Perlu Dilestarikan, Nasib 200.000 Pekerja Bergantung di Industri Batik
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat ada 200.000 pekerja yang menggantungkan nasibnya di industri batik. Halaman all
(Kompas.com) 26/09/24 20:48 15611372
JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat ada 200.000 pekerja yang menggantungkan nasibnya di industri batik.
Maka dari itu, batik, sebagai salah satu warisan budaya Indonesia perlu dilestarikan.
Dirjen Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Reni Yanita mengatakan, saat ini ada 201 sentra industri batik yang tersebar di 11 provinsi di Indonesia. Pada sentra-sentra itu terdapat 5.946 industri batik yang beroperasi.
freepik.com Ilustrasi batik
Ia menjelaskan, Jawa Tengah menjadi provinsi dengan sentra batik terbanyak, yaitu 72 sentra, diikuti Jawa Timur dengan 62 sentra, DI Yogyakarta dengan 23 sentra, dan Jawa Barat dengan 16 sentra.
Kemudian di Jambi ada 20 sentra, sementara di DKI Jakarta, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Bali, dan Sulawesi Tengah masing-masing memiliki 1 hingga 2 sentra.
Reni bilang, upaya mendorong pengembangan industri batik dilakukan pemerintah melalui berbagai program. Seperti, program pemberian bantuan peralatan dan mesin kepada sentra-sentra industri batik secara gratis atau dalam bentuk hibah.
Kompas.com/ Suci Wulandari Putri Contoh batik dengan motif tulis di Pekalongan, Jawa Tengah, Sabtu (27/7/2024).Selanjutnya memberikan perlindungan indikasi geografis (IG) yang bertujuan menjaga kelestarian motif batik. Menurutnya, saat ini sudah ada beberapa motif batik yang mendapatkan izin indikasi geografis.
Tak hanya itu, untuk efisiensi, diterapkan pula teknologi Industri 4.0, seperti ERP, serta dilakukan pembangunan dan revitalisasi sentra industri batik. Kemudian restrukturisasi mesin dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) lewat bimbingan teknis dan seminar.
Promosi batik juga dilakukan lewat berbagai pameran seperti E-Smart IKM, BBI, Hari Batik Nasional, dan Gelar Batik Nusantara. Serta menggandeng Yayasan Batik Indonesia untuk membuat kegiatan rutin, terutama pada hari batik nasional.
"Ini memang secara rutin kami melakukannya, karena memang tugas kita bersama supaya terus menjaga keberlangsungan dari industri batik dan juga tuntutan konsumen akan batik," kata Reni.