Komnas HAM Dalami Fakta Kasus 7 Remaja Tewas di Kali Bekasi
Komnas HAM memantau fakta-fakta kasus tujuh remaja tewas di Kali Bekasi untuk mendalami ada atau tidaknya unsur pelanggaran HAM. Halaman all
(Kompas.com) 30/09/24 11:06 15762170
BEKASI, KOMPAS.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) turut mendalami fakta-fakta kasus tujuh remaja yang ditemukan tewas mengapung di Kali Bekasi, Jatiasih, Kota Bekasi, Minggu (22/9/2024) pagi.
"Saat ini, Komnas HAM sedang mendalami fakta-faka kejadian penanganan tawuran untuk memastikan proses yang dilakukan anggota Polres Metro Bekasi dan jajarannya sesuai dengan prinsip-prinsip hak asasi manusia," ujar Komisioner Komnas HAM Uli Parulian Sihombing dalam siaran pers, dikutip Kompas.com, Senin (30/9/2024).
Uli mengatakan, lembaganya terus memantau kasus penemuan tujuh remaja yang tewas di Kali Bekasi.
Dalam pemantauan tersebut, Komnas HAM telah meminta keterangan Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto dan jajarannya di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Komnas HAM juga telah meminta keterangan Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Tk I Pusdokkes Polri dan 10 orang yang berada di sekitar tempat kejadian perkada (TKP) Kali Bekasi.
"Melakukan peninjauan lokasi atau lapangan di Kali Bekasi, Kali Cikeas dan Kali Cileungsi," imbuh Uli.
Diberitakan sebelumnya, warga dibuat geger dengan penemuan tujuh jasad remaja yang mengapung di Kali Bekasi, Jatiasih, Minggu (22/9/2024) pagi.
Mereka adalah remaja yang semula hendak melakukan aksi tawuran, tetapi melarikan diri lantaran digerebek Patroli Perintis Presisi.
Kasat Reskrim Polres Metro Kota Bekasi Komisaris Audy Joize Oroh mengatakan, ketujuh remaja itu merupakan bagian dari sekitar 60 remaja yang sedang berkumpul di gubuk di Jalan Satopati pada Sabtu (21/9/2024) pukul 03.00 WIB.
Gubuk atau bedeng itu terletak di Jalan Satopati, tepatnya di depan PT Gudang Semen Merah Putih, Bojong Menteng, Rawalumbu.
Mereka menggunakan sekitar 30 unit motor yang diparkir di dekat gubuk.
"Berdasarkan keterangan saksi, diperoleh fakta bahwa di tempat tersebut mereka ini melakukan aktivitas minum-minuman keras beralkohol," ujar Audy dalam konferensi pers di kantornya, Senin.
Diduga, aktivitas itu dilakukan sebelum aksi tawuran. Sebab, mereka juga membawa aneka jenis senjata tajam.
Sekitar pukul 03.30 WIB, tim Patroli Perintis Presisi melintasi jalan itu.
Melihat kehadiran polisi, para remaja takut serta melarikan diri ke berbagai arah. Ada yang berlarian ke perumahan warga. Ada pula yang kabur ke arah Kali Bekasi.
"Dari keterangan para saksi, ada beberapa orang yang meloncat ke Kali bekasi dan ada beberapa yang memang tidak berani untuk meloncat karena melihat kondisi tempat yang tidak memungkinkan dan gelap," ungkap Audy.
Polisi pun hanya bisa meringkus para remaja yang tidak berani menceburkan diri ke Kali Bekasi dan beberapa remaja yang kabur ke perumahan warga. Sementara itu, para remaja yang nekat terjun ke Kali Bekasi tidak dihiraukan lagi.
Polisi menangkap 22 remaja pada dini hari itu. Sebanyak tiga di antaranya kedapatan membawa aneka senjata tajam.
Barang bukti yang diperoleh, yakni 21 bilah senjata tajam, 30 unit sepeda motor, dan 8 unit telepon genggam.
Rupanya, nasib nahas menimpa para remaja yang nekat melarikan diri dengan cara menceburkan diri ke kali. Pada Minggu pagi, warga menemukan tujuh jasad remaja mengapung di Kali Bekasi.
#penemuan-mayat-di-kali-bekasi #7-mayat-kali-bekasi #penemuan-7-mayat-di-kali-bekasi #mayat-di-kali-bekasi #jenazah-kali-bekasi #fakta-penemuan-mayat-di-kali-bekasi