Emiten Grup Djarum Rilis Lapkeu Auditan, Laba Naik Segini, Mau Ada Aksi Jumbo
Emiten Grup Djarum, Sarana Menara Nusantara (TOWR) membukukan laba bersih Rp 1,6 T di semester I. TOWR juga berencana menggelar aksi jumbo. - Halaman all
(InvestorID) 30/09/24 08:10 15761832
JAKARTA, investor.id - Emiten Grup Djarum, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) menyampaikan laporan keuangan (lapkeu) semester I-2024 yang diaudit.
Emiten menara telekomunikasi Grup Djarum tersebut membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 1,60 triliun sepanjang paruh pertama tahun 2024.
Angka laba bersih Sarana Menara Nusantara (TOWR) tersebut meningkat 9,4% dari periode yang sama tahun 2023 yang sebesar Rp 1,46 triliun.
Laba per saham untuk periode 30 Juni 2024 juga meningkat ke Rp 32/saham. Dari sebelumnya Rp 29/saham pada periode 30 Juni 2023.
Kenaikan laba bersih TOWR ditopang pendapatan Rp 6,15 triliun sepanjang semester I-2024. Meningkat dari Rp 5,77 triliun di enam bulan pertama tahun 2023.
Adapun beban pokok pendapatan Sarana Menara Nusantara Rp 1,85 triliun periode Januari-Juni 2024. Naik dari Rp 1,71 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya.
Total aset TOWR per 30 Juni 2024 Rp 72,59 triliun, liabilitas Rp 55,38 triliun, dan ekuitas Rp 17,21 triliun.
Aksi Jumbo
Emiten Grup Djarum, Sarana Menara Nusantara (TOWR) berencana melakukan aksi jumbo berupa penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue dengan target dana sebanyak-banyaknya Rp 9 triliun.
Manajemen Sarana Menara Nusantara mengungkapkan bahwa aksi tersebut akan dilangsungkan setelah memperoleh persetujuan dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 25 Oktober 2024.
Daftar pemegang saham yang memuat nama-nama pemegang saham TOWR yang berhak hadir dalam RUPSLB adalah daftar pemegang saham perseroan dan atau pemegang sub rekening efek pada penutupan perdagangan saham di bursa efek per tanggal 1 Oktober 2024.
Manajemen emiten Grup Djarum (TOWR) menyebutkan dana hasil rights issue, setelah dikurangi dengan biaya emisi, akan digunakan untuk pembayaran pinjaman dan untuk keperluan modal kerja perseroan dan/atau PT Profesional Telekomunikasi Indonesia, yakni anak perusahaan perseroan yang 99% sahamnya dimiliki oleh perseroan.
Adapun pinjaman mana dari Sarana Menara Nusantara (TOWR) dan/atau Protelindo yang akan dibayar akan ditentukan kemudian.
Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #grup-djarum #sarana-menara-nusantara #towr #saham-towr #berita-ekonomi-terkini