Harga Minyak Tergelincir, Catat Penurunan hingga 17% Sepanjang Kuartal III

Harga Minyak Tergelincir, Catat Penurunan hingga 17% Sepanjang Kuartal III

Harga minyak melemah pada Senin (30/9/2024), mencatatkan penurunan hingga 17% selama kuartal III-2024. - Halaman all

(InvestorID) 01/10/24 05:30 15797546

NEW YORK, investor.id- Harga minyak melemah pada Senin (30/9/2024), mencatatkan penurunan hingga 17% selama kuartal III-2024. Penurunan itu disebabkan oleh kekhawatiran atas konflik yang meluas di Timur Tengah, yang dapat mengganggu pasokan minyak mentah, namun dibayangi oleh melemahnya permintaan global.

Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent untuk pengiriman November, yang berakhir pada Senin, turun 21 sen menjadi US$ 71,77 per barel. Sementara itu, kontrak Brent yang lebih aktif untuk pengiriman Desember naik 27 sen menjadi US$ 71,81 per barel.

Patokan global ini mencatat penurunan 9% untuk September, penurunan bulanan terbesar sejak November 2022. Setelah turun tiga bulan berturut-turut, Brent mengalami penurunan 17% pada kuartal ketiga, yang merupakan penurunan kuartalan terbesar dalam setahun.

Sedangkan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 1 sen menjadi US$ 68,17 per barel. Patokan AS ini jatuh 7% untuk September, penurunan bulanan terbesar sejak Oktober 2023, dan anjlok 16% dalam penurunan kuartalan terbesarnya sejak kuartal III-2023.

Harga minyak mendapat dukungan dari kemungkinan bahwa Iran, produsen utama dan anggota OPEC, mungkin terlibat langsung dalam konflik yang meluas di Timur Tengah. Sejak pekan lalu, Israel meningkatkan serangannya dengan menargetkan pemimpin Hizbullah dan Hamas di Lebanon serta kelompok Houthi di Yaman, yang semuanya didukung oleh Iran.

Ekonom di Matador Economics Tim Snyder mengatakan, pasar terus mencermati apakah konflik ini akan meluas di kawasan tersebut.

Respons pasar terhadap pengumuman Beijing tentang langkah-langkah stimulus fiskal minggu lalu juga terbatas. China adalah ekonomi terbesar kedua di dunia sekaligus importir minyak terbesar, tetapi para pedagang masih meragukan apakah langkah-langkah ini akan cukup untuk meningkatkan permintaan yang lebih lemah dari perkiraan sepanjang tahun ini.

Pasokan Minyak

Kekhawatiran tentang pasokan minyak mentah global yang meningkat juga menekan harga minyak bulan ini. Harga minyak turun pekan lalu setelah muncul laporan bahwa Arab Saudi, yang merupakan pemimpin de facto OPEC, berencana meninggalkan target harga minyak mentah sebesar US$ 100 per barel karena bersiap untuk meningkatkan produksi.

“Kami berasumsi bahwa keputusan Arab Saudi untuk meningkatkan produksi pada Desember akan menjadi faktor penurunan yang dominan di pasar ini dalam beberapa minggu mendatang,” kata Jim Ritterbusch dari Ritterbusch and Associates.

Data pada Senin juga tidak menggembirakan terkait permintaan, dengan aktivitas manufaktur China menyusut untuk bulan kelima berturut-turut dan sektor jasa melambat tajam pada September.

Prospek pemulihan produksi minyak Libya juga membebani pasar. Parlemen Libya di wilayah timur menyetujui penunjukan gubernur bank sentral baru pada Senin, yang diharapkan dapat membantu mengakhiri krisis yang telah memangkas produksi minyak negara tersebut

Editor: Indah Handayani (handayani@b-universe.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #harga-minyak #minyak-mentah #brent #wti #stimulus-china #ketegangan-di-timur-tengah #pasokan-minyak #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/375138/harga-minyak-tergelincir-catat-penurunan-hingga-17-sepanjang-kuartal-iii