Okupansi Hotel Saat MotoGP Capai 95 Persen, Meski Tarif Naik

Okupansi Hotel Saat MotoGP Capai 95 Persen, Meski Tarif Naik

Lalu Kusnawan, Ketua Indonesian Hotel General Manager Association (IHGA) DPD NTB mengungkapkan, okupansi hotel saat gelaran MotoGP mencapai 95 persen. Halaman all

(Kompas.com) 01/10/24 07:07 15796006

JAKARTA, KOMPAS.com - Lalu Kusnawan, Ketua Indonesian Hotel General Manager Association (IHGA) DPD NTB mengungkapkan, okupansi hotel saat gelaran MotoGP mencapai 95 persen.

"Tingkat hunian di daerah utama, Kuta dan sekitarnya, mencapai 95 persen di mana sebagian besar diisi oleh tim pembalap," ujar Lalu saat bergabung secara daring dalam Weekly Brief with Sandi Uno di Gedung Sapta Pesona Jakarta, Senin (30/9/2024).

Sementara di Kota Mataram dan Senggigi, okupansi hotelnya mencapai 80 persen selama penyelenggaraan MotoGP pekan lalu.

Mayoritas penginapan di daerah Kuta dan sekitarnya diisi oleh tim pembalap (ring 1) yang mengikuti MotoGP.

Menurutnya, tingginya persentase penginapan di sekitar Sirkuit Mandalika ini terbilang positif, meski ada kenaikan tarif.

"Adanya kenaikan (tarif akomodasi) itu sudah diatur dalam Peraturan Gubernur (Pergub) NTB Nomor 9 Tahun 2022. Dari pantaun kami, anggota IHGMA khususnya di NTB, sudah mengikuti aturan yang berlaku," ungkap Lalu.

Pergub tersebut mengatur batas atas tarif jasa akomodasi, yakni paling tinggi tiga kali dari tarif normal untuk lokasi utama kegiatan, paling tinggi dua kali dari tarif normal untuk lokasi subutama, dan paling tinggi satu kali dari tarif normal untuk lokasi penyangga kegiatan.

Akomodasi di Mandalika mahal

Menanggapi mahalnya akomodasi di area Sirkuit Mandalika, Lalu menyampaikan, masih banyak penginapan yang tersedia pada tiga minggu sebelum acara berlangsung, sehingga meningkatkan opsi bagi penonton yang datang.

Tangkapan layar YouTube Kemenparekraf Lalu Kusnawan, Ketua Indonesian Hotel General Manager Association (IHGA) DPD NTB mengungkapkan, okupansi hotel saat gelaran MotoGP mencapai 95 persen

"Ini berbicara soal tren pasar, global market. Demand dan supply-nya pasti ada. Saya analogikan, ketika high season pasti naik karena ada supplier yang naik dan semua rantai kebutuhan pokoknya juga pasti naik," ungkap dia.

Sebagai evaluasi, Lalu berharap adanya koordinasi lebih awal antara IHGMA dan asosiasi yang berkaitan dengan akomodasi untuk memberikan harga hotel terbaik, termasuk menawarkan bundling tiket nonton dan penginapan.

"Promosi lebih awal di destinasi juga cukup membantu, sebagaimana kita ketahui bahwa sampai saat ini wisata tiga Gili masih mendominasi untuk tingkat kunjungan pariwisata," kata Lalu.

"Asosiasi juga bisa memberikan ruang untuk meet and greet dengan semua tim, dalam hal ini dengan tim MotoGP untuk menjadi upaya kami memutuskan harga lebih awal," pungkasnya.

#motogp-mandalika #motogp-mandalika-2024 #motogp-mandalika #okupansi-hotel-motogp-mandalika-2024 #tarif-hotel-mahal-motogp-mandalika-2024

https://travel.kompas.com/read/2024/10/01/070700127/okupansi-hotel-saat-motogp-capai-95-persen-meski-tarif-naik