Jangan Sering Mencuci Celana Jeans, Ini 2 Alasannya
Banyak yang mengatakan bahwa celana denim tidak boleh sering dicuci. Benarkah? Simak penjelasannya.
(Kompas.com) 29/09/24 20:48 15744979
JAKARTA, KOMPAS.com - Banyak yang mengatakan bahwa celana denim tidak boleh sering dicuci.
Sebab, pencucian hanya akan membuat warnanya luntur. Di samping itu, celana denim bisa mengerut atau mengecil.
Namun, benarkah demikian?
"Ketika sering dicuci, akan semakin lebih cepat pudarnya. Alhasil, warnanya berubah," terang salah satu staf di Nurf Denim, Akhsel, dalam acara KAHFORWARD di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (28/9/2024).
Sebagai contoh, celana denim berwarna hitam bisa berubah menjadi biru jika dicuci setiap tiga hari sekali.
Sementara itu, celana denim yang hanya dicuci setiap enam bulan atau setahun sekali akan mempertahankan warnanya.
Ini bisa terjadi jika teknik pencuciannya hanya direndam tanpa menggunakan deterjen, atau menggunakan deterjen tetapi bebas pemutih dan pelembut.
1. Memunculkan motif alami
Akhsel mengungkapkan, alasan lainnya pencinta denim jarang mencuci celananya adalah untuk memunculkan motif alami.
kompas.com / Nabilla Ramadhian Koleksi celana denim milik Nurf Denim dalam acara KAHFORWARD di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (28/9/2024).Adapun, motif yang dimaksud adalah kerutan-kerutan yang ada di bagian belakang dengkul.
"Pada bagian kaki, pada setiap gerakan yang kita lakukan, itu akan membekas di celana denim," tutur Akhsel.
Kerutan yang baru muncul akan menghilang setiap kali pengguna mencuci celana denim dalam waktu yang berdekatan, seperti tiga hari sekali.
Padahal, kerutan ini membuat celana denim terlihat lebih unik karena terkesan personalized.
Selain itu, biasanya muncul warna pada setiap kerutan itu, seperti abu-abu. Ada pula yang warnanya menjadi lebih gelap di beberapa bagian kerutan.
Lekukan tersebut akan menjadi permanen sehingga menunjukkan ciri khas pemiliknya.
"Karena, lekukan itu muncul dari aktivitas sehari-hari pemiliknya. Artinya, untuk munculin motif ini perlu waktu yang lama," imbuh dia.
2. Celana denim bau dan kotor
Akhsel tidak menampik bahwa celana denim bisa berbau tidak sedap. Untuk mengakalinya, biasanya para pencinta celana denim akan menggunakan pewangi.
"Paling kalau untuk masalah bau, disarankan pakai semprotan refresher untuk membuat celana denim lebih wangi, dan untuk menunda pencucian juga," kata dia.
Sebab, jika dicuci dalam waktu dekat, motif alami yang mulai terbentuk bisa menghilang. Untuk memunculkannya kembali bisa mencapai waktu berbulan-bulan.
"Tapi, kalau sudah kotor banget, ya mau enggak mau harus dicuci. Kalau ada noda bisa disikat pakai sikat gigi," ujar dia.
Saat mencuci celana denim, Akhsel kembali mengingatkan agar deterjen yang digunakan tidak mengandung pemutih atau pelembut agar warna tidak semakin pudar atau berubah.
Sieh dir diesen Beitrag auf Instagram an