Kompolnas: Tak Ada Tembakan Saat Polisi Bubarkan 60 Remaja di Gubuk Dekat Kali Bekasi
Kompolnas memastikan tidak ada tembakan saat polisi membubarkan 60 remaja di Kali Bekasi. Halaman all
(Kompas.com) 26/09/24 13:01 15583465
JAKARTA, KOMPAS.com - Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Poengky Indarti menyatakan, tidak ada tembakan yang dikeluarkan Tim Patroli Perintis Presisi Polres Metro Bekasi saat membubarkan 60 remaja yang berkumpul di sebuah gubuk dekat Kali Bekasi, Sabtu (21/9/2024) dini hari.
"Dari pengumpulan informasi yang kami dapatkan, tidak ada tembakan ataupun tembakan peringatan," ungkap Poengky saat dihubungi Kompas.com, Kamis (26/9/2024).
Temuan Kompolnas ini berdasarkan keterangan saksi-saksi kejadian yang merupakan anggota geng remaja yang ditangkap polisi.
"Yang di-Berita Acara Pemeriksaan (BAP), yang menyatakan tidak ada bunyi tembakan," tegas Poengky.
Kompolnas juga memastikan, tidak ada acara ulang tahun saat 60-an remaja tersebut berkumpul di sebuah gubuk dekat Kali Bekasi.
Temuan ini berdasarkan hasil wawancara Kompolnas dengan tiga remaja dari geng tersebut yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh Polres Metro Bekasi Kota.
"Saya tanya ke tiga tersangka itu, \'Siapa yang ulang tahun? Kok ada pesta?\'. Mereka jawab, \'Tidak ada yang ulang tahun, Bu\'," ungkap Poengky.
Menurut pengakuan para tersangka, kata "pesta" atau "ulang tahun" mereka gunakan sebagai ajakan untuk tawuran. Memang, pada Sabtu dini hari itu, 60-an remaja tersebut hendak melakukan tawuran.
"Kodenya kan pesta, syukuran, ulang tahun, dan sebagainya. Itu merujuk ke tawuran," lanjut Poengky.
Rencana tawuran itu diketahui oleh Tim Patroli Perintis Presisi Polres Metro Bekasi Kota dari hasil patroli siber terhadap siaran langsung sebuah akun Instagram. Dalam siaran langsung itu, para remaja mengundang massa agar ikut tawuran.
Oleh karenanya, Tim Patroli Perintis Presisi Polres Metro Bekasi Kota mendatangi sekumpulan remaja tersebut.
Namun, melihat kedatangan polisi, para remaja itu ketakutan dan berlarian ke segala arah. Beberapa menceburkan diri di Kali Bekasi.
“Melihat kedatangan polisi, para anggota geng langsung lari membubarkan diri. Ada yang masuk kampung, ada yang lari ke tempat lain, bahkan ada yang nekat melompat ke sungai,” kata Poengky.
Beberapa remaja yang melompat ke Kali Bekasi ada yang diselamatkan Tim Patroli Perintis Presisi Polres Metro Bekasi Kota.
“Di tempat berkumpulnya anggota geng tersebut, polisi menemukan puluhan senjata tajam. Bahkan ada tiga orang yang tertangkap tangan membawa sajam setinggi 1,8 meter, yang kemudian dijadikan tersangka,” ungkap dia.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak tujuh jasad pria ditemukan di Kali Bekasi, belakang perumahan Pondok Gede Permai, Jatirasa, Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu (24/9/2024) pagi.
Tujuh jenazah itu diduga merupakan bagian dari sekelompok remaja yang sebelumnya dibubarkan oleh Tim Patroli Perintis Presisi Polres Metro Bekasi Kota, Sabtu (23/9/2024) dini hari.
Sebanyak dua jenazah atas nama Ahmad Davi (16) dan Muhammad Rizky (19) telah berhasil teridentifikasi. Keduanya telah dikembalikan ke keluarga lalu dikebumikan.
#7-jasad-di-kali-bekasi-membusuk #7-orang-meninggal-di-kali-bekasi #penemuan-7-mayat-di-kali-bekasi #mayat-di-kali-bekasi #tersangka-kasus-penemuan-7-mayat-di-kali-bekasi #2-jasad-di-kali-bekasi-teride