari Pos 2 ke Pos 3, Rabu (30/4/2023).

Serta, wajib mematuhi standar prosedur operasional yang berlaku di Rinjani demi keamanan dan keselamatan pendakian.

"Selalu patuhi aturan pendakian, (sebelum) melakukan pendakian harus (mendaftar) melalui aplikasi e-Rinjani untuk pesan tiket," katanya.

Tidak lupa, lanjutnya, penting untuk melapor kepada petugas pada saat memulai mendaki dan setelah turun dari gunung.

Pasalnya, kata Gusti, pendaki yang melebihi batas waktu pendakian yang ditentukan, akan otomatis masuk ke dalam daftar hitam atau ter-blacklist selama dua tahun.

Artinya, mereka tidak boleh melakukan pendakian di Gunung Rinjani selama rentang waktu dua tahun lamanya.

#wisata-gunung-rinjani #wn-rusia-hilang-di-rinjani #wn-rusia-hilang-di-gunung-rinjani #pencarian-wn-rusia-di-gunung-rinjani #wn-rusia-hilang-di-gunung-rinjani #pencarian-wn-rusia-di-gunung-rinjani

https://travel.kompas.com/read/2024/09/25/181641927/pencarian-wn-rusia-yang-diduga-hilang-di-gunung-rinjani-dihentikan