Kinerja IHSG Jeblok, Peluang Tembus Level 8.000 Masih Ada?

Kinerja IHSG Jeblok, Peluang Tembus Level 8.000 Masih Ada?

Adanya pelemahan IHSG yang dalam, bagaimana peluang IHSG menyentuh level 8.000 tahun ini?Berdasar

(Bisnis.Com) 01/10/24 06:35 15795948

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup ambrol pada perdagangan kemarin, Senin (30/9/2024). Seiring dengan pelemahan IHSG yang dalam, bagaimana peluang IHSG menyentuh level 8.000 tahun ini?

Berdasarkan data RTI Business, IHSG membukukan pelemahan sebesar 2,2% atau 168,98 poin ke level 7.527,92. Level IHSG saat ini pun menjadi yang terendah dalam sebulan perdagangan atau pada September 2024.

IHSG pun melemah 1,86% dalam sebulan perdagangan atau sepanjang September 2024. Meskipun, IHSG masih di zona hijau, atau menguat 3,51% sepanjang tahun berjalan (year to date/ytd).

Associate Director Pilarmas Investindo Maximilianus Nicodemus mengatakan terdapat sejumlah sentimen yang memengaruhi pergerakan IHSG hari ini. Salah satu sentimen misalnya datang dari gejolak geopolitik di Timur Tengah, di mana serangan Israel ke Lebanon terus berlanjut dan makin menambah ketidakpastian geopolitik.

Sentimen juga datang dari China, usai People Bank of China (PBoC) menerbitkan stimulus kebijakan moneter untuk menopang target pertumbuhan ekonomi pada 24 September 2024. Stimulus tersebut mencakup penurunan suku bunga 7DRR menjadi 1,5% dari sebelumnya 1,7%, penurunan giro wajib minimum perbankan sebesar 50 basis poin.

Kebijakan moneter itu ditempuh PBoC untuk meningkatkan likuiditas sebesar US$142 miliar. PBoC juga menyampaikan potensi penurunan lanjutan sebesar 25-50 basis poin dan tambahan US$$114 miliar stimulus likuiditas untuk pasar saham dan relaksasi kredit pemilikan rumah (KPR) senilai total US$$5,2 triliun dan mempermudah aturan pembelian rumah kedua dengan penurunan DP menjadi 15% dari 25%.

"Stimulus ini tentu menumbuhkan ekspektasi para pelaku pasar terhadap perekonomian China, tak terkecuali investor asing sehingga inflow investasi mulai bergerak ke pasar China," ujar Nico, Senin (30/9/2024).

Di sisi lain, China baru saja merilis laporan indeks PMI manufaktur yang tercatat masih di zona kontraksi atau di bawah 50 poin meskipun mengalami kenaikkan dari sebelumnya 49,1 poin menjadi 49,8 poin.

Sebelumnya, dia memproyeksikan IHSG masih akan bergerak positif, terdorong di antaranya stabilitas politik dalam negeri. Menurutnya, IHSG berpotensi menguat dengan tingkat probabilitas 55% pada akhir tahun di level 7.920 – 8.080.

Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan IHSG memang sedang mengalami koreksi. Menurutnya, pelemahan IHSG juga dipengaruhi oleh meredanya sentimen kebijakan pelonggaran agresif dari The Fed dan penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI).

Meski begitu, menurutnya IHSG masih berpotensi bergeliat pada akhir tahun ini. "September memang negatif, tapi secara tren biasanya di Oktober, November, dan Desember positif. Jadi momen koreksi IHSG pada September bisa dimanfaatkan sebagai potensi buy on weakness," ujarnya, Senin (30/9/2024).

Mirae Asset Sekuritas sendiri menargetkan IHSG pada akhir tahun ini di level 7.915. Menurutnya, IHSG berpeluang mencapai level baru 8.050, namun pada awal 2025.

Head of Research NH Korindo Sekuritas Liza Camelia Suryanata mengatakan IHSG diproyeksikan masih akan menjalani konsolidasi ke arah support 7.520-7.500. Dalam sepekan, IHSG masih mampu bukukan kenaikan tipis 0.08%, tetapi didera oleh nilai jual asing atau net foreign sell yang cukup masif.

NH Korindo Sekuritas menyarankan para investor atau trader untuk cermat memilih rotasi sektor yang diuntungkan oleh fundamental story, atau lebih baik wait and see sambil menunggu IHSG mendarat di support yang solid untuk kembali buy on weakness.

Sebelumnya, Head of Retail Research Sinarmas Sekuritas Ike Widiawati mengatakan IHSG pada akhir tahun ini memang berpotensi moncer, bahkan bisa tembus rekor lagi ke level 8.000. Namun, ada sentimen-sentimen yang bisa menggerakannya.

Dari sisi makroekonomi, yang akan mendorong adalah tren penurunan suku bunga acuan. Sementara itu, penurunan suku bunga acuan akan memberikan dampak penguatan rupiah.

Faktor lainnya yang akan mendorong IHSG ke level 8.000 adalah stabilitas politik. Sebab, ada beberapa momen terkait politik yang bisa diperhatikan, seperti pelantikan Presiden RI terpilih pada bulan depan hingga pemilihan kepala daerah. Meski begitu, sejauh ini gejolak politik masih bisa diredam.

"Target bulish 8.000. Variabel yang memberatkan stabilitas politik, akan tetapi sejauh ini baik," ujarnya.

Menurutnya, tak menutup kemungkinan pada awal 2025 IHSG bisa menembus level 8.200 apabila stabilitas politik dalam negeri serta luar negeri bisa dijaga.

#ihsg #indeks-harga-saham-gabungan #suku-bunga-the-fed #the-fed #bursa-efek-indonesia #bei #katalis-ihsg #sentimen-china #n-a

https://market.bisnis.com/read/20241001/7/1803709/kinerja-ihsg-jeblok-peluang-tembus-level-8000-masih-ada