Saham Amman Mineral (AMMN) Rontok, Waktunya Serok?

Saham Amman Mineral (AMMN) Rontok, Waktunya Serok?

Saham Amman Mineral (AMMN) kembali memerah pada sesi I hari ini. Pada pekan lalu saham AMMN mayoritas memerah. - Halaman all

(InvestorID) 30/09/24 10:01 15761816

JAKARTA, investor.id - Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) kembali rontok pada sesi I perdagangan 30 September 2024. Di sekitar pukul 09.52 WIB saham AMMN ada di Rp 9.275 atau -2,62% dan sempat menyentuh Rp 9.125 yang merupakan level terendahnya dalam 3 bulan terakhir.

Tercatat 14,66 juta saham Amman Mineral sudah ditransaksikan, frekuensi 6.424 kali, dan nilai transaksi Rp 136,82 miliar.

Saham berkode AMMN juga mayoritas memerah pada pekan lalu dengan hanya sekali hijau. Kejatuhan paling parah terjadi pada 27 September dengan turun 5,69%.

Di sisi lain, kinerja Amman Mineral Internasional (AMMN) disebut bakal terdongkrak, seiring tambahan produksi katoda tembaga dengan kapasitas terpasang 220 ribu ton per tahun, peningkatan produksi emas lebih dari 1 juta oz per tahun, dan produk sampingan berupa asam sulfat 835 ribu ton per tahun.

“Penurunan suku bunga juga dapat meningkatkan permintaan,” tulis RHB Sekuritas dalam risetnya.

Sesuai rencana, smelter katoda tembaga baru Amman Mineral mulai beroperasi pada akhir 2024. Smelter tersebut akan mengolah konsentrat dari tambang Batu Hijau, yang saat ini berada di fase 7 dan bakal berlanjut ke fase 8 (per semester I-2024 sebanyak 444 ribu ton atau naik 90% yoy), serta beberapa inventori yang tersedia untuk diolah menjadi katoda.

Amman Mineral memperkirakan produksi bijih membutuhkan waktu untuk mencapai kapasitas terpasang, yang akan memproses 900 ribu ton konsentrat tembaga. Perseroan juga menyebutkan potensi koreksi sementara dalam kadar bijih selama masa transisi.

Sebaliknya, RHB memperkirakan operasi smelter emiten berkode saham AMMN tersebut akan memberikan dukungan insentif, seperti penurunan pajak royalti menjadi 2% dari 4% dan keringanan pajak penghasilan, serta kenaikan harga jual rata-rata (average selling price/ASP) dari produk dengan kadar yang lebih murni. Alhasil, margin AMMN yang tinggi (EBITDA: 50-65%) tetap terjaga.

“Berdasarkan perhitungan kami seiring pemulihan performa pada semester I-2024, AMMN berpeluang besar mencapai target produksi bijih yang mengandung emas dan tembaga sekitar 40 juta ton, setara dengan produksi konsentrat tembaga sebesar 670 ribu ton dan emas sebanyak 900 ribu-1 juta oz,” ungkap RHB.

Adapun skenario hasil bijih menjadi logam didasari pada pencapaian rata-rata selama tiga tahun terakhir. Sedangkan untuk segmen tembaga, konsentrat yang dihasilkan diperkirakan setara dengan 70-80% dari utilisasi smelter.

Harga Wajar

Amman Mineral Internasional (AMMN) akan terus memanfaatkan inventori yang ada untuk memenuhi kebutuhan bahan baku, sambil meningkatkan kadar bijih melalui penggalian lebih dalam selama fase 8. AMMN yakin bahwa risiko cuaca seperti yang terjadi pada semester II-2023 tidak akan terulang, sehingga memperkuat AMMN untuk mempertahankan produksi optimal.

“Kami melihat valuasi AMMN saat ini cukup menarik, meski premium,” sebut RHB sebagaimana telah dikutip investor.id pada 20 September 2024.

Hal itu dibenarkan oleh beberapa faktor. Pertama, efisiensi operasional lebih baik dibandingkan industri. Kedua, kondisi geologis yang langka, dimana rasio emas terhadap tembaga yang menguntungkan.

Ketiga, sentimen tembaga dengan perkiraan pasokan terbatas di tengah kenaikan permintaan dari industri hijau yang sedang berkembang, seperti kecerdasan buatan (AI), pusat data (DC) dan industri terkait DC, energi terbarukan, elektronik, dan lain-lain.

Mengingat karakteristik tambang yang menguntungkan, valuasi AMMN saat ini menurut RHB relatif wajar. P/E EPS proyeksi 2024-2025 sekitar 44 kali. Nilai wajar AMMN di Rp 12.300 per saham.

“Valuasi berbasis DCF (discounted cash flow) tersebut menunjukkan potensi kenaikan yang solid. Namun, risiko terkait produksi, penundaan proyek ekspansi, dan penurunan harga secara mendadak tetap ada,” pungkas RHB.

Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #amman-mineral #ammn #amman-mineral-internasional #saham-ammn #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/375024/saham-amman-mineral-ammn-rontok-waktunya-serok