Emiten Terjun ke Bisnis Baterai EV, Saham Melejit, Muncul Bocoran Rapat Petinggi
Green Power Group (LABA) makin mantap merambah bisnis baterai EV. Dalam periode ytd, saham LABA terbang lebih dari 1.000%. - Halaman all
(InvestorID) 26/09/24 08:53 15600299
JAKARTA, investor.id - PT Green Power Group Tbk (LABA) makin mantap merambah bisnis baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV).
Terungkap bahwa direksi dan dewan komisaris LABA mengadakan rapat gabungan pada 24 September 2024. Dari situ diputuskan Green Power Group (LABA) akan mendirikan anak usaha baru dan perusahaan patungan.
“Berdasarkan risalah rapat gabungan direksi dan dewan komisaris pada tanggal 24 September 2024, manajemen perseroan mengungkap rencana pendirian anak perusahaan dan perusahaan patungan,” jelas Direktur Utama Green Power Group, William Ong dalam keterbukaan informasi dikutip Kamis (26/7/2024).
William Ong melanjutkan, LABA akan mendirikan perusahaan patungan bersama perusahaan asal Hong Kong dengan modal sebesar Rp 10 miliar pada tahap awal dengan persentase kepemilikan oleh perseroan yaitu sebesar 51%.
Perusahaan patungan ini nantinya bergerak dalam bidang pembuatan teknologi digital battery management system (BMS).
“BMS merupakan perangkat elektronik yang memiliki peran vital untuk mengoptimalkan dan mengontrol kinerja baterai (cell dan pack),” terang William Ong.
Ia melanjutkan, Green Power Group (LABA) juga akan mendirikan perusahaan patungan, bersama perusahaan asal Zhejiang, China dengan modal sebesar Rp 10 miliar pada tahap awal, dengan persentase kepemilikan oleh perseroan yaitu sebesar 51%.
“Perusahaan patungan ini nantinya bergerak dalam bidang manufaktur suku cadang produk dan produksi cetakan. Cetakan yang akan dibuat dikhususkan untuk pembuatan komponen, aksesoris baterai dan produk pendukung energi terbarukan,” paparnya.
Anak Usaha dan Saham Melonjak
Hasil rapat selanjutnya memutuskan bahwa anak perusahaan Green Power Group (LABA), yakni PT Sustainable Energy Development Trading (SEDT) akan mendirikan anak perusahaan di Provinsi Hainan, China dengan modal sebesar US$ 500 ribu.
“Perusahaan ini nantinya bergerak dalam bidang impor dan ekspor produk energi terbarukan,” papar William Ong.
Sebelumnya, Green Power Group (LABA) bernama PT Ladangbaja Murni Tbk yang merupakan distributor produk baja dan turunan baja dengan peruntukkan mould (cetakan).
Perubahan nama dan bisnis LABA seiring masuknya pengendali baru, yaitu PT Nev Stored Energy (NSE).
Saham LABA pada perdagangan 25 September 2024 kemarin melonjak 13% ke Rp 565. Dalam periode year to date (ytd) saham ini melejit 1.030%.
Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #green-power-group #laba #saham-laba #berita-ekonomi-terkini