Cagub Jateng Ahmad Luthfi Dorong Pengolahan Sampah Hasilkan Nilai Ekonomi
Calon Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mendorong pemilahan sampah di TPA sehingga dengan kreativitas dapat diolah lagi menjadi barang ekonomis - Halaman all
(InvestorID) 27/09/24 17:45 15632350
SEMARANG, investor.id - Calon Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi berkomitmen akan melakukan penyelesain persoalan sampah dari hulu ke hilir. Salah satunya, Luthfi mengajak masyarakat mulai memilah sampah sejak di sampah rumah tangga. Mana sampah yang bisa diolah lagi, dipisah dengan sampah yang tidak bisa diolah.
Hal tersebut disampaikan Luthfi saat berkunjung ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang, Semarang, Jumat (27/9/2024).
Saat berdialog dengan para pemulung, Luthfi mengakui sampai saat ini, sampah masih menjadi persoalan penting yang harus segera ditangani dari hulu hingga hilir. Tak hanya penanganan sampah, juga menekan jumlah sampah, terutama sampah rumah tangga.
Selama berdialog, Luthfi mendapat banyak masukan, termasuk tingginya pasokan sampah yang tiap hari masuk di TPA Jatibarang. Apalagi sampah di TPA masih bercampur menjadi satu tanpa dipilah-pilah lebih dahulu.
"Lebih tepat jika sampah sudah dipilah sejak di rumah tangga. Mana sampah yang bisa diolah lagi atau tidak," jelasnya.
Dengan pilah sampah dari rumah, ia menyakini bisa mengurangi jumlah produksi sampah yang masuk ke TPA. Cagub nomor urut 2 ini memberikan contoh, jika sampah-sampah organik bisa diolah menjadi kompos. Dengan demikian, sampah tidak akan masuk dan mengendap di TPA, sehingga mengurangi jumlah sampah yang semakin hari semakin menumpuk.
Peran pemulung yang ada di TPA juga begitu besar, namun ia menggaris bawahi bahwa taraf hidup pemulung bisa ditingkatkan melalui pengolahan barang-barang bekas. Jika hanya mengandalkan hasil penjualan barang bekas yang digulung maka akan kesulitan.
"Paguyuban harus didorong untuk meningkatkan kreativitas. Dididik untuk berinovasi dengan barang-barang bekas," imbuhnya.
Sementara itu, Sutinah yang merupakan warga Boyolali mengaku kesulitan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Alasanya, harga per kilogram botol plastik yang dirinya kumpulkan hanya dihargai oleh pengepul sebesar Rp 400 perkilogram.
"Sehari dapat 10 kg itu sudah bagus," ujar wanita yang sudah 25 tahun menjadi pemulung di TPA Jatibarang.
Koordinator Pemulung, Tarno menyampaikan dulunya ada pengolahan kompos di lokasi tersebut. Namun setelah pemiliknya meninggal, maka tak lagi berjalan.
Editor: Maswin (maswin.investorID@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #pilgub-jateng #ahmad-luthfi #penanganan-masalah-sampah #pemilhan-sampah #kesejahteraan-pemulung #berita-ekonomi-terkini