Harga Minyak Naik, namun Catat Penurunan Mingguan
Harga minyak naik pada Jumat (27/9/2024), meskipun mencatat penurunan dalam sepekan terakhir. Mengapa? - Halaman all
(InvestorID) 28/09/24 06:30 15658900
NEW YORK, investor.id - Harga minyak naik pada Jumat (27/9/2024), meskipun mencatat penurunan dalam sepekan terakhir. Hal ini karena investor menimbang ekspektasi pasokan global yang lebih tinggi di tengah stimulus baru dari China, sebagai pengimpor minyak mentah terbesar dunia.
Dikutip dari Reuters, harga minyak Brent naik 38 sen (0,53%) ditutup pada US$ 71,89 per barel. Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat (AS) untuk bulan depan menguat 51 sen (0,75%) menjadi US$ 68,18 per barel. Namun, secara mingguan, Brent turun sekitar 3%, sedangkan WTI turun sekitar 5%.
Bank sentral China memangkas suku bunga dan menyuntikkan likuiditas ke dalam sistem perbankan, dengan tujuan mendorong pertumbuhan ekonomi agar mendekati target tahunan sekitar 5%. Langkah-langkah fiskal tambahan diharapkan diumumkan sebelum libur nasional China yang dimulai pada 1 Oktober, setelah pertemuan pemimpin tertinggi Partai Komunis menggarisbawahi urgensi menghadapi tantangan ekonomi yang semakin meningkat.
"Meskipun ada stimulus besar-besaran dari China, kekhawatiran akan kelebihan pasokan dari rencana OPEC untuk meningkatkan produksi telah menekan harga minyak," kata analis di Aegis Hedging dalam sebuah catatan.
Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC+, akan melanjutkan rencana peningkatan produksi sebesar 180 ribu barel per hari (bpd) setiap bulan mulai Desember, menurut dua sumber dari OPEC+.
Laporan Financial Times pada Rabu menyebutkan bahwa kenaikan produksi ini didorong oleh keputusan Arab Saudi untuk meninggalkan target harga minyak US$ 100 dan lebih fokus pada peningkatan pangsa pasar. Namun, Arab Saudi berulang kali membantah menargetkan harga minyak tertentu, dan sumber di kelompok OPEC+ menyatakan bahwa peningkatan produksi tersebut bukan merupakan perubahan besar dari kebijakan yang ada.
Selain itu, lebih banyak pasokan minyak diharapkan masuk ke pasar global setelah faksi-faksi yang bersaing dalam memperebutkan kendali Bank Sentral Libya mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perselisihan mereka pada Kamis (26/9/2024). Perselisihan tersebut sempat menyebabkan ekspor minyak mentah Libya turun menjadi 400 ribu barel per hari bulan ini dari sebelumnya lebih dari 1 juta barel.
Di AS, beberapa operator telah memulai kembali beroperasi di Teluk Meksiko setelah Badai Helene menghantam Florida pada Kamis malam. Chevron pada Jumat mengumumkan bahwa mereka mulai mengerahkan kembali personel dan memulihkan produksi di platform yang mereka operasikan.
Badai Helene
Namun, kehancuran akibat badai Helene, yang tercatat sebagai badai paling kuat ketujuh yang menghantam Florida, bisa mempengaruhi permintaan bahan bakar di negara bagian tersebut, yang merupakan konsumen bensin terbesar ketiga di AS.
"Setelah badai Helene, dampaknya negatif bagi permintaan, banyak wilayah di negara bagian tersebut yang cukup parah terkena dampak sehingga permintaan bahan bakar kemungkinan menurun," kata John Kilduff, mitra di Again Capital, New York.
Sementara itu, pengeluaran konsumen AS naik tipis pada bulan Agustus, menunjukkan bahwa ekonomi terbesar dunia ini terus mempertahankan momentumnya pada kuartal ketiga, meskipun tekanan inflasi tetap stabil.
"Data inflasi AS membuka peluang untuk pemangkasan suku bunga lebih lanjut oleh The Fed," ujar analis UBS, Giovanni Staunovo.
Pekan lalu, The Fed memangkas suku bunga sebesar setengah persen, memulai serangkaian pelonggaran kebijakan moneter yang diperkirakan akan berlanjut.
Meningkatnya ketegangan di Timur Tengah juga dapat mengancam pasokan minyak global. Perdana Menteri sementara Lebanon Najib Mikati mengatakan, serangan Israel di pinggiran selatan Beirut pada Jumat menunjukkan bahwa Israel ‘tidak peduli’ terhadap upaya gencatan senjata.
Editor: Indah Handayani (handayani@b-universe.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #harga-minyak #minyak-mentah #brent #wti #pemangkasan-suku-bunga #the-fed #badai-helene #opec #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/374890/harga-minyak-naik-namun-catat-penurunan-mingguan