Pengelola "Homestay" di Manggarai Barat Diminta Profesional dan Layanan Prima kepada Wisatawan
Para pengelola homestay di Manggarai Barat, diberi pelatihan agar makin profesional dalam melayani wisatawan. Halaman all
(Kompas.com) 30/09/24 12:07 15765702
LABUAN BAJO KOMPAS.com – Pengelola homestaydi desa-desa wisata sebagai penopang pariwisata Labuan Bajo, diminta untuk profesional dan memberikan pelayanan prima bagi wisatawan.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan (Disparekrafbud) Kabupaten Manggarai Barat Stefan Jemsifori saat pelatihan pengelolaan homestay/pondok wisata bagi pengelola desa wisata di Labuan Bajo Selasa (17/9/2024).
“Pelatihan ini sangat penting, sebagai bekal bagi calon maupun yang sudah lama mengelola, terutama di area destinasi atau desa wisata di Kabupaten Manggarai Barat,” ujar Stefan.
Pelatihan itu bertujuan meningkatkan pengetahuan, motivasi, dan kompetensi agar lebih profesional dan berkualitas dalam mengelola dan memberikan pelayanan kepada wisatawan. Juga sebagai upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di desa wisata.
Lihat postingan ini di Instagram
Ia berharap agar pengelola homestay/pondok wisata di desa-desa wisata, dapat terus berinovasi mengembangkan usaha serta mampu memberikan kesan yang baik bagi wisatawan, sehingga dapat merasa nyaman, betah, dan berniat untuk kembali berkunjung.
“Setelah pelatihan ini usai, ilmu yang kita dapatkan dari sini ataupun yang kita amati saat praktik di hari ke 3 nanti, diaplikasikan di usahanya masing-masing. Harus ada perbedaan sebelum dan setelah pelatihan," ujar Stefan.
Dok. Kemenparekraf Salah satu homestay di dekat Mandalika, NTB.Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Disparekrafbud Kabupaten Manggarai Barat Yosep Edward N. Nahas menyampaikan sasaran pelatihan ini.
"Para peserta mengetahui dan memahami karakteristik pelayanan homestay/pondok wisata, serta memahami standar homestay yang berlaku di Indonesia dan ASEAN," kata Yosep.
Kegiatan pengelolaan homestay/pondok wisata tahun 2024 dilaksanakan selama 3 hari dan dihadiri 40 orang peserta kegiatan yang merupakan perwakilan dari desa–desa wisata di seluruh Kabupaten Manggarai Barat.