Pertamina-Chevron Eksplorasi WKP Way Ratai, Nilai Investasi Rp 437,5 Miliar Halaman all
Pertamina Geothermal Energy bersama Chevron bekerja sama dalam mengeksplorasi Wilayah Kerja Panas Bumi Way Ratai. Halaman all
(Kompas.com) 26/09/24 19:13 15607007
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk bersama Chevron New Energies Holdings Indonesia Ltd (Chevron) bekerja sama dalam mengeksplorasi Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Way Ratai di Lampung.
Kegiatan eksplorasi akan dilakukan oleh PT Cahaya Anagata Energy (CAE), perusahaan joint venture company (JVC) antara Pertamina dan Chevron. CAE pun telah menerima Izin Panas Bumi (IPB) untuk kegiatan eksplorasi.
Direktur Utama PGE Julfi Hadi mengatakan, dengan diperolehnya IPB ini, CAE siap memulai kegiatan eksplorasi untuk mengidentifikasi potensi sumber panas bumi di WKP Way Ratai.
Nilai investasi dari proyek ini sebesar 28,85 juta dollar AS atau sekitar Rp 437,5 miliar (asumsi kurs Rp 15.165 per dollar AS).
"WKP Way Ratai merupakan bagian dari strategi besar untuk memperkuat portofolio pengembangan panas bumi PGE," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (26/9/2024).
"Kami berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan mitra strategis dalam memastikan pengembangan sumber daya energi panas bumi yang berkelanjutan dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat," lanjut Julfi.
Setelah resmi memperoleh izin untuk WKP Way Ratai, CAE segera memulai tahap awal dari pengembangan energi panas bumi di wilayah tersebut.
Proses ini diawali dengan kegiatan survei eksplorasi sebagai langkah strategis dalam memastikan kesiapan wilayah kerja sebelum memasuki fase pengembangan dan produksi lebih lanjut.
Survei eksplorasi ini akan mencakup studi geologi, geofisika, dan geokimia (3G) guna mendukung pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di masa depan.
"Izin Panas Bumi ini merupakan langkah penting bagi perusahaan kami untuk berkontribusi dalam pengembangan energi bersih dan terbarukan di Indonesia," ucap Presiden Direktur PT CAE Wahyu Budiarto.
Adapun selain memperkuat sinergi antara dua perusahaan energi, IPB ini sekaligus menandai langkah krusial dalam pengembangan potensi energi panas bumi di Indonesia.
IPB ini juga merupakan yang pertama kali diproses secara daring melalui sistem Online Single Submission (OSS), yang menandai terobosan dalam efisiensi birokrasi di sektor energi.
"Kami percaya bahwa pengembangan energi panas bumi dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan negara," tutup Wahyu.