Rupiah Anjlok di Akhir September, Pasar Tunggu Pernyataan The Fed
Mata uang rupiah ditutup anjlok di akhir September terhadap dolar AS, saat pasar menunggu pernyataan sejumlah pejabat The Fed. - Halaman all
(InvestorID) 30/09/24 15:41 15797531
JAKARTA, investor.id – Mata uang rupiah ditutup anjlok di akhir September terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pada Senin (30/9/2024) indeks rupiah melemah, pasar menunggu pernyataan pejabat The Federal Reserve (The Fed), sebut Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi.
Pada perdagangan sore ini, mata uang rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu ditutup anjlok 15 poin walaupun sebelumnya sempat menguat 40 poin di level Rp 15.140, dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp 15.125 per dolar AS.
"Pasar akan menunggu untuk mendengar dari Gubenur The Fed Jerome Powell untuk petunjuk tentang kecepatan pelonggaran moneter bank sentral. Powell dan tujuh pembuat kebijakan bank sentral AS akan berbicara minggu ini," ungkap Ibrahim, Senin.
Dilihat dari sisi eksternal, otoritas AS akan dirilis data tentang lowongan pekerjaan dan perekrutan swasta, bersama dengan survei ISM tentang manufaktur dan jasa. Dengan The Fed dan bank sentral utama lainnya mulai melonggarkan kebijakan, pemulihan ekonomi mungkin akan segera terjadi.
Selain itu, konflik Timur Tengah kembali memanas setelah Israel meningkatkan serangannya terhadap kelompok militan Hizbullah dan Houthi yang didukung Iran.
Pemerintah Israel mengatakan telah mengebom target Houthi di Yaman pada Minggu (29/9/2024), memperluas konfrontasinya dengan sekutu Iran. Serangan ini dilakukan hanya dua hari setelah menewaskan pemimpin Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah dalam konflik yang meningkat di Beirut, Lebanon.
Menanggapi hal ini, Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin telah mengizinkan militer untuk memperkuat kehadirannya di Timur Tengah. Pentagon mengatakan, mitranya jika Iran atau proksinya menargetkan personel atau kepentingan AS, maka pemerintah AS akan mengambil setiap tindakan yang diperlukan.
Sementara itu di China, aktivitas manufaktur menyusut tajam pada September 2024 karena pesanan baru di dalam dan luar negeri merosot, menurunkan kepercayaan pemilik pabrik ke rekor terendah.
Melambatnya manufaktur China tercermin dari indeks PMI manufaktur Caixin/ S&P Global China yang anjlok menjadi 49,3 pada September 2024, dari 50,4 di bulan sebelumnya.
Angka ini meleset dari perkiraan analis dalam jajak pendapat Reuters sebesar 50,5. Angka tersebut menandai yang terendah sejak Juli 2023.
Dilihat dari sisi internal, pasar mendukung wacana pemerintah melakukan penarikan utang di awal (prefunding) untuk membiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 atau anggaran tahun pertama pemerintahan presiden terpilih Prabowo Subianto. Sedangkan prefunding dilakukan melalui surat berharga negara (SBN) valuta asing (valas), bukan SBN rupiah.
Sebelumnya, wacana pemerintah melakukan prefunding APBN 2025 diungkapkan oleh Direktur Strategi dan Portofolio Pembiayaan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Riko Amir.
“Likuiditas asing akan sangat membantu menutup gap alias celah kebutuhan investasi jangka panjang. Apalagi, The Fed telah menurunkan suku bunganya hingga 50 basis poin (bps) pada medio September lalu. Dan kemungkinan The Fed kembali turunkan suku bunganya dua kali lagi dengan penurunan minimal 50 bps,” imbuhnya.
Dengan penurunan suku bunga, kata Ibrahim, diharapkan dana deposit di AS akan mengalir ke luar dan sangat berpotensi mengalir masuk ke pasar berkembang seperti Indonesia. Meski demikian, agar pemerintah memilih waktu yang pas ketika terbitkan SBN untuk prefunding APBN 2025 tersebut.
Ibrahim menakar, untuk perdagangan besok mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup menguat di kisaran Rp 15.080 sampai dengan Rp 15.160 per dolar AS.
Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #rupiah #mata-uang-rupiah #rupiah-anjlok #dolar-as #nilai-tukar-rupiah #indeks-rupiah #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/375061/rupiah-anjlok-di-akhir-september-pasar-tunggu-pernyataan-the-fed