Menperin Agus Gumiwang Terima Gelar Kehormatan dari Hiroshima University
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menerima gelar Honorary Doctorate dari Hiroshima University, Jepang. Halaman all
(Kompas.com) 26/09/24 18:23 15602416
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menerima gelar Honorary Doctorate dari Hiroshima University, Jepang.
Gelar tersebut diserahkan secara langsung oleh President Hiroshima University, Profesor Mitsuo Ochi pada Selasa (24/9/2024).
Agus menyampaikan, gelar Doktor Kehormatan dari sekolah bergengsi ini merupakan suatu kehormatan baginya.
DOK. Humas Kemenperin Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita (AGK)“Dengan sangat rendah hati dan penuh apresiasi, saya menyampaikan bahwa gelar yang diterima ini bukan hanya untuk diri saya sendiri, tetapi juga atas nama orang-orang yang telah berkontribusi dalam perjalanan saya,” kata Agus dilansir siaran pers Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Kamis (26/9/2024).
“Pembelajaran berdasarkan pengalaman sebagai legislator, politisi, atau pejabat pemerintah telah memberi saya kapasitas untuk mengubah kehidupan,” imbuh dia.
Agus meyakini, pencapaian tidak hanya ditentukan oleh gelar atau penghargaan, melainkan juga dari kehidupan yang dipengaruhi, individu yang diberdayakan dan warisan yang dibangun.
"Saya menerima dengan kerendahan hati dan berkomitmen untuk memajukan masa depan dengan pengetahuan, kolaborasi, dan kepedulian untuk dunia yang lebih baik,” ungkap Agus.
Dalam kesempatan itu, Agus juga memberikan Kuliah Umum bertajuk “Menilai Prospek Masa Depan: Menetapkan Kerangka Kerja untuk Diplomasi Ekonomi dan Sosial antara Indonesia dan Jepang."
KOMPAS.com/Haryanti Puspa Sari Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita di kantor Kemenperin, Jakarta, Senin (29/7/2024).Hubungan bilateral Indonesia-Jepang yang telah memasuki tahun ke-65 ditandai dengan kolaborasi yang luas di semua bidang.
Hubungan tersebut memiliki sejarah panjang kolaborasi dalam beberapa bidang, termasuk ekonomi, politik, teknologi dan inovasi, serta budaya.
Sejak dimulainya hubungan diplomatik pada tahun 1958, Jepang telah menjadi mitra setia Indonesia.
Saat ini, kerja sama Indonesia-Jepang telah berkembang melampaui kerja sama bilateral, hingga bersama-sama mengatasi berbagai masalah global.
Ke depannya, Indonesia dan Jepang dapat menaruh perhatian pada berbagai isu masa depan, termasuk peningkatan kerja sama pendidikan, mendorong demokrasi regional, fasilitasi transisi energi, dan penanggulangan perubahan iklim.
"Sebagai pemain penting di kawasan ASEAN, Indonesia siap menjadi pusat manufaktur global Jepang di kawasan ini. Kemitraan kolaboratif antara Indonesia-Jepang berpeluang membuka lebih banyak lapangan kerja, yang didukung dengan transfer teknologi oleh perusahaan Jepang kepada mitra-mitra mereka di Indonesia," kata Agus.
"Pemerintah Indonesia juga telah merumuskan rencana jangka panjang untuk memanfaatkan bonus demografi dan mengurangi disrupsi global, dengan memprioritaskan anggaran untuk pendidikan, pengembangan keterampilan, kesehatan, dan membangun infrastruktur inovasi," jelasnya.
KOMPAS.com/Haryanti Puspa Sari Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita di Gedung PIDI 4.0, Kebayoran Lama, Jakarta, Kamis (18/7/2024).Agus melanjutkan, kebijakan industri jangka menengah Indonesia mencakup pengembangan industri prioritas, pembentukan aglomerasi industri dalam kawasan ekonomi khusus (KEK), pemberdayaan industri kecil menengah, dan promosi industri hijau.
Agar tujuan ini dapat terlaksana dengan baik, Indonesia memerlukan kerja sama dengan Jepang di hampir semua bidang, terutama di sektor manufaktur.
"Indonesia dan Jepang dapat mencapai swasembada, meningkatkan kualitas lapangan kerja, dan mendukung berlanjutnya hilirisasi industri,” ungkapnya.
Sementara itu, Presiden Hiroshima University, Profesor Mitsuo Ochi menyampaikan, Agus telah berkontribusi signifikan terhadap kerja sama industri Jepang-Indonesia.
Antara lain dengan mempromosikan investasi Jepang di perusahaan-perusahaan Indonesia serta mendorong transfer teknologi robotik, dan smart manufacture Jepang ke fasilitas-fasilitas di Indonesia.
Kemudian, meningkatkan kerja sama di industri otomotif, elektronika, dan kimia, juga sektor energi.
Agus merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) ketiga yang menerima titel Honorary Doctorate dari Hiroshima University, sekaligus penerima pertama gelar tersebut dalam lima tahun terakhir.
Adapun WNI pertama yang menerima gelar tersebut adalah Hasan Rahaya yang pernah menjadi anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat RI dan Dewan Pertimbangan Agung (DPA), yang juga merupakan mahasiswa di Jepang pada masa bom Hiroshima. Selanjutnya, penerima kedua yakni Wakil Presiden ke-10 RI, Jusuf Kalla.
Negarawan lain yang juga menerima gelar tersebut yaitu Kanselir Jerman periode 1974-1982 Helmut Schmidt.
#agus-gumiwang-kartasasmita #investasi-jepang #gelar-kehormatan #hubungan-bilateral-indonesia-jepang #kerja-sama-indonesia-jepang