Klimisnya Furqon Saat Menyambut Pramono Anung di Huntara Eks Warga Kampung Bayam
Furqon (46), sengaja berpenampilan rapih demi menyambut kedatangan calon gubernur Jakarta nomor urut 3, Pramono Anung. Halaman all
(Kompas.com) 26/09/24 13:26 15583453
JAKARTA, KOMPAS.com - Furqon (46), sengaja berpenampilan rapih demi menyambut kedatangan calon gubernur Jakarta nomor urut 3, Pramono Anung ke hunian sementara eks warga Kampung Bayam di Jalan Tongkol, Pademangan, Jakarta Utara, Kamis (26/9/2024).
Pria yang menjabat Ketua Kelompok Tani Kampung Bayam Madani ini terlihat memakai kemeja berwarna merah yang dikancing hingga tepat di bawah leher. Rambutnya pun ditata seklimis mungkin.
Bau minyak Tancho langsung menyeruak ke hidung ketika angin berhembus menerpa rambutnya.
Begitu merasa tampilannya sudah rapih, tatapan Furqin langsung menerawang ke ujung gang Huntara eks warga Kampung Bayam. Dia berharap-harap cemas menunggu kedatangan calon gubernur Jakarta nomor urut 3 itu.
Furqon merupakan satu-satunya warga yang penampilannya paling rapih. Sebagian besar warga lainnya, hanya mengenakan baju sederhana dengan celana panjang. Tidak ada yang berambut klimis seperti Furqon.
Sama seperti Furqon, mereka juga menunggu kedatangan Pramono Anung. Para warga menunggu kedatangan cagub itu dengan duduk di balai desa membentuk huruf U.
Mereka mengobrol satu sama lain demi membunuh waktu menunggu Pramono Anung.
Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya Pramono Anung tiba di lokasi. Furqon dan warga lainnya langsung cekatan menyambut mantan Sekretaris Kabinet itu.
"Selamat datang," kata Furqon ketika Pramono tiba di ujung gang Huntara sekira pukul 12.55 WIB.
Furqon bersama beberapa warga yang menyambut segera mengajak Pramono masuk ke balai desa. "Jakarta!" ujar Furqon ketika Pramono mulai tampak oleh warga.
Sontak warga menyahut,"Menyala!". Pramono segera diminta masuk untuk segera bertemu warga.
Hingga sekira pukul 13.01 WIB, Pramono Anung masih berada di Huntara eks warga Kampung Bayam.
#pramono-anung #huntara-eks-warga-kampung-bayam #pramono-datangi-huntara-eks-warga-kampung-bayam