Muncul Kabar Begini dari Emiten TP Rachmat
Emiten TP Rachmat, yakni Adi Sarana Armada (ASSA) dan Autopedia Sukses Lestari (ASLC) buka-bukaan target hingga akhir tahun ini. - Halaman all
(InvestorID) 28/09/24 20:00 15687848
JAKARTA, investor.id - Dua emiten TP Rachmat yakni PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) dan anak usahanya yaitu PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) mengungkap perkembangan terkini mengenai perusahaan.
Adi Sarana Armada (ASSA) menargetkan peningkatan laba bersih double digit pada paruh kedua 2024. Target ini didorong oleh performa gemilang di semester I-2024, di mana ASSA berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 128,4 miliar, hampir dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Peningkatan laba tersebut merupakan hasil dari strategi disiplin dalam pengelolaan biaya, peningkatan efisiensi, serta pertumbuhan yang konsisten dari tiga pilar bisnis utama ASSA di segmen sewa kendaraan korporasi, logistik value chain, dan ekosistem kendaraan bekas.
Menurut Direktur Utama ASSA Prodjo Sunarjanto, bisnis logistik di Indonesia memiliki prospek yang cerah dan akan terus berkembang pesat.
"Kebutuhan logistik terus meningkat, didorong oleh semakin baiknya akses transportasi antar daerah dan kota, serta permintaan pengiriman barang yang lebih cepat. Kami yakin bahwa industri logistik di Indonesia akan terus tumbuh dan menjadi solusi utama bagi banyak perusahaan," ungkapnya dalam keterangan tertulis, Jumat (27/9/24).
Untuk memanfaatkan peluang ini, Adi Sarana Armada - emiten TP Rachmat - tengah mempersiapkan diri menjadi pemain logistik terbesar dan paling terintegrasi di Indonesia. Salah satu langkah penting yang dilakukan adalah melengkapi ekosistem bisnis logistik yang dimiliki.Perusahaan telah menganggarkan belanja modal (capex) sebesar Rp 1,5 triliun, dengan Rp 577,6 miliar sudah digunakan hingga Juni 2024. Dana tersebut sebagian besar dialokasikan untuk memperluas armada logistik, yang bertujuan memperluas jangkauan layanan di seluruh nusantara.
ASSA juga melakukan investasi strategis di sektor food supply chain melalui CargoShare, platform logistik yang memiliki jaringan luas di seluruh Indonesia. Dengan dukungan ekosistem yang semakin kuat, ASSA tidak hanya fokus pada perluasan bisnis logistik konvensional, tetapi juga mengarah ke green logistics dan halal logistics, memperkokoh posisinya di pasar logistik nasional.
Dalam laporan keuangan semester I-2024, ASSA mencatat pendapatan sebesar Rp 2,4 triliun. Bisnis logistik menyumbang 6% dari total pendapatan, sementara segmen rental kendaraan masih mendominasi dengan kontribusi sebesar 39%, diikuti oleh layanan ekspres melalui Anteraja dengan 31%, penjualan kendaraan bekas dan lelang sebesar 23%, serta 1% dari bisnis lainnya.
“Kami optimis seluruh sektor usaha ASSA akan terus tumbuh. Tahun ini, kami menargetkan pendapatan meningkat 5-10%, dan laba bersih dapat meningkat dengan double digit,” tutup Prodjo.
ASLC
Sementara itu, Ditopang tren mobil bekas serta pemangkasan suku bunga, PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) optimis menargetkan pertumbuhan penjualan double digit pada 2024.
Presiden Direktur ASLC Jany Candra menyatakan bahwa tren masyarakat yang beralih ke mobil bekas, serta turunnya BI rate, memberikan dorongan positif terhadap penjualan melalui skema leasing.
“Pergeseran minat ini adalah peluang besar bagi ASLC, khususnya JBA yang semakin memperkuat posisinya sebagai pemimpin pasar lelang mobil bekas di Indonesia,” jelasnya dalam keterangan tertulis.
Pada semester I-2024, JBA berhasil melelang sekitar 58.000 unit kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, dengan pangsa pasar yang menguasai 40%. Prestasi ini menegaskan dominasi JBA sebagai marketplace mobil bekas terbesar di Tanah Air.
Selain JBA, kontribusi signifikan terhadap pendapatan Autopedia - emiten TP Rachmat - juga datang dari Caroline.id yang menyumbang Rp 253,5 miliar. Sementara JBA menyumbang Rp 126,5 miliar, dan bisnis baru MotoGadai yang diluncurkan akhir 2023 mulai berkontribusi dengan Rp 1,7 miliar. MotoGadai diproyeksikan akan semakin berkembang, melengkapi ekosistem ASLC dengan menyediakan solusi pembiayaan cepat bagi pengusaha dealer mobil bekas untuk mengikuti lelang di JBA.
Jany Candra optimis bahwa pertumbuhan kinerja akan terus berlanjut, tidak hanya dari volume penjualan yang meningkat, tetapi juga berkat fokus perusahaan pada model bisnis yang berkelanjutan dan peningkatan efisiensi di setiap cabang. "Kami mengandalkan strategi pemasaran digital dan offline to online to offline yang terbukti efektif mendorong pertumbuhan,” tambahnya.
Untuk memperkuat kehadiran di pasar, ASLC telah membuka 6 showroom baru Caroline.id di berbagai lokasi strategis seperti Ciledug, Pondok Cabe, dan Karawang. Hingga akhir 2024, perusahaan berencana menambah total 18 showroom guna menjangkau lebih banyak konsumen di wilayah potensial.
Di sisi lain, MotoGadai juga akan memperluas jangkauan bisnisnya dengan menambah jumlah outlet gadai. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat perputaran bisnis, terutama dalam mendukung dealer mobil bekas untuk meningkatkan modal kerja mereka, memungkinkan mereka membeli lebih banyak kendaraan yang dilelang melalui JBA.
Dengan menggabungkan kekuatan dari tiga unit bisnis utama, ASLC memproyeksikan pertumbuhan pendapatan konsolidasi dan laba bersih double digit pada 2024. “Kami optimis dapat mencapai target ini, namun tetap akan memantau kondisi makro global dengan seksama,” tutup Jany Candra.
Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #tp-rachmat #adi-sarana-armada #assa #autopedia-sukses-lestari #aslc #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/374934/muncul-kabar-begini-dari-emiten-tp-rachmat