Donald Trump Tuduh Presiden Ukraina Menghinanya

Donald Trump Tuduh Presiden Ukraina Menghinanya

Penyelidikan dilakukan saat hubungan Zelensky dan Donald Trump tampaknya memburuk, yang menuduh presiden Ukraina tersebut menghinanya. - Halaman all

(InvestorID) 30/09/24 17:28 15809523

WASHINGTON, investor.id – Ketua Pengawas DPR Amerika Serikat (AS) James Comer membuka penyelidikan atas kunjungan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Minggu (29/9/2024) ke sebuah pabrik amunisi di Scranton, Pennsylvania, AS. Penyelidikan Partai Republik dilakukan saat hubungan antara Zelensky dan mantan presiden Donald Trump tampaknya memburuk, yang menuduh presiden Ukraina tersebut menghinanya.

Comer mengklaim perjalanan tersebut diselenggarakan untuk mengkampanyekan pencalonan Wakil Presiden AS Kamala Harris untuk jabatan presiden, dilakukan dengan menggunakan sumber daya yang didanai pembayar pajak.

Trump mengatakan Zelensky melakukan tindakan-tindakan kecil yang tidak menyenangkan terhadapnya. Trump menambahkan, ia berhubungan baik dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dengan sangat baik.

"Tidak ada yang bisa diharapkan rakyat Ukraina, dan itu tidak perlu terjadi. Bangunan-bangunan itu runtuh, kota-kota itu hilang. Semuanya hilang, dan kita terus memberikan miliaran dolar kepada orang yang menolak membuat kesepakatan," ujar Trump tentang Zelensky saat berpidato di pabrik suku cadang pipa di Mint Hill, North Carolina.

Zelensky berada di Amerika untuk menghadiri pertemuan tingkat tinggi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, tempat ia bertemu dengan para pemimpin dunia. Ia juga berencana mengunjungi Gedung Putih pada Kamis (3/10/2024), tempat ia akan bertemu dengan Presiden AS Joe Biden kemudian dengan dengan Harris.

Trump diperkirakan akan bertemu dengan Presiden Ukraina di Trump Tower, tetapi seorang pejabat kampanye Trump mengatakan kepada NBC News pertemuan itu tidak akan terjadi. Seorang sumber yang mengetahui masalah tersebut merujuk pada wawancara Zelensky dengan The New Yorker.

Dalam wawancara yang diterbitkan Minggu (29/9/2024) oleh New Yorker, Zelensky mengatakan calon wakil presiden Trump yaitu Senator Ohio JD Vance terlalu radikal. “(Pesannya) tampaknya adalah Ukraina harus berkorban (dalam mengakhiri perang dengan Rusia)," ujar Zelensky.

Ketika ditanya apakah Ukraina harus menyerahkan tanah sebagai ganti gencatan senjata dengan Rusia, Vance mengatakan semuanya akan dipertimbangkan.

Surat Comer juga mengkritik waktu kunjungan tersebut dengan penerbitan komentar Zelensky mengenai calon wakil presiden Trump.

Pabrik amunisi yang dikunjungi Zelensky dioperasikan oleh General Dynamics dan memproduksi komponen untuk peluru artileri 155 milimeter (mm), amunisi penting bagi upaya pertempuran Ukraina.

Pemerintah AS telah mengirimkan lebih dari 3 juta peluru ke Ukraina sejak Februari 2022, menurut lembar fakta Pentagon yang dirilis Juli 2024. Departemen Pertahanan mengumumkan bantuan keamanan tambahan sebesar US$ 375 juta untuk Ukraina, termasuk lebih banyak peluru artileri 155 mm yang menjadi spesialisasi pabrik Scranton dalam pembuatannya.

"Saya memulai kunjungan saya ke Amerika Serikat dengan mengungkapkan rasa terima kasih saya kepada semua karyawan di pabrik tersebut dan dengan mencapai kesepakatan untuk memperluas kerja sama antara Pennsylvania dan Zaporizhzhia kami," tulis Zelensky pada Minggu di platform X.

Zelensky juga bertemu dengan tiga anggota Partai Demokrat Pennsylvania yaitu Gubernur Josh Shapiro, Senator Bob Casey, dan Matt Cartwright. Baik Casey maupun Cartwright akan mencalonkan diri kembali pada November 2024.

Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #donald-trump #volodymyr-zelensky #trump #presiden-ukraina #konflik-rusia-ukraina #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/international/375080/donald-trump-tuduh-presiden-ukraina-menghinanya