Beda Keterangan Polisi Soal Tembakan Sebelum 7 Remaja Lompat ke Kali Bekasi, Mana yang Benar?

Beda Keterangan Polisi Soal Tembakan Sebelum 7 Remaja Lompat ke Kali Bekasi, Mana yang Benar?

Ada perbedaan keterangan di antara pihak kepolisian soal suara tembakan sesaat sebelum tujuh remaja melompat ke Kali Bekasi. Halaman all

(Kompas.com) 26/09/24 05:30 15566631

JAKARTA, KOMPAS.com - Teka-teki tentang suara tembakan sesaat sebelum tujuh remaja melompat ke Kali Bekasi, Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, masih jadi tanda tanya.

Pihak kepolisian malah memberikan keterangan berbeda mengenai suara tembakan yang dimaksud.

Kapolsek Rawalumbu bantah ada suara tembakan

Kapolsek Rawalumbu Kompol Sukadi membantah ada suara tembakan ketika Tim Patroli Perintis Presisi Polres Metro Bekasi Kota membubarkan puluhan remaja yang tengah berkumpul di sebuah gubuk di Jalan Cipendawa, Kelurahan Bojong Mentang, Rawalumbu, Kota Bekasi, Sabtu (21/9/2024) dini hari.

Sukadi menyebut suara kencang yang terdengar adalah bunyi ledakan. Namun, ia belum bisa memastikan dari mana bunyi ledakan tersebut berasal.

"Saya sampai saat ini belum tahu, hanya ledakan katanya dari saksi yang kemarin kita amankan," ujar Sukadi di tempat kejadian perkara (TKP) gubuk yang menjadi tempat berkumpulnya 60 remaja, Selasa (24/9/2024).

Selain itu, Sukadi juga belum bisa memastikan berapa kali jumlah suara ledakan terdengar ketika petugas mendatangi puluhan remaja di gubuk tersebut.

"Dia (saksi) tidak mengatakan berapa kali, tapi ada suara ledakan gitu aja," ungkap dia.

Menurut Sukadi, suara ledakan itu tidak mengarah ke posisi para remaja yang sedang berkumpul.

Namun, suara ledakan yang muncul membuat para remaja ketakutan sampai akhirnya ada yang nekat melompat ke Kali Bekasi.

"Ledakan itu tidak mengarah ke orang gitu ya, hanya ledakan begitu saja, akhirnya orang itu, anak-anak itu merasa ketakutan," imbuh dia.

Kapolres Metro Bekasi akui ada tembakan peringatan

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Dani Hamdani mengakui ada petugas patroli yang melepaskan tembakan peringatan saat puluhan remaja berkumpul di gubuk.

Puluhan remaja yang berkumpul itu diduga hendak melakukan tawuran sehingga petugas melepaskan tembakan peringatan.

"Ada tembakan untuk membubarkan massa," ungkap Dani di lokasi penemuan tujuh jenazah di Kali Bekasi, Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa, dikutip dari video di YouTube Kompas TV.

Tembakan peringatan yang dilepaskan petugas patroli diduga membuat puluhan remaja tersebut panik.

Kemudian, beberapa remaja nekat melompat ke Kali Bekasi sampai akhirnya tujuh remaja ditemukan tewas mengapung.

Kenapa polisi beda keterangan?

Kriminolog dari Universitas Indonesia (UI), Adrianus Meliala menilai perbedaan keterangan di antara pihak kepolisian soal tembakan terjadi karena ada masalah komunikasi.

"Ada kemungkinan, Kapolsek tidak dilapori karena patroli Presisi adalah patroli Polres. Jadi, anggotanya melapor ke kasat sabhara di Polres," ungkap Adrianus kepada Kompas.com, Rabu (25/9/2024).

Adrianus menyampaikan, jika memang petugas melepaskan tembakan peringatan untuk membubarkan remaja yang hendak tawuran, hal itu dinilainya susah tepat.

"Yang perlu dipastikan apakah memang kelompok itu sudah siap tawuran, misalnya sudah siap dengan motor, sudah membawa celurit, sudah ada bau alkohol, atau mereka masih duduk-duduk saja?" kata Adrianus.

"Jika duduk-duduk, apa dasarnya menembak peringatan ke atas? Saya kira kecil kemungkinan bahwa kelompok itu hanya duduk-duduk saja, namun ada baiknya diperdalam," imbuhnya.

Sebelumnya, Y (46), kakak dari salah satu remaja yang diduga tewas di Kali Bekasi, D (16), mengatakan bahwa ada suara tembakan sebelum adiknya melompat ke kali.

"Ya, itu katanya ada polisi, gitu. Karena takut ada polisi, ada tembakan sekali, gitu. Mungkin nakut-nakutin. Jadi, mereka itu pada takut lompatnya ke air kali," ujar Y saat ditemui di RS Polri Kramat Jati, Senin (23/9/2024).

Menurut Y, R berhasil selamat setelah melompat ke kali, sedangkan Dafi tidak dapat menyelamatkan diri.

"R ngeliat D, ngos-ngosan, jauh jaraknya, enggak bisa dibantuin. Itu enggak ngelihat tenggelamnya, karena dia pendek," tambah Y.

Y juga menyebut bahwa R sempat diamankan oleh polisi, namun kemudian dibebaskan karena tidak terbukti bersalah.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak tujuh jasad pria ditemukan di Kali Bekasi, belakang perumahan Pondok Gede Permai, Jatirasa, Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Minggu (24/9/2024) pagi.

Tujuh jenazah itu diduga merupakan bagian dari sekelompok remaja yang sebelumnya dibubarkan oleh Tim Patroli Perintis Presisi.

Berdasarkan patroli siber Tim Patroli Perintis, sebanyak 60 remaja diduga hendak tawuran. Mereka melarikan diri ke arah Jalan Satopati dan sebagian ke arah Kali Bekasi setelah polisi mendatangi gubuk tempat mereka berkumpul.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengatakan, remaja yang berkumpul di gubuk tersebut diduga sedang mengonsumsi minuman keras.

“Berdasarkan informasi dari Kasat dan hasil pemeriksaan, itu diduga sedang minum minuman keras yang dikemas dalam plastik,” ujar Ade di Polda Metro Jaya, Senin (23/9/2024).

Sementara itu, sembilan anggota Tim Patroli Perintis Presisi Polres Metro Bekasi Kota yang terlibat dalam pembubaran remaja tersebut sedang menjalani pemeriksaan oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Metro Jaya.

(Penulis: Achmad Nasrudin Yahya | Editor: Fitria Chusna Farisa)

#tujuh-mayat-di-kali-bekasi #7-mayat-di-kali-bekasi #7-jenazah-di-kali-bekasi #7-mayat-di-kali-bekasi-pelaku-tawuran #penemuan-mayat-di-kali-bekasi

https://megapolitan.kompas.com/read/2024/09/26/05300071/beda-keterangan-polisi-soal-tembakan-sebelum-7-remaja-lompat-ke-kali