Polisi Kejar Pelaku Lain Pembubaran Diskusi di Kemang
Polisi tengah memburu pelaku lain terkait pembubaran diskusi di Hotel Grandkemang, Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Halaman all
(Kompas.com) 01/10/24 19:11 15821570
JAKARTA, KOMPAS.com - Ditreskrimum Polda Metro Jaya tengah memburu pelaku lain terkait pembubaran diskusi di Hotel Grandkemang, Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Sabtu (28/9/2024).
“Para pelakunya saat ini sedang dikejar dan diburu oleh tim penyidik dari Subdit Jatanras dan Subdit Resmob Polda Metro Jaya,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi di kantornya, Selasa (1/10/2024).
Polisi memburu pelaku lain usai menyita tiga digital video recorder (DVR) dari closed circuit television (CCTV) Hotel Grandkemang untuk dijadikan barang bukti.
“Kemudian setelah dilakukan pengecekan awal oleh tim penyidik, maka tergambar di situ peristiwanya, kemudian penyidik dapat mengidentifikasi dugaan para pelakunya,” ujar Ade.
Dengan pengejaran pelaku lain, polisi tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru karena proses penyidikan masih dikembangkan penyidik.
Polisi telah memeriksa saksi kunci berinisial JW yang mengetahui rangkaian peristiwa demonstrasi di depan Hotel Grandkemang dan berujung pembubaran.
Dalam kasus ini, JW merupakan rekan dari para pelaku.
Diberitakan sebelumnya, kelompok yang mengatasnamakan diri sebagai Forum Cinta Tanah Air membubarkan diskusi di Hotel Grandkemang, Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, pada Sabtu (28/9/2024).
Diskusi yang digelar oleh Forum Tanah Air (FTA) ini dihadiri sejumlah tokoh yang sering mengkritik pemerintahan Presiden Joko Widodo, termasuk pakar hukum tata negara Refly Harun.
Selain Refly Harun, forum diskusi tersebut juga dihadiri oleh Said Didu, mantan Komandan Jenderal (Danjen) Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Mayjen (Purn) Soenarko, dan sejumlah aktivis.
Polisi menangkap lima orang yang terlibat dalam pembubaran diskusi ini, yaitu FEK, GW, JJ, LW, dan MDM.
Namun, hanya FEK dan GW yang ditetapkan sebagai tersangka. FEK merupakan koordinator lapangan, sedangkan GW terlibat dalam aksi perusakan properti Hotel Grandkemang.
Hotel Grandkemang sebenarnya telah memberikan surat izin keramaian terkait diskusi kepada kepolisian. Bahkan, mereka telah diberitahu bahwa akan ada unjuk rasa di depan hotel pada hari itu.
Forum Cinta Tanah Air sebelumnya memang telah memberitahu kepolisian tentang rencana unjuk rasa di depan Hotel Grandkemang.
Namun, polisi gagal mengamankan. Sebab, sebagian dari mereka dilaporkan menerobos dari belakang hotel dan menyebabkan kerusakan properti.
#pembubaran-forum-diskusi-di-kemang #diskusi-fta-dibubarkan-di-kemang #diskusi-fta-kemang