Ini Biang Kerok yang Bikin IHSG Jeblok

Ini Biang Kerok yang Bikin IHSG Jeblok

Pilarmas menjelaskan, penyebab IHSG hari ini jeblok adalah pasar tampaknya masih terbebani oleh stimulus agresif dari China - Halaman all

(InvestorID) 30/09/24 13:23 15844345

JAKARTA, investor.id Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambles 104,2 poin (1,35%) ke level 7.592,6 pada penutupan sesi I, Senin (30/9/2024). Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan, penyebab IHSG hari ini jeblok adalah pasar tampaknya masih terbebani oleh stimulus agresif dari China sehingga menekan pasar keuangan dalam negeri.

Pilarmas mengatakan, aksi stimulus China secara jangka pendek tentunya memberikan daya tarik investor asing untuk berinvestasi ke China sehingga ini akan terjadi capital outflow. Berdasarkan catatan dari Bank Indonesia (BI) dimana untuk periode 23-26 September 2024 dimana aliran modal asing keluar bersih dari pasar keuangan domestik mencapai Rp 9,73 triliun.

BI mengungkapkan nilai tersebut terdiri dari aliran modal asing keluar bersih di pasar saham Rp2,88 triliun, Surat Berharga Negara (SBN) Rp1,30 triliun, dan di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) Rp5,55 triliun. “Sehingga ini akan memberikan dampak premi risiko investasi mengalami kenaikan,” tulis Pilarmas dalam risetnya, Senin (30/9/2024).

Bank sentral China (PBoC) kembali memberikan stimulus tambahan dengan menginstruksikan bank-bank komersial untuk menurunkan suku bunga pada semua kredit perumahan yang ada dan ini bertujuan untuk meringankan beban keuangan rumah tangga di tengah-tengah perlambatan ekonomi.

PBOC mengatakan bank-bank komersial harus menurunkan suku bunga KPR existing menjadi tidak kurang dari 30 basis poin (bps) di bawah Loan Prime Rate (LPR) secara bertahap kebijakan ini diprediksi akan memangkas suku bunga KPR yang ada rata-rata sekitar 50 bps. Sementara itu, berdasarkan rilis dari National Bureau of Statistics (NBS) dan survei Caixin sektor swasta bahwa sektor manufaktur berada di zona kontraksi.

NBS mengungkapkan kenaikan tipis menjadi 49,8 pada bulan September dari 49,1 pada bulan Agustus. Dan Caixin mengungkapkan turun menjadi 49,3 pada September 2024 dari 50,4 pada Agustus. Pasar menilai ini akan menjadi perhatian pemerintah China disaat terjadi perlambatan aktivitas manufaktur.

“Tidak tertutup kemungkinan ini akan memberikan peluang pemerintah China memberikan stimulus yang lebih besar kedepannya,” jelas Pilarmas.

Perdana Menteri Baru

Sementara itu, lanjut Pilarmas, pasar menanti arah kebijakan dari Perdana Menteri baru, dimana mantan menteri pertahanan Shigeru Ishiba meraih kemenangan dalam pemilihan Partai Demokrat Liberal pada hari Jumat lalu dan akan menggantikan Fumio Kishida sebagai perdana menteri Jepang.

“Pasar menantikan arah dan pandangan dari Perdana Menteri baru tersebut, dimana sebelumnya Shigeru Ishiba yang kritis terhadap kebijakan moneter Bank of Japan (BoJ) dan sebelumnya beliau menyampaikan bahwa bahwa kebijakan harus tetap akomodatif karena kondisi ekonomi saat ini,” papar Pilarmas.

Pada sesi pertama hari ini, saham-saham yang mengalami kenaikan terbesar SKBM, PYFA, GOLD, KIOS, TELE. Sedangkan saham-saham yang mengalami penurunan terbesar TAXI, HADE, TIRA, MDRN, MTFN.

Pilarmas merekomendasikan saham BUMI untuk perdagangan di sesi II. “Kami merekomendasikan BUMI buy dengan support dan resistance di level 120-130,” tutup Pilarmas.

Editor: Indah Handayani (handayani@b-universe.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #ihsg #ihsg-hari-ini #penyebab-ihsg #indeks-harga-saham-gabungan #stimulus-china #pilarmas #perdana-menteri-jepang #pboc #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/375043/ini-biang-kerok-yang-bikin-ihsg-jeblok