Harga Minyak Naik di Atas 2% Setelah Iran Luncurkan Rudal ke Israel

Harga Minyak Naik di Atas 2% Setelah Iran Luncurkan Rudal ke Israel

Harga minyak naik di atas 2% pada Selasa (1/10/2024). Setelah Iran menembakkan serangkaian rudal balistik ke Israel - Halaman all

(InvestorID) 02/10/24 04:41 15856085

NEW YORK, investor.id - Harga minyak naik di atas 2% pada Selasa (1/10/2024). Setelah Iran menembakkan serangkaian rudal balistik ke Israel sebagai balasan atas kampanye militer Israel terhadap sekutu Iran, Hizbullah, di Lebanon.

Dikutip dari Reuters, harga minyak Brent naik US$ 1,86 (2,6%) menjadi US$ 73,56 per barel. Sedangkan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik US$ 1,66 (2,4%) menjadi US$ 69,83 per barel. Kedua acuan harga minyak sempat tersebut sempat naik lebih dari 5%.

Alarm berbunyi di seluruh Israel, dan ledakan terdengar di Yerusalem serta lembah Sungai Yordan, saat warga Israel berlindung di tempat perlindungan.

Analis risiko politik independen Clay Seigle mengatakan, Israel tidak akan ragu memperluas serangan militernya untuk langsung menyerang Iran. “Aset minyak Iran kemungkinan besar akan menjadi target,” ungkapnya.

Seigle menambahkan, serangan Israel terhadap fasilitas produksi atau ekspor minyak Iran dapat menyebabkan gangguan material, dengan potensi lebih dari satu juta barel minyak per hari.

Sementara itu, di Laut Merah, kelompok yang didukung Iran, Houthi di Yaman, mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap setidaknya satu dari dua kapal yang rusak di dekat pelabuhan Hodeidah.

Houthi telah melancarkan serangan terhadap kapal-kapal internasional di dekat Yaman sejak November tahun lalu, sebagai bentuk solidaritas dengan Palestina dalam perang antara Israel dan Hamas di Gaza.

"Jika terjadi eskalasi, proksi Iran, pemberontak Houthi dan paramiliter Irak mungkin melancarkan serangan terhadap produsen minyak di Timur Tengah, terutama Arab Saudi," kata Tamas Varga, analis di PVM, sebuah firma pialang dan konsultasi.

Sebelum Serangan Iran

Sebelum berita serangan rudal Iran muncul, pasar minyak sempat berada di level terendah dua minggu, karena prospek peningkatan pasokan dan pertumbuhan permintaan global yang lemah menekan kekhawatiran atas konflik Timur Tengah yang semakin memanas dan dampaknya pada ekspor minyak mentah dari wilayah tersebut.

Panel menteri dari kelompok produsen OPEC+ dijadwalkan bertemu pada 2 Oktober untuk meninjau pasar, tanpa perubahan kebijakan yang diharapkan. Mulai Desember, kelompok OPEC+ yang terdiri dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, termasuk Rusia, dijadwalkan meningkatkan produksi sebesar 180 ribu barel per hari setiap bulan.

Selain itu, potensi pemulihan produksi minyak Libya juga mempengaruhi pasar. Parlemen Libya yang berbasis di timur menyetujui penunjukan gubernur bank sentral baru, yang dapat membantu mengakhiri krisis yang telah mengurangi produksi minyak negara tersebut.

Iran maupun Libya adalah anggota OPEC. Iran, yang beroperasi di bawah sanksi AS, memproduksi sekitar 4 juta barel per hari (bpd) minyak pada 2023, sementara Libya memproduksi sekitar 1,3 juta bpd tahun lalu, menurut data dari Administrasi Informasi Energi AS (EIA).

Sementara itu, data mingguan penyimpanan minyak AS dari American Petroleum Institute akan dirilis pada Selasa, diikuti oleh data EIA pada Rabu (2/10/2024). Para analis memperkirakan perusahaan energi AS menarik sekitar 1,3 juta barel minyak dari penyimpanan selama minggu yang berakhir pada 27 September.

Jika perkiraan analis tersebut benar, ini akan menjadi penarikan ketiga berturut-turut dan dibandingkan dengan penarikan 2,2 juta barel pada minggu yang sama tahun lalu serta peningkatan rata-rata 400 ribu barel selama lima tahun terakhir (2019-2023).

Editor: Indah Handayani (handayani@b-universe.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #harga-minyak #minyak-mentah #brent #wti #serangan-rudal-iran #opec #serangan-iran-ke-israel #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/375267/harga-minyak-naik-di-atas-2-setelah-iran-luncurkan-rudal-ke-israel