5 Kemungkinan Penyebab Kematian Mendadak Pada Seseorang
Di bawah ini adalah 5 kemungkinan penyebab kematian mendadak pada seseorang.
(Bisnis.Com) 02/10/24 12:20 15856891
Bisnis.com, JAKARTA - Di bawah ini adalah 5 kemungkinan penyebab kematian mendadak pada seseorang.
Marissa Haque meninggal dunia pada Rabu 2 Oktober 2024 dini hari WIB. Artis sekaligus mantan politisi tersebut dikatakan meninggal secara mendadak.
Sebab sebelumnya, Marissa Haque masih dalam kondisi sehat dan bugar. Bahkan, almarhumah masih sibuk mengajar di kampus dan terlihat bugar sebelum akhirnya wafat.
Kematian mendadak mengacu pada peristiwa fatal yang alami dan tak terduga yang terjadi dalam beberapa jam sejak timbulnya gejala.
Hal ini terjadi pada individu yang tampaknya sehat, atau mereka yang memiliki penyakit yang tidak fatal sehingga mengakibatkan hasil yang tiba-tiba.
Memang, meninggal secara mendadak bisa dialami oleh siapa saja, baik yang memiliki riwayat penyakit tertentu atau tidak.
Menurut data kesehatan, ada beberapa hal yang bisa menjadi penyebab seseorang bisa meninggal secara mendadak.
5 Kemungkinan Penyebab Kematian Mendadak pada Seseorang
1. Aritmia
Aritmia yang fatal merupakan penyebab utama kematian mendadak yang ditandai dengan adanya pelepasan impuls yang tidak teratur dan tidak teratur dari ventrikel (fibrilasi ventrikel atau VF).
Pengenalan dini terhadap detak jantung yang tidak teratur ini dan pemberian perawatan yang tepat dapat menyelamatkan nyawa.
Korban yang menerima defibrilasi dini dan kompresi dada berkualitas tinggi memiliki peluang lebih besar untuk bertahan hidup.
5 Penyebab Kematian Mendadak pada Seseorang
2. Infark Miokard Akut (AMI)
AMI merupakan kondisi ketika aliran darah ke otot jantung terputus secara tiba-tiba, sehingga mengakibatkan kerusakan jaringan parah.
Penting untuk diketahui bahwa ada banyak versi AMI yang memerlukan penanganan berbeda. Seorang penanggap tidak akan dapat langsung mengenali keadaan darurat kecuali mereka mengetahui gejalanya.
3. Stroke Besar
Stroke hebat dapat mengakibatkan kelumpuhan jangka panjang, koma, dan bertanggung jawab atas 10 hingga 20 persen kematian mendadak.
4. Emboli paru
Emboli paru dianggap masif jika kedua arteri paru terlibat dan mengakibatkan gangguan hemodinamik. Kondisi ini dapat dengan cepat menyebabkan masalah yang mengancam jiwa dan bahkan kematian mendadak.
Langkah pertama dalam menangani masalah kesehatan ini adalah mengobati gejala syok dan memberikan terapi oksigen.
Berikan korban obat antikoagulan (misalnya, heparin, enoxaparin, dll.) untuk membantu mencegah pembekuan darah lebih lanjut.
5. Aortic catastrophe
Aortic catastrophe adalah kondisi parah yang ditandai dengan robekan pada lapisan dalam aorta (arteri utama tubuh).
Tanpa pengobatan, penyakit ini dapat menyebabkan kematian dini sebesar 33% dalam 24 jam pertama dan 50% dalam 48 jam berikutnya.
Penanganan kondisi ini melibatkan pemantauan tekanan darah secara ketat untuk mencegah diseksi menjadi lebih buruk.