Dalam 2 Tahun, Pemprov Jatim Sudah Gelontorkan BTT Rp 52 Miliar untuk Perbaiki Infrastruktur Rusak Imbas Erupsi Semeru

Dalam 2 Tahun, Pemprov Jatim Sudah Gelontorkan BTT Rp 52 Miliar untuk Perbaiki Infrastruktur Rusak Imbas Erupsi Semeru

Rp 52 miliar dari pos anggaran BTT Pemprov Jatim selain untuk jembatan juga untuk perbaikan tanggul serta perbaikan jalan imbas erupsi Semeru. Halaman all

(Kompas.com) 29/09/24 21:00 15734021

SURABAYA, KOMPAS.com - Pemprov Jatim dalam dua tahun terakhir telah menggelontorkan Rp 52 miliar dari pos Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk pembangunan kembali atau rekonstruksi sejumlah infrastruktur, seperti jembatan dan tanggul, yang rusak pascabencana erupsi Gunung Semeru.

BTT tersebut di antaranya untuk perbaikan dan membangun jembatan baru di kawasan terdampak di kabupaten Lumajang Jawa Timur, di antaranya Jembatan Desa Babakan Desa Babakan Kecamatan Padang, Jembatan Durek Hamzah, Jembatan Jurang Mangu Desa Lubruk Lor, Jembatan Liwek, hingga jembatan Mujur II Desa Kloposawit Kecamatan Candipuro.

"Ada Rp 52 miliar yang disediakan dari pos anggaran BTT. Selain untuk jembatan juga untuk perbaikan tanggul serta perbaikan jalan," kata Pj Gub Jatim Adhy Karyono kepada wartawan, Sabtu (28/9/2024).

Dalam dua tahun, sebagian rekonstruksi infrastruktur tersebut sampai sekarang sedang diperbaiki, dan sebagian sudah selesai. Penyelesaian bahkan lebih cepat dari rencana.

Adhy mencontohkan perbaikan jembatan jembatan Mujur II Desa Kloposawit Kecamatan Candipuro. Dari 2 bulan rencana pengerjaan, bisa selesai 1 bulan 3 pekan.

"Penyelesaian tanggul ini lebih cepat dari yang disepakati, dari 2 bulan jadi 1 bulan 3 minggu, ini menunjukkan bahwa teman-teman juga bekerja dengan niatan dengan secepatnya mengatasi persoalan tanggul jebol," katanya.

Selain jembatan, juga dibangun 2 tanggul Sungai Mujur sebagai upaya normalisasi. Tanggul pertama dibangun sepanjang 225 meter, tinggi 7.5 meter dan krib sepanjang 30 meter dengan tinggi 4.5 meter.

Tanggul kedua dibangun sepanjang 62 meter dengan tinggi 2 meter dan untuk normalisasi sepanjang 362 meter dengan volume 3.169 m3.

Seperti diketahui, bencana banjir lahar dingin menerjang wilayah Kabupaten Lumajang pada 18 April 2024 lalu.

Bencana tersebut merendam 7 desa dan 3 kelurahan di 5 Kecamatan dengan ketinggian air mencapai 15-20 centimeter. Bencana juga menyebabkan 6 jembatan mengalami kerusakan, salah satunya jembatan Mujur II Desa Kelopo Sawit.

Akibatnya, mobilitas masyarakat terganggu termasuk aktifitas perekonomian masyarakat karena jembatan tersebut adalah akses utama yang menghubungkan Desa Klopo Sawit dan Desa Tumpeng Kecamatan Cansipuro.

#lahar-dingin #lumajang #semeru

https://money.kompas.com/read/2024/09/29/210000926/dalam-2-tahun-pemprov-jatim-sudah-gelontorkan-btt-rp-52-miliar-untuk-perbaiki